UNIRAYAUNIRAYA

Jurnal Ekonomi dan Bisnis Nias SelatanJurnal Ekonomi dan Bisnis Nias Selatan

Kebutuhan akan listrik sudah menjadi pokok bagi masyarakat mulai dari kalangan bawah, menengah hingga papan atas, sebelumnya pemerintah memberikan subsidi untuk listrik kapasitas 900 VA namun secara bertahap dikurangi dengan kenaikan yang mencapai 100% (seratus persen) pada tahun 2017. Tentunya kenaikan ini berdampak pada resiko keuangan rumah tangga, yang tadinya pengeluaran rumah tangga rata-rata Rp 2.300.000 per bulan meningkat menjadi Rp 2.450.000 per bulan, atau kenaikan pengeluaran rata-rata Rp 150.000 hingga 200.000. Dengan demikian terjadi penambahan pengeluaran sementara penghasilan konstan, tentunya resiko keuangan rumah tangga adalah mengurangi kebutuhan pokok dengan mencari barang substitusi dengan harga lebih murah seperti beras, cabe, minyak, telur dan ubi. Jika pengalihan kepada barang substitusi masih kurang mendukung maka risiko hutang kepada perbankan maupun rentenir tidak terhindarkan.

Kebijakan menaikan tarif dasar listrik tidak tepat untuk kapasitas 900 VA karena mayoritas digunakan oleh mereka yang memiliki penghasilan UMK Kota Pekanbaru.Kenaikan tarif listrik berdampak signifikan pada risiko keuangan rumah tangga, terutama bagi keluarga berpenghasilan rendah.Pemangku kebijakan perlu mempertimbangkan alternatif subsidi atau program perlindungan ekonomi untuk mengurangi beban masyarakat.

1. Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak jangka panjang kenaikan tarif listrik terhadap kesejahteraan ekonomi keluarga berpenghasilan rendah. 2. Studi tentang efektivitas program subsidi listrik alternatif untuk masyarakat yang tidak mampu menanggung beban kenaikan tarif. 3. Analisis peran energi terbarukan dalam mengurangi ketergantungan pada listrik berbasis bahan bakar fosil dan mitigasi risiko keuangan rumah tangga.

Read online
File size470.08 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test