UNNARUNNAR

THE SPIRIT OF SOCIETY JOURNAL : International Journal of Society Development and EngagementTHE SPIRIT OF SOCIETY JOURNAL : International Journal of Society Development and Engagement

Untuk bertahan dalam industri, kontraktor skala kecil-menengah dituntut untuk adaptif. Namun, banyak kendala yang dihadapi kelompok ini. Istilah bertahan dapat diartikan dengan melakukan inovasi berkelanjutan. Penelitian ini dilakukan untuk menginvestigasi isu-isu inovasi yang mungkin memicu atau menggagalkan inovasi di kalangan kontraktor skala kecil-menengah. Studi literatur dilakukan sebagai metode primer dan dilanjutkan dengan penelitian lapangan menggunakan kuesioner. Dari penelitian ditemukan bahwa motivasi dan orientasi utama dalam proses inovasi adalah daya saing antar kelompok kontraktor, diikuti oleh upaya untuk menanggapi lingkungan industri terkini. Namun, mereka cenderung menghindari perubahan dalam konsep bisnis mereka. Terakhir, ketersediaan sumber pendanaan disoroti sebagai faktor utama yang dapat membuat inisiatif inovasi berhasil.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa daya saing antar perusahaan konstruksi menjadi pemicu utama inovasi, diikuti oleh upaya adaptasi terhadap perubahan lingkungan industri, seringkali dengan mengkombinasikan inovasi berbasis pasar dan sumber daya.Meskipun demikian, kontraktor cenderung menghindari perubahan radikal pada konsep bisnis mereka.Keberhasilan proses inovasi sangat ditentukan oleh ketersediaan sumber daya internal perusahaan, terutama pengembangan sumber daya manusia dan dukungan pendanaan.

Untuk penelitian lanjutan, penting untuk menggali lebih dalam alasan di balik keengganan kontraktor skala kecil-menengah untuk mengubah konsep bisnis mereka secara radikal. Sebuah studi dapat menyelidiki bagaimana persepsi risiko dan strategi mitigasi risiko yang ada memengaruhi keputusan mereka untuk berinovasi, serta mengidentifikasi faktor-faktor spesifik, seperti insentif yang disesuaikan atau program pendampingan yang intensif, yang dapat memotivasi mereka untuk berani melakukan transformasi bisnis. Selain itu, mengingat 100% responden menyatakan membutuhkan bantuan eksternal, penelitian lebih lanjut dapat mengevaluasi efektivitas program bantuan yang sudah ada, baik dari pemerintah maupun lembaga lain. Ini akan membantu merancang program yang lebih terarah dan optimal, mempertimbangkan perbedaan kebutuhan antara kontraktor skala kecil dan menengah—apakah mereka memerlukan pendampingan aktif atau sekadar referensi. Terakhir, dengan temuan bahwa mekanisme tender berbiaya terendah menghambat inovasi, studi masa depan perlu meneliti dampak jangka panjang dari kebijakan pengadaan tersebut terhadap kapasitas inovasi berkelanjutan dan daya saing kontraktor. Penelitian ini dapat mengusulkan model pengadaan alternatif yang mampu mendorong inovasi tanpa mengesampingkan efisiensi, sehingga menciptakan ekosistem industri yang lebih sehat dan inovatif. Ketiga area penelitian ini akan memberikan pemahaman komprehensif tentang tantangan dan peluang inovasi di sektor konstruksi UKM Indonesia.

Read online
File size122.15 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test