ISI DPSISI DPS

Jurnal Vastukara: Jurnal Desain Interior, Budaya, dan Lingkungan TerbangunJurnal Vastukara: Jurnal Desain Interior, Budaya, dan Lingkungan Terbangun

Kawasan kota lama merupakan saksi sejarah Pemerintahan Belanda pada era Kolonial. Penelitian ini mengkaji tentang penerapan adaptive reuse pada desain interior cafe Bodrie 1934. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan studi kasus di Rumah Bodrie 1934. Pengumpulan data melalui observasi lapangan dan studi literatur. Hunian Bodrie 1934 termasuk dalam daftar cagar budaya Pemerintah kota Surabaya. Bangunan tersebut awalnya hunian yang di bangun oleh orang Belanda dan saat ini di fungsikan sebagai café & studio. Strategi ini meminimalkan perubahan pada unsur arsitektural yang lebih mengedepankan alihfungsi pada interiornya. Diharapkan penelitian ini dapat merubah pemikiran dan membuka wawasan pentingnya keberadaan bangunan heritage.

Adaptive reuse merupakan kebijakan dan upaya yang baik pada era milenial untuk membantu menyelamatkan bumi.Bodrie 1934 Café & Studio telah membuat langkah tepat karena dapat merealisasikan kewajibannya untuk tetap melestarikan bangunannya.Sebagai bangunan heritage yang masuk dalam daftar cagar budaya Pemerintah Kota Surabaya, Bodrie 1934 mempunyai pengaruh baik dari segi industri kreatif, perekonomian dan dapat memberikan warna baru pada lingkungannya.

Penelitian lanjutan dapat dilakukan dengan mengeksplorasi lebih dalam mengenai dampak sosial dan ekonomi dari penerapan adaptive reuse pada bangunan heritage di Surabaya, khususnya terhadap masyarakat sekitar dan potensi peningkatan pendapatan daerah. Selain itu, studi komparatif dapat dilakukan dengan membandingkan strategi adaptive reuse yang diterapkan pada Rumah Bodrie 1934 dengan kasus-kasus serupa di kota-kota lain di Indonesia, untuk mengidentifikasi praktik terbaik dan tantangan yang mungkin dihadapi. Terakhir, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model desain interior yang lebih inovatif dan berkelanjutan untuk bangunan heritage, dengan mempertimbangkan aspek-aspek seperti efisiensi energi, penggunaan material ramah lingkungan, dan pelestarian nilai-nilai budaya lokal, sehingga dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap upaya pelestarian warisan budaya dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.

  1. IDENTIFIKASI KELESTARIAN KAWASAN KOTA LAMA MELALUI PROTEKSI BANGUNAN CAGAR BUDAYA OLEH PEMERINTAH KOTA... doi.org/10.14710/jpk.4.2.139-150IDENTIFIKASI KELESTARIAN KAWASAN KOTA LAMA MELALUI PROTEKSI BANGUNAN CAGAR BUDAYA OLEH PEMERINTAH KOTA doi 10 14710 jpk 4 2 139 150
Read online
File size447.1 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test