UNISMUH PALUUNISMUH PALU

Journal of Public Health and PharmacyJournal of Public Health and Pharmacy

Penelitian ini menyelidiki determinan sosiodemografi dan psikososial penggunaan rokok elektrik (e-cigarette) di kalangan dewasa muda di divisi Samarahan dan Kuching, Sarawak, Malaysia. Studi cross-sectional dilakukan pada perokok berusia 18 tahun ke atas dengan total 474 partisipan yang direkrut menggunakan cluster sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara tatap muka menggunakan kuesioner terstruktur. Regresi logistik multinomial hierarkis diterapkan untuk mengidentifikasi prediktor utama penggunaan e-cigarette. Hasil analisis mengungkapkan bahwa perempuan lebih cenderung menjadi pengguna e-smoker (AOR = 5.889, p < .001) dan switcher (AOR = 2.647, p = .021) dibandingkan laki-laki. Selain itu, pemegang gelar sarjana lebih cenderung menjadi pengguna e-smoker dibandingkan perokok ganda (AOR = 4.106, p = .025). Faktor psikososial, seperti norma subjektif (AOR = 1.435, p = .023) dan kegunaan yang dirasakan (AOR = 1.616, p = .016), merupakan prediktor signifikan dari penggunaan e-cigarette. Temuan ini memberikan wawasan berharga untuk merancang strategi kesehatan masyarakat yang ditargetkan untuk mengatur penggunaan e-cigarette dan mendukung upaya penghentian merokok di Malaysia.

Faktor sosiodemografi dan psikososial, seperti jenis kelamin dan pendidikan, memengaruhi penggunaan e-cigarette di Sarawak.Penelitian ini menyoroti pentingnya intervensi kesehatan masyarakat yang menargetkan pendidikan tentang implikasi kesehatan dari penggunaan e-cigarette, terutama di kalangan perempuan dan individu dengan tingkat pendidikan yang lebih tinggi.Selain itu, memasukkan faktor pengaruh sosial dalam program penghentian merokok, seperti memanfaatkan norma teman sebaya yang positif dan mempromosikan manfaat yang dirasakan dari berhenti merokok, dapat meningkatkan efektivitas inisiatif ini.

Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan untuk memperdalam pemahaman tentang fenomena penggunaan e-cigarette di kalangan dewasa muda. Pertama, penelitian longitudinal diperlukan untuk melacak perubahan pola penggunaan e-cigarette dari waktu ke waktu dan mengidentifikasi faktor-faktor yang memprediksi transisi dari penggunaan e-cigarette ke penggunaan rokok konvensional atau keberhasilan penghentian merokok sepenuhnya. Kedua, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk mengeksplorasi secara mendalam motivasi, persepsi, dan pengalaman individu dalam menggunakan e-cigarette, dengan fokus pada peran norma sosial dan pengaruh pemasaran. Ketiga, penelitian intervensi yang mengevaluasi efektivitas berbagai strategi pencegahan dan penghentian penggunaan e-cigarette, termasuk program pendidikan, kampanye kesadaran, dan dukungan perilaku, perlu dilakukan untuk mengembangkan pendekatan yang lebih efektif dalam mengatasi masalah kesehatan masyarakat yang terkait dengan penggunaan e-cigarette.

Read online
File size327.85 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test