PDGIPDGI

Jurnal Radiologi Dentomaksilofasial Indonesia (JRDI)Jurnal Radiologi Dentomaksilofasial Indonesia (JRDI)

Tujuan studi ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan tentang diagnosis Dense Bone Island dan diagnosa banding serta menekankan karakteristik radiografi dari lesi ini. Laporan kasus menggambarkan seorang pria berusia 24 tahun yang dirujuk untuk pemeriksaan radiografi dari Instalasi Periodonsia. Pasien akan dipasang implant gigi pada premolar kedua rahang bawah. Pemeriksaan radiografi (periapikal, panoramik, dan CBCT) menunjukkan lesi radiopak, well-defined, berbentuk bulat dengan diameter sekitar 6 mm di sekitar apikal gigi 44. Kesimpulan menunjukkan bahwa Dense Bone Island adalah peningkatan kepadatan tulang yang terjadi di maksila atau mandibula, terutama di sekitar akar gigi, dan seringkali asimtomatik. Pasien tidak memiliki keluhan klinis sebelum maupun setelah pemasangan implant.

Dense Bone Island merupakan peningkatan kepadatan tulang yang terjadi pada maksila atau mandibula, terutama di sekitar akar gigi, dan bersifat asimtomatik.Kasus yang terjadi pada pasien ini tidak terdapat keluhan secara klinis sebelum maupun setelah dilakukan pemasangan dental implant.Lesi ini tidak memengaruhi keberhasilan pemasangan implant, namun perlu lebih banyak penelitian untuk menjelaskan pengaruhnya terhadap osseointegrasi.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji pengaruh jangka panjang Dense Bone Island terhadap keberhasilan implant, dibandingkan dengan teknik pencitraan lainnya untuk deteksi dini. Selain itu, perlu diteliti faktor genetik yang memengaruhi keberadaan lesi ini. Studi juga dapat mengeksplorasi hubungan antara kepadatan tulang pada Dense Bone Island dengan respon implant dalam kondisi berbeda, seperti pada pasien dengan riwayat agenesis gigi. Penelitian tentang perubahan morfologi tulang sekitar lesi selama proses ortodontik juga relevan. Diperlukan penelitian kuantitatif untuk membandingkan frekuensi lesi ini di populasi berbeda dan pengaruhnya terhadap pertumbuhan gigi. Selain itu, studi tentang penggunaan CBCT sebagai alat utama dalam diagnosis Dense Bone Island bisa dikembangkan. Penelitian klinis tentang hubungan antara lesi ini dan komplikasi implant dalam jangka panjang juga penting. Kajian tentang peran Dense Bone Island dalam pengaturan posisi gigi selama erupsi juga perlu dilanjutkan. Penelitian tentang pengaruh lingkungan dan nutrisi terhadap pembentukan lesi ini bisa menjadi arah studi baru. Akhirnya, studi tentang mekanisme biologis yang menyebabkan peningkatan kepadatan tulang pada lesi ini tetap relevan untuk penelitian lanjutan.

  1. Journal of Pharmacy and Bioallied Sciences. journal pharmacy bioallied sciences journals.lww.com/jpbs/fulltext/2015/07002/disto_angular_transmigrated_impacted_mandibular.103.aspxJournal of Pharmacy and Bioallied Sciences journal pharmacy bioallied sciences journals lww jpbs fulltext 2015 07002 disto angular transmigrated impacted mandibular 103 aspx
  2. Journal of Cranio-Maxillary Diseases : Page Not Found. journal cranio maxillary diseases page users home... doi.org/10.4103/2278-9588.113565Journal of Cranio Maxillary Diseases Page Not Found journal cranio maxillary diseases page users home doi 10 4103 2278 9588 113565
  3. Temuan insidental dense bone island pada radiograf panoramik | Jurnal Radiologi Dentomaksilofasial Indonesia... doi.org/10.32793/jrdi.v4i1.478Temuan insidental dense bone island pada radiograf panoramik Jurnal Radiologi Dentomaksilofasial Indonesia doi 10 32793 jrdi v4i1 478
  4. 0. pdf obj endobj xref trailer startxref eof lgir 7s doi.org/10.4317/medoral.14.e6400 pdf obj endobj xref trailer startxref eof lgir 7s doi 10 4317 medoral 14 e640
Read online
File size581.99 KB
Pages4
DMCAReport

Related /

ads-block-test