UNIAUNIA

ABDINA: Jurnal Sosial dan Pengabdian kepada MasyarakatABDINA: Jurnal Sosial dan Pengabdian kepada Masyarakat

Community entrepreneurship skill merupakan sebuah upaya dan strategi dalam menghasilkan produk berdasarkan asset yang dimiliki. Melalui hal ini, muncullah ide-ide pengolahan bahan baku menjadi barang olahan yang bernilai jual, begitu juga dengan desa Taddan yang menjadi sasaran dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat ini. Desa Taddan dengan asset unggulannya yaitu pisang dan cabai akan meningkatkan pertumbuhan perekonian desa melalui pengolahan pisang dan cabai tersebut menjadi produk yang ekonomis dan bernilai jual. Untuk mencapai tujuan tersebut, penulis menggunakan metode Asset-Based Community Development (ABCD). Metode ini dikembangkan dari asset-aset yang dimiliki, bukan berangkat dari masalah. Dengan metode ABCD, penulis mencoba memberdayakan masyarakat pedesaan, khususnya desa Taddan dalam membuat produk olahan pisang dan cabai menjadi produk yang bernilai jual. Hasil dari kegiatan ini adalah launchingnya produk kripik pisang dan sambal cumi kribo dari olahan pisang dan cabai yang diterima dengan baik, serta telah menerima banyak pesanan dari masyarakat setempat.

Berdasarkan uraian di atas mengenai kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui community entrepreneurship skill melalui pengolahan pisang dan cabai yaitu pertama, memberdayakan masyarakat dengan melihat asset dan potensi merupakan salah satu strategi dalam meningkatkan pertumbuhan perekonomian desa, khususnya desa Taddan, kecamatan Camplong Kabupaten Sampang.Kedua, kewirausahaan melalui pengolahan hasil bumi pisang dan cabai menjadi produk kripik pisang dan sambal cumi kribo dapat dikatakan berhasil.Ketiga, produk kripik pisang dan sambal cumi kribo dapat dikatakan cukup berhasil meningkatkan pertumbuhan perekonomian desa Taddan, karena tak berselang lama setelah launching, pesanan mulai berdatangan.

Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, dan keterbatasan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat mengkaji lebih dalam mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi keberlanjutan usaha mikro berbasis produk pertanian lokal, seperti pisang dan cabai, dengan fokus pada aspek pemasaran dan manajemen keuangan. Hal ini penting untuk memastikan bahwa usaha yang telah dirintis dapat terus berkembang dan memberikan manfaat ekonomi jangka panjang bagi masyarakat pedesaan. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi potensi diversifikasi produk olahan dari pisang dan cabai, misalnya dengan mengembangkan varian rasa baru atau menciptakan produk inovatif yang memiliki nilai tambah lebih tinggi. Eksplorasi ini dapat melibatkan partisipasi aktif dari masyarakat setempat untuk memastikan bahwa produk yang dihasilkan sesuai dengan selera pasar dan dapat meningkatkan daya saing. Ketiga, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model pelatihan kewirausahaan yang lebih efektif dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat pedesaan, dengan menekankan pada peningkatan keterampilan manajerial, pemasaran digital, dan akses terhadap sumber daya keuangan. Model pelatihan ini diharapkan dapat memberdayakan masyarakat untuk menjadi wirausahawan yang mandiri dan berdaya saing.

Read online
File size551.03 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test