UMPUMP

Proceedings Series on Physical & Formal SciencesProceedings Series on Physical & Formal Sciences

Penelitian ini dilakukan di Kelompoktani Ganda Arum I Desa Gandatapa Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor produksi yang digunakan pada usahatani sayuran dengan pola tumpangsari. Kelompoktani Ganda Arum I merupakan salah satu kelompoktani yang ada di Desa Gandatapa dengan jumlah anggota aktif berjumlah 26 orang petani sayuran. Dari 26 orang petani tersebut, 8 orang petani melakukan kegiatan usahatani sayuran dengan pola tumpangsari. Kombinasi sayuran yang dibudidayakan dengan pola tumpangsari yaitu pakcoy-cabai besar dan pakcoy-cabai rawit. Faktor produksi yang digunakan pada usahatani tersebut yaitu penggunaan lahan pertanian milik petani dan sewa, penggunaan benih (pakcoy, cabai besar, cabai rawit), penggunaan pupuk (pupuk kandang, NPK, Phonska, Urea, KCL), penggunaan pestisida (Topdor, Sagribit, Demolis, Bercak Daun, Saporo, Emazo, Topsaid, dan lain-lain), penggunaan tenaga kerja (untuk pengolahan lahan, penyemaian, penanaman, pemupukan, pengendalian hama-penyakit, panen) dan penggunaan teknologi atau alat-alat pertanian (cangkul, arit, ember, tangki semprot, mulsa, gembor).

Kombinasi sayuran yang dibudidayakan oleh petani anggota kelompoktani Ganda Arum I Desa Gandatapa Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas dengan pola tumpangsari yaitu pakcoy-cabai besar dan pakcoy-cabai rawit.Faktor produksi yang digunakan pada usahatani tersebut meliputi lahan (milik sendiri dan sewa), benih, pupuk, pestisida, tenaga kerja, dan teknologi pertanian.Untuk mengurangi penggunaan pestisida kimia, diperlukan sosialisasi, penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan bagi petani terkait pengendalian hama terpadu yang mempertimbangkan faktor alami atau hayati agar tidak mengganggu keseimbangan lingkungan dan tidak menimbulkan kerugian besar.

Penelitian selanjutnya dapat mengkaji efektivitas penerapan pengendalian hama terpadu (Integrated Pest Management) dalam mengurangi penggunaan pestisida kimia sekaligus mempertahankan produktivitas pada lahan tumpangsari di wilayah Banyumas, dengan membandingkan hasil panen dan tingkat serangan hama antara lahan yang menggunakan IPM dan yang tidak. Selain itu, studi banding antara kombinasi tanaman pakcoy‑cabai besar dan pakcoy‑cabai rawit dapat dilakukan untuk menilai perbedaan keuntungan ekonomi, termasuk analisis biaya produksi, pendapatan, dan tingkat keuntungan masing‑masing, sehingga memberikan rekomendasi kombinasi tanaman yang paling menguntungkan bagi petani kecil. Selanjutnya, penelitian dapat meneliti penerapan teknologi pertanian modern seperti irigasi presisi dan penggunaan biofertilizer dalam sistem tumpangsari untuk meningkatkan efisiensi tenaga kerja, mengurangi beban lingkungan, dan meningkatkan keberlanjutan produksi pada petani skala kecil di daerah serupa.

  1. Identifikasi Penggunaan Faktor Produksi pada Usahatani Sayuran Pola Tumpangsari di Kelompoktani Ganda... conferenceproceedings.ump.ac.id/index.php/pspfs/article/view/706Identifikasi Penggunaan Faktor Produksi pada Usahatani Sayuran Pola Tumpangsari di Kelompoktani Ganda conferenceproceedings ump ac index php pspfs article view 706
Read online
File size266.55 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test