UNRAMUNRAM

Journal of Microbiology, Biotechnology and ConservationJournal of Microbiology, Biotechnology and Conservation

Edible film merupakan jenis kemasan biodegradable yang dapat menjadi alternatif bahan kemasan pangan untuk mengurangi kerusakan lingkungan dan menjaga kualitas, keamanan, serta umur simpan produk pangan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh konsentrasi plasticizer sorbitol yang berbeda terhadap sifat mekanik edible film berbasis protein, meliputi ketebalan film, waktu gelasi, dan mikrostruktur film. Bahan penelitian terdiri dari sorbitol, whey protein, gelatin, air destilasi, dan silika gel. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan konsentrasi plasticizer sorbitol (P1: 35%, P2: 40%, P3: 45%) dan tiga ulangan. Data dianalisis menggunakan Analisis Varian (ANOVA) dan dilanjutkan dengan Uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) menggunakan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan plasticizer sorbitol dengan konsentrasi yang berbeda memberikan perbedaan yang sangat signifikan (P<0.01) pada P1 dan P3, namun P2 tidak berbeda signifikan terhadap ketebalan edible film. Waktu gelasi tidak menunjukkan perbedaan nyata (P>0,05), tetapi penambahan sorbitol yang berbeda pada mikrostruktur edible film dapat menghasilkan mikrostruktur yang bervariasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan konsentrasi sorbitol yang berbeda memberikan perbedaan yang sangat signifikan terhadap ketebalan film, namun tidak seperti waktu gelasi yang tidak memberikan perbedaan, mikrostruktur yang dihasilkan bervariasi.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa perbedaan konsentrasi sorbitol memberikan perbedaan signifikan terhadap ketebalan edible film.Namun, waktu gelasi tidak terpengaruh oleh perbedaan konsentrasi sorbitol.Selain itu, variasi konsentrasi sorbitol menghasilkan perbedaan pada mikrostruktur film yang dihasilkan.Hasil ini menunjukkan bahwa sorbitol berperan penting dalam memodifikasi sifat fisik edible film berbasis protein.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh jenis protein lain, seperti protein nabati, terhadap sifat mekanik edible film dengan plasticizer sorbitol. Hal ini bertujuan untuk memperluas aplikasi edible film berbasis protein. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengujian efektivitas edible film sebagai kemasan terhadap produk pangan tertentu, seperti buah-buahan atau sayuran, untuk mengetahui kemampuan edible film dalam menjaga kualitas dan memperpanjang umur simpan produk. Ketiga, penelitian lebih mendalam mengenai optimasi konsentrasi sorbitol dan kombinasi dengan plasticizer lain, seperti gliserol, dapat dilakukan untuk menghasilkan edible film dengan sifat mekanik yang lebih optimal dan sesuai dengan kebutuhan aplikasi tertentu. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan edible film sebagai alternatif kemasan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

  1. KARAKTERISTIK EDIBLE FILM DARI GELATIN KULIT IKAN YANG BERBEDA | Wijayani | Jurnal Ilmu dan Teknologi... ejournal2.undip.ac.id/index.php/jitpi/article/view/11412KARAKTERISTIK EDIBLE FILM DARI GELATIN KULIT IKAN YANG BERBEDA Wijayani Jurnal Ilmu dan Teknologi ejournal2 undip ac index php jitpi article view 11412
  2. Perbandingan Penambahan CMC dan Sorbitol dengan Penambahan Gelatin dan Gliserol terhadap Edible Film... doi.org/10.22437/chp.v5i2.8872Perbandingan Penambahan CMC dan Sorbitol dengan Penambahan Gelatin dan Gliserol terhadap Edible Film doi 10 22437 chp v5i2 8872
Read online
File size321.05 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test