TRI GUNA DHARMATRI GUNA DHARMA

Jurnal Cyber TechJurnal Cyber Tech

Demam Berdarah merupakan penyakit menular yang terdapat di wilayah tropis maupun subtropis. Semakin meningkatnya kepadatan penduduk di Kota Wilayah Perumnas Simalingkar. Melihat daerah penyebarannya perlu dibuat sebuah pengelompokan data penyebaran agar dapat memperoleh pusat titik penyebaran. Implementasi data mining menggunakan algoritma K-Means sangat membantu dalam pengelompokan daerah sporadis, potensi dan endemis. Hasil pengelompokan C1 ada 6 Lingkungan dan C2 ada 13 Lingkungan, dari total 19 lingkungan. Akan menjadi bahan untuk melakukan penyehatan lingkungan sesuai dengan kelompok yang akan dikerjakan oleh Puskesmas Perumnas Simalingkar.

Berdasarkan analisis menggunakan algoritma K-Means, data dapat dikelompokkan menjadi dua klaster yaitu tinggi dan rendah yang menunjukkan pola penyebaran DBD.Dari total 19 lingkungan, 6 lingkungan tergolong dalam klaster tinggi dan 13 lingkungan tergolong dalam klaster rendah.Sistem yang dirancang mencakup perancangan diagram Use Case, Activity, Class, flowchart program, serta basis data dan antarmuka pengguna untuk mendukung proses clustering.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki pengaruh penambahan variabel lingkungan seperti curah hujan, suhu rata‑rata, dan kepadatan vegetasi terhadap akurasi pengelompokan daerah berisiko Demam Berdarah menggunakan algoritma K‑Means, sehingga model dapat mencerminkan faktor‑faktor ekologis yang berkontribusi pada penyebaran penyakit. Selain itu, penting untuk membandingkan kinerja algoritma K‑Means dengan metode clustering lainnya, misalnya DBSCAN atau hierarchical clustering, dalam mengidentifikasi pola penyebaran DBD, sehingga dapat dipilih teknik yang paling efektif untuk data dengan karakteristik berbeda. Penelitian juga dapat mengembangkan sistem pendukung keputusan berbasis GIS yang memperbarui hasil clustering secara real‑time dan menampilkan peta risiko DBD, memungkinkan petugas kesehatan melakukan intervensi yang lebih tepat waktu dan terlokalisasi. Selanjutnya, evaluasi dampak penerapan sistem tersebut terhadap penurunan angka kejadian DBD di wilayah studi dapat dilakukan melalui studi longitudinal, guna menilai kontribusi teknologi informasi dalam upaya pencegahan. Akhirnya, eksplorasi penggunaan data mobilitas penduduk dan laporan klinis secara anonim dapat memperkaya basis data, sehingga analisis clustering dapat menyesuaikan dinamika penyebaran penyakit secara lebih responsif.

  1. Pemetaan Siswa Berprestasi Menggunakan Metode K-Means Clustring | JURTEKSI (jurnal Teknologi dan Sistem... jurnal.stmikroyal.ac.id/index.php/jurteksi/article/view/28Pemetaan Siswa Berprestasi Menggunakan Metode K Means Clustring JURTEKSI jurnal Teknologi dan Sistem jurnal stmikroyal ac index php jurteksi article view 28
  2. Dengue Fever: the Next Global Killer - Raynes - 2018 - The FASEB Journal - Wiley Online Library. dengue... faseb.onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1096/fasebj.2018.32.1_supplement.819.17Dengue Fever the Next Global Killer Raynes 2018 The FASEB Journal Wiley Online Library dengue faseb onlinelibrary wiley doi 10 1096 fasebj 2018 32 1 supplement 819 17
Read online
File size1.4 MB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test