MACHUNGMACHUNG

Jurnal Sains dan Aplikasi Keilmuan Teknik Industri (SAKTI)Jurnal Sains dan Aplikasi Keilmuan Teknik Industri (SAKTI)

PT Sutindo Raya Mulia adalah perusahaan stockist yang melakukan pembelian, penyimpanan, dan penjualan kembali kepada konsumen. Perusahaan ini berpusat di Surabaya dan memiliki kantor cabang di Jakarta, Semarang, Balikpapan, serta Samarinda. Salah satu produk yang ditawarkan adalah plat baja tahan karat dengan tiga seri (S200, S300, dan S400) yang dipasok oleh pemasok lokal maupun internasional. Beberapa kelemahan proses pembelian disebabkan oleh pemilihan pemasok yang tidak tetap karena belum adanya kriteria prioritas. Kriteria prioritas ditentukan dengan metode Analytical Hierarchy Process (AHP), sedangkan penilaian pemasok dilakukan dengan metode Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS). Hasil AHP menghasilkan bobot kriteria: harga (0,261), ketersediaan (0,206), kualitas (0,200), posisi (0,106), kuantitas (0,102), MOQ (0,060), pengiriman (0,038), metode pembayaran (0,027). Hasil TOPSIS memberikan nilai dan peringkat pemasok: AB (0,587 – 21,0 %), AC (0,764 – 27,3 %), AD (0,565 – 20,2 %), AE (0,490 – 17,5 %), AF (0,397 – 14,1 %).

PT Sutindo Raya Mulia sebagai perusahaan stockist baja tahan karat memiliki lima pemasok produk S200, terdiri dari empat pemasok lokal dan satu pemasok impor.Analisis AHP menghasilkan bobot delapan kriteria utama (harga, ketersediaan, kualitas, posisi, kuantitas, MOQ, pengiriman, metode pembayaran) yang dapat menjadi acuan dalam seleksi pemasok.Berdasarkan TOPSIS, pemasok dengan peringkat tertinggi adalah AC (27,3 %), diikuti oleh AB (21,0 %), AD (20,2 %), AE (17,5 %), dan AF (14,1 %).

Penelitian selanjutnya dapat menguji penerapan metode fuzzy AHP dan fuzzy TOPSIS untuk mengatasi ketidakpastian penilaian subjektif dalam pemilihan pemasok, sehingga menghasilkan bobot kriteria yang lebih robust. Selain itu, studi longitudinal yang melibatkan semua tiga seri plat (S200, S300, S400) selama periode beberapa tahun dapat mengidentifikasi dinamika perubahan prioritas kriteria dan kinerja pemasok seiring waktu, memberikan panduan strategis yang lebih adaptif. Selanjutnya, integrasi aspek keberlanjutan seperti jejak karbon, kebijakan lingkungan, dan tanggung jawab sosial perusahaan sebagai kriteria tambahan dapat dieksplorasi untuk mengevaluasi kontribusi pemasok terhadap pembangunan industri hijau, sehingga memperluas ruang lingkup keputusan selain faktor ekonomi tradisional.

  1. Pengendalian Persediaan Pakan Ayam Broiler dengan Kendala Kapasitas Gudang pada CV Mitra Utama | Jurnal... doi.org/10.33479/jtiumc.v1i2.10Pengendalian Persediaan Pakan Ayam Broiler dengan Kendala Kapasitas Gudang pada CV Mitra Utama Jurnal doi 10 33479 jtiumc v1i2 10
  2. Penentuan Prioritas Kriteria dan Peringkat Pemasok Menggunakan AHP-TOPSIS di PT Sutindo Raya Mulia |... sakti.machung.ac.id/index.php/jtiumc/article/view/45Penentuan Prioritas Kriteria dan Peringkat Pemasok Menggunakan AHP TOPSIS di PT Sutindo Raya Mulia sakti machung ac index php jtiumc article view 45
  3. Penentuan Kriteria Prioritas Pemilihan Supplier pada PT Inkor Bola Pacific dengan menggunakan Metode... doi.org/10.33479/jtiumc.v2i1.24Penentuan Kriteria Prioritas Pemilihan Supplier pada PT Inkor Bola Pacific dengan menggunakan Metode doi 10 33479 jtiumc v2i1 24
  4. Analisis Strategi Pemasaran pada UMKM Depot Glory dengan Menggunakan Metode Analytical Hierarchy Process... doi.org/10.33479/jtiumc.v1i2.11Analisis Strategi Pemasaran pada UMKM Depot Glory dengan Menggunakan Metode Analytical Hierarchy Process doi 10 33479 jtiumc v1i2 11
Read online
File size758.63 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test