TRI GUNA DHARMATRI GUNA DHARMA

Jurnal Cyber TechJurnal Cyber Tech

Dalam perkalian redistribusi penentuan kelayakan penerima tanah dibutuhkan sebuah metode yang dapat menyeleksi kriteria‑kriteria dalam menentukan kelayakan penerima redistribusi tanah bagi masyarakat. Metode yang digunakan untuk pengambilan keputusan ini adalah Multi Objective Optimization On The Basis Of Ratio Analysis (MOORA). Metode MOORA (Multi Objective Optimization On The Basis Of Ratio Analysis) adalah suatu teknik optimasi multi‑objective yang dapat berhasil diterapkan untuk memecahkan berbagai jenis masalah pengambilan keputusan yang kompleks dalam pembuatan keputusan. Metode MOORA menggunakan rating atribut, dimana rating atribut harus dipangkatkan dulu dengan bobot yang bersangkutan, sehingga dapat mempercepat kinerja instansi dalam melayani masyarakat. Sistem Pendukung Keputusan sebagai sebuah sistem berbasis komputer yang membantu dalam proses pengambilan keputusan. SPK sebagai sistem informasi berbasis komputer yang adaptif, interaktif, fleksibel yang secara khusus dikembangkan untuk mendukung solusi dari permasalahan manajemen yang tidak terstruktur untuk meningkatkan kualitas pengambilan keputusan. Namun sistem ini juga memiliki kelemahan dari segi fasilitas dan tampilan program sehingga masih memerlukan perbaikan dalam menentukan tingkat kelayakan penerima redistribusi pada Kantor Pertanahan Kabupaten Donggala.

Penelitian ini berhasil merancang sistem pendukung keputusan berbasis desktop yang menggunakan metode MOORA untuk menentukan kelayakan penerima redistribusi tanah di Kantor Pertanahan Kabupaten Donggala dengan mempertimbangkan empat kriteria.pekerjaan, kepemilikan tanah, penghasilan, dan anggota keluarga.Implementasi metode MOORA dalam aplikasi memungkinkan proses penilaian menjadi cepat dan akurat, serta membantu pihak kantor dalam pengambilan keputusan.Pengujian sistem menunjukkan bahwa desain menggunakan diagram‑diagram (flowchart, use case, activity, class) dan antarmuka program berfungsi dengan baik.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi integrasi metode MOORA dengan logika fuzzy untuk menangani ketidakpastian pada bobot kriteria, sehingga menghasilkan penilaian yang lebih adaptif terhadap variasi data lapangan. Selain itu, penting untuk melakukan perbandingan kinerja antara MOORA dan metode multi‑criteria decision making lain seperti TOPSIS atau VIKOR dalam konteks penentuan kelayakan penerima redistribusi tanah, guna mengidentifikasi kelebihan dan kelemahan masing‑masing pendekatan. Selanjutnya, dapat dikembangkan sistem pendukung keputusan berbasis web yang terintegrasi dengan sistem informasi geografis (GIS), sehingga data spasial lahan dan lokasi calon penerima dapat diproses bersama atribut non‑spasial, meningkatkan akurasi dan efisiensi dalam pengambilan keputusan serta memudahkan akses bagi pihak terkait.

Read online
File size1.2 MB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test