UNTAG SMDUNTAG SMD

Jurnal Totem : Architecture, Environment, Region and Local WisdomJurnal Totem : Architecture, Environment, Region and Local Wisdom

Identitas Kota Sanga-sanga berperan memperkenalkan sejarah dan potensi kota sebagai destinasi wisata di Kabupaten Kutai Kartanegara. Memperkuat identitas kota melalui monumen dengan tujuan memunculkan potensi alam serta sejarah perjuangan. Metode penelitian yaitu meliputi pengumpulan data, analisis, konsep dan drawing. Bentuk tampilan mengambil simbolis perjuangan yaitu tangan dan kobaran api menandakan berkobarnya semangat dalam memperjuangkan Sanga-sanga dengan lima kobaran menandakan 5 kelurahan di Sanga-sanga. Serta minyak bumi melambangkan potensi minyak bumi di kota Sanga-sanga. Hasil pembahasan menunjukkan besaran kebutuhan ruang 13548.81 m2 dengan 2 bangunan sudah ada pada lokasi yaitu museum Merah Putih dan gedung Sandisa. Luas lahan 52000 m2, KDB 14700 m2 dan KDH 34300 m2. Pola gubahan massa terpusat terdiri dari bentuk-bentuk sekunder mengitari bangunan utama. Dengan meninjau konsep matahari diterapkan pada bangunan, jam 12 siang kepala monumen bersinar terang sehingga memperindah dan memberi point tambahan keagungan pada perancangan monumen perjuangan sebagai identitas kota Sanga-sanga.

Dari hasil pembahasan pada perencanaan monumental perjuangan di Kota Sanga-sanga, yaitu.81 m2 dengan pembagian 5 massa bangunan dengan 2 bangunan yang sudah ada pada lokasi yaitu museum Merah Putih dan gedung Sandisa.Luas lahan 52000 m2, KDB 14700 m2 dan KDH 34300 m2.Pola gubahan massa terpusat terdiri dari sejumlah bentuk-bentuk sekunder mengitari bangunan utama.Dengan meninjau konsep matahari yang diterapkan pada bangunan bahwa pada bulan Maret dan September matahari tepat diatas bangunan maka pada bulan tersebut pengunjung dapat melihat pancaran sinar yang ditangkap oleh kepala monumen yang terbuat dari kaca, pada jam 12 siang kepala monumen akan bersinar terang sehingga memperindah dan memberi point tambahan keagungan pada perancangan monumen perjuangan sebagai identitas kota Sanga-sanga.Sedangkan pada ruangan bawah seperti basement menggunakan solatube yaitu masih memanfaatkan cahaya alami dari matahari.Konsep bentuk yang ditampilkan dalam monumen mengambil simbolis bentuk perjuangan yaitu tangan dan kobaran api menandakan berkobarnya semangat dalam memperjuangkan Sanga-sanga dengan lima kobaran menandakan 5 kelurahan di Sanga-sanga.Serta simbolis minyak bumi melambangkan potensi minyak bumi di kota Sanga-sanga.

1. Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi dampak monumen perjuangan terhadap identitas budaya lokal dan pengembangan wisata berbasis sejarah di Sanga-sanga. 2. Studi tentang efektivitas sistem pencahayaan alami (solatube) dalam mengurangi ketergantungan pada energi listrik pada bangunan monumen. 3. Analisis lebih mendalam mengenai simbolisme desain monumen, seperti penggunaan tangan dan kobaran api, serta relevansinya dengan narasi sejarah perjuangan kota Sanga-sanga dalam konteks budaya dan sosial masyarakat setempat.

Read online
File size338.24 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test