UYPUYP
JURNAL HERITAGEJURNAL HERITAGEDi masa pandemi Covid-19, perubahan terjadi dalam sistem pembelajaran yang biasanya dilakukan tatap muka menjadi sistem pembelajaran jarak jauh secara daring. Pola Komunikasi yang sesuai menjadi salah satu syarat untuk mencapai keberhasilan pada proses belajar mengajar melalui jaringan. Penggunaan komunikasi verbal maupun komunikasi nonverbal diperlukan untuk membangun pola komunikasi yang baik agar pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik. Tentunya proses pembelajaran jarak jauh bukanlah hal yang mudah apalagi bagi Sekolah Khusus Autis Multi Intelligence Transforming School yang menangani murid yang berkebutuhan khusus. Tujuan dari penelitian ini yakni untuk menganalisis pola komunikasi yang terbentuk serta mengidentifikasi hambatan komunikasi yang terjadi pada proses belajar mengajar secara daring di masa pandemi.
Kesimpulan penelitian ini bagaimana pola komunikasi yang terjadi pada kegiatan belajar mengajar secara daring antara guru dengan murid dengan ASD di masa pandemi.Dalam proses komunikasi antara guru dengan murid pada kegiatan belajar mengajar secara daring, pola komunikasi primer dan pola komunikasi sekunder merupakan pola komunikasi yang terjadi dalam proses komunikasi yang terjadi pada kelas.Peneliti melihat pola komunikasi primer yang timbul pada proses belajar mengajar secara daring tidak terlepas dari bagaimana penggunaan komunikasi verbal juga nonverbal oleh guru untuk penyampaian pesan kepada murid.Aktivitas belajar mengajar secara daring tidak terlepas dari pemanfaatan teknologi.Penggunaan jaringan internet juga media berupa platform daring Google Meet pada perangkat komputer atau laptop untuk menyampaikan pesan kepada murid membantu proses belajar mengajar secara daring.Hambatan yang muncul pada proses belajar mengajar secara daring ini yaitu hambatan teknis seperti kehilangan sinyal internet yang berakibat hilangnya suara atau gambar ketika kelas sedang berlangsung, murid yang bosan dan melakukan kebiasaan seperti meninggalkan tempatnya, memainkan tangannya, dan perasaan yang berubah karena anak dengan ASD memiliki kebiasaan yang suka mereka lakukan.Dukungan dari lingkungan keluarga untuk menyiapkan agar anak siap mengikuti kelas daring menjadi salah satu faktor yang meminimalisir hambatan yang muncul.Ini menjadi tantangan bagi sekolah khusus anak dengan ASD seperti MIT yang harus mencari cara baru di masa pandemi agar proses belajar mengajar terus dapat berjalan.
Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komparatif antara pola komunikasi guru dengan murid autis di sekolah khusus autis dengan pola komunikasi guru dengan murid normal di sekolah umum. Penelitian ini dapat mengidentifikasi perbedaan dan kesamaan pola komunikasi yang terjadi, serta faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan komunikasi. Selain itu, penelitian juga dapat dilakukan untuk menganalisis lebih lanjut tentang peran keluarga dan pendamping dalam mendukung keberhasilan proses belajar mengajar secara daring bagi murid autis. Bagaimana peran keluarga dan pendamping dalam mempersiapkan dan menciptakan lingkungan yang mendukung bagi murid autis dalam mengikuti kelas daring, serta bagaimana interaksi antara keluarga, pendamping, dan guru dalam proses belajar mengajar secara daring dapat menjadi fokus penelitian. Terakhir, penelitian juga dapat dilakukan untuk mengeksplorasi lebih lanjut tentang strategi komunikasi nonverbal yang efektif dalam mengajar murid autis secara daring. Bagaimana guru dapat menggunakan gesture, ekspresi wajah, dan bahasa tubuh untuk menyampaikan pesan dengan jelas dan menarik perhatian murid autis, serta bagaimana strategi komunikasi nonverbal ini dapat meningkatkan interaksi dan pemahaman murid autis dalam proses belajar mengajar secara daring.
- Gaya Komunikasi Guru dan Motivasi Belajar Siswa pada Pembelajaran Daring di Masa Pandemi COVID-19 | CARAKA... doi.org/10.25008/caraka.v2i1.56Gaya Komunikasi Guru dan Motivasi Belajar Siswa pada Pembelajaran Daring di Masa Pandemi COVID 19 CARAKA doi 10 25008 caraka v2i1 56
- Vol. 5 No. 1 (2019): JURNAL SIMBOLIKA APRIL | JURNAL SIMBOLIKA Research and Learning in Communication... doi.org/10.31289/simbollika.v5i1Vol 5 No 1 2019 JURNAL SIMBOLIKA APRIL JURNAL SIMBOLIKA Research and Learning in Communication doi 10 31289 simbollika v5i1
| File size | 600.74 KB |
| Pages | 19 |
| DMCA | Report |
Related /
UMKLAUMKLA Penelitian ini berfokus pada pengembangan sistem deteksi ekspresi wajah secara real-time menggunakan YOLOv12. Studi ini menggunakan dataset sekunder dariPenelitian ini berfokus pada pengembangan sistem deteksi ekspresi wajah secara real-time menggunakan YOLOv12. Studi ini menggunakan dataset sekunder dari
PresUnivPresUniv Temuan ini menunjukkan bahwa kerangka kerja tersebut relevan dan dapat disesuaikan untuk berbagai lingkungan organisasi, serta memberikan dasar bagi pengembanganTemuan ini menunjukkan bahwa kerangka kerja tersebut relevan dan dapat disesuaikan untuk berbagai lingkungan organisasi, serta memberikan dasar bagi pengembangan
UNIKOMUNIKOM Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan menganalisis dialog dari adegan percakapan yang dipilih. Dengan menggunakan Teori Prinsip KooperatifMetode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan menganalisis dialog dari adegan percakapan yang dipilih. Dengan menggunakan Teori Prinsip Kooperatif
UYPUYP Dengan menerapkan metode ini maka didapat tayangan yang informatif, mengedukasi, dan juga menarik bagi audien. Program feature televisi “Interaksi edisiDengan menerapkan metode ini maka didapat tayangan yang informatif, mengedukasi, dan juga menarik bagi audien. Program feature televisi “Interaksi edisi
KURASINSTITUTEKURASINSTITUTE Penelitian yang berjudul “Analisis Kesantunan Berbahasa di Balai Pengajian Madinatul Jalal Bireuen Aceh ini mengangkat masalah bagaimana kesantunan berbahasaPenelitian yang berjudul “Analisis Kesantunan Berbahasa di Balai Pengajian Madinatul Jalal Bireuen Aceh ini mengangkat masalah bagaimana kesantunan berbahasa
UINMADURAUINMADURA Komunikasi dalam perusahaan bisa diibaratkan seperti makanan bagi tubuh, yaitu merupakan hal yang paling penting dalam melakukan pekerjaan. Sebagai karyawan,Komunikasi dalam perusahaan bisa diibaratkan seperti makanan bagi tubuh, yaitu merupakan hal yang paling penting dalam melakukan pekerjaan. Sebagai karyawan,
UNYUNY Penggunaan bahan ajar saja tidak cukup untuk meningkatkan kemampuan pembuktian. perlu dipadukan dengan model pembelajaran yang aktif, seperti pembelajaranPenggunaan bahan ajar saja tidak cukup untuk meningkatkan kemampuan pembuktian. perlu dipadukan dengan model pembelajaran yang aktif, seperti pembelajaran
AKRABJUARAAKRABJUARA Tujuan penelitian diantaranya adalah: Untuk mengetahui dan menganalisis Komunikasi terapeutik yang perawat terhadap penyembuhan pasien di Ruang Bedah RSUDTujuan penelitian diantaranya adalah: Untuk mengetahui dan menganalisis Komunikasi terapeutik yang perawat terhadap penyembuhan pasien di Ruang Bedah RSUD
Useful /
UNYUNY Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang mengacu pada model Dick & Carey. Pada tahap evaluasi formatif dilakukan melalui (1) validasi perangkatPenelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang mengacu pada model Dick & Carey. Pada tahap evaluasi formatif dilakukan melalui (1) validasi perangkat
UNYUNY Hasil menunjukkan bahwa model pembelajaran berbasis masalah secara signifikan meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dibandingkan pembelajaranHasil menunjukkan bahwa model pembelajaran berbasis masalah secara signifikan meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dibandingkan pembelajaran
UNYUNY Metode kuasi eksperimen dengan desain pretest–posttest nonequivalent control group digunakan pada 72 siswa kelas XI di Kota Tasikmalaya. Data dikumpulkanMetode kuasi eksperimen dengan desain pretest–posttest nonequivalent control group digunakan pada 72 siswa kelas XI di Kota Tasikmalaya. Data dikumpulkan
UINUIN Karakterisasi menggunakan GC-MS menunjukkan bahwa etanol yang dihasilkan memiliki kemurnian 95,2%. Penelitian ini menunjukkan bahwa kulit pisang memilikiKarakterisasi menggunakan GC-MS menunjukkan bahwa etanol yang dihasilkan memiliki kemurnian 95,2%. Penelitian ini menunjukkan bahwa kulit pisang memiliki