UNIKOMUNIKOM

Telekontran : Jurnal Ilmiah Telekomunikasi, Kendali dan Elektronika TerapanTelekontran : Jurnal Ilmiah Telekomunikasi, Kendali dan Elektronika Terapan

Sampah merupakan hasil samping yang dianggap sudah tidak terpakai. Pengolahan perlu dilakukan untuk meminimalisir efek pencemaran lingkungan yang terjadi. Pengolahan dalam konteks ini secara umum merupakan proses transformasi sampah baik secara fisik, kimia maupun biologi. Transformasi secara biologi yaitu perubahan bentuk sampah dengan memanfaatkan aktivitas mikroorganisme untuk mendekomposisi sampah menjadi bahan stabil yaitu kompos. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan menghasilkan sistem komposter yang mampu menghasilkan kompos dengan bantuan rekayasa teknologi. Aspek yang diperhatikan dalam menghasilkan pupuk kompos dari sampah organik salah satunya adalah nilai suhu dan kelembaban lingkungan pengomposan yang perlu dipertahankan mendekati nilai ideal yang seharusnya. Untuk menjaga kondisi parameter tersebut penulis menerapkan sistem kendali yang dibangun menggunakan metode fuzzy logic control (FLC). Level suhu dan kelembaban yang diset dan dikendalikan tersebut, melalui sensor datanya kemudian dikirim ke sebuah webserver untuk kemudahan dalam proses analisa terhadap hasil yang didapatkan pada proses pengomposan saat itu dan menjadi referensi data untuk penentuan parameter kendali pada pengomposan berikutnya. Pengujian keseluruhan proses dekomposisi pupuk dilakukan selama 30 hari didapatkan hasil yang memenuhi standarisasi kualitas pupuk kompos yang memiliki tingkat kelembaban 50.35%, suhu 25℃ dan pH 6.7, serta memiliki warna kehitaman dan berbau tanah, hal ini dapat dibuktikan dengan mengacu kepada aturan Badan Standarisasi Nasional (SNI 19-7030-2004) tentang kualitas kompos.

Penelitian ini menghasilkan pupuk kompos dari sampah organik dengan kualitas yang memenuhi standar Badan Standarisasi Nasional (SNI 19-7030-2004), yaitu memiliki tingkat kelembaban 50.Sistem kendali berbasis fuzzy logic mampu menjaga kondisi kelembapan dan suhu selama proses pengomposan.Sistem monitoring jarak jauh berbasis Internet of Things (IoT) berhasil mengirimkan data kelembapan, suhu, pH, dan volume air ke server untuk pemantauan.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengoptimalkan algoritma fuzzy logic control dengan mempertimbangkan parameter lain seperti rasio karbon dan nitrogen (C/N) untuk meningkatkan efisiensi proses dekomposisi. Kedua, pengembangan sistem dapat dilakukan dengan mengintegrasikan sistem prediksi cuaca untuk menyesuaikan parameter kendali secara otomatis berdasarkan kondisi lingkungan eksternal, sehingga proses pengomposan dapat berjalan optimal dalam berbagai kondisi cuaca. Ketiga, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan sistem otomatisasi penuh yang mencakup pembalikan kompos secara otomatis dan penambahan bahan baku kompos berdasarkan data sensor, untuk mengurangi intervensi manusia dan meningkatkan produktivitas. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan sistem pengomposan yang lebih cerdas, efisien, dan berkelanjutan, serta memberikan kontribusi positif terhadap pengelolaan sampah organik dan produksi pupuk kompos berkualitas tinggi.

Read online
File size524.12 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test