PUBLIKASIINDONESIAPUBLIKASIINDONESIA
Jurnal Indonesia Sosial TeknologiJurnal Indonesia Sosial TeknologiKondisi kemacetan yang terjadi di kampus UMY dan rute ke kampus yang memiliki kepadatan dan kemacetan tinggi di pagi dan sore hari mendorong perlunya studi terkait alasan mengapa mahasiswa memilih moda transportasi yang digunakan dan bentuk pola perjalanan yang dilakukan setiap hari. Tujuan dari studi ini adalah untuk menggambarkan karakteristik demografis dan karakteristik perjalanan mahasiswa ke kampus. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif, dengan desain cross-sectional dan teknik pengambilan sampel purposive, serta melibatkan mahasiswa S1 dan S2 dari Fakultas Teknik. Data dikumpulkan melalui kuesioner, observasi, dan sumber sekunder, kemudian dianalisis menggunakan statistik. Berdasarkan hasil penelitian, sebagian besar mahasiswa UMY berusia 19-23 tahun, laki-laki, memiliki penghasilan di atas UMP, dan memiliki SIM C. Mobil pribadi digunakan secara stabil untuk jarak pendek-sedang dan mendominasi kategori biaya tinggi. Bus Trans Jogja populer untuk jarak sedang (8-14 km) di kalangan mahasiswa dengan anggaran terbatas. Transportasi online dipilih untuk perjalanan pendek-sedang dengan biaya lebih tinggi. Studi ini menyimpulkan bahwa mahasiswa memprioritaskan fleksibilitas, efisiensi waktu, dan ketersediaan biaya saat memilih moda transportasi. Implikasi kebijakan menunjukkan kebutuhan untuk meningkatkan akses transportasi umum, menyediakan layanan shuttle kampus, dan solusi parkir untuk mengoptimalkan mobilitas mahasiswa dan mengurangi kemacetan. Penelitian lanjutan disarankan untuk mengeksplorasi kerangka kebijakan untuk transportasi berkelanjutan di lingkungan kampus.
Berdasarkan hasil analisis, ditemukan bahwa sebagian besar responden berusia 19-23 tahun, laki-laki, memiliki penghasilan di atas UMP, memiliki SIM C, dengan waktu perjalanan antara 0-15 menit, jarak 1-7 km, dan biaya transportasi antara Rp 0 - Rp 15.Sepeda motor pribadi adalah moda transportasi yang paling dominan di kalangan mahasiswa UMY, baik laki-laki maupun perempuan, serta mahasiswa yang memiliki SIM C.Sepeda motor pribadi lebih banyak digunakan untuk perjalanan dengan waktu 0-15 menit, sementara mobil pribadi digunakan untuk waktu perjalanan 5-25 menit, dan Bus Trans Jogja lebih luas digunakan untuk waktu perjalanan 16-25 menit.Transportasi online, baik sepeda motor maupun mobil, digunakan lebih sering untuk jarak pendek-sedang, meskipun jumlah pengguna lebih kecil dibanding moda pribadi.Sepeda motor pribadi mendominasi dalam semua kategori jarak, khususnya 1-7 km.Bus Trans Jogja lebih luas digunakan untuk jarak sedang (8-14 km), sementara mobil pribadi digunakan secara stabil untuk jarak pendek-sedang.Transportasi online lebih sering digunakan untuk jarak pendek, tetapi dengan biaya lebih tinggi dibanding moda pribadi.Untuk jarak panjang (22-28 km), moda transportasi pribadi lebih disukai karena kenyamanan dan kecepatan.Sepeda motor pribadi mendominasi dalam kategori biaya rendah (Rp 0 - Rp 15.000), sementara Bus Trans Jogja lebih populer di kalangan mahasiswa dengan anggaran terbatas.Transportasi online (sepeda motor dan mobil) adalah pilihan dalam kisaran biaya Rp 16.000, dan mobil pribadi digunakan lebih banyak dalam kategori biaya tinggi (Rp 28.Bus Trans Jogja dan sepeda motor pribadi lebih disukai karena biaya rendah, sementara sepeda motor pribadi juga lebih dipilih karena kemudahan akses.
Penelitian lanjutan dapat fokus pada evaluasi kebijakan parkir di kampus-kampus besar lainnya untuk mengidentifikasi solusi universal terhadap masalah kepadatan. Studi tentang pengaruh kebijakan transportasi kampus terhadap preferensi mahasiswa dalam menggunakan transportasi umum atau pribadi juga penting, terutama dengan adanya rekomendasi untuk meningkatkan akses transportasi umum. Selain itu, analisis peran teknologi dalam meningkatkan efisiensi transportasi, seperti penggunaan aplikasi transportasi berbasis AI untuk mengoptimalkan rute dan pengurangan waktu tunggu, bisa menjadi arah penelitian baru yang relevan dengan tantangan mobilitas akademik saat ini.
- A Tour-Based Mode Choice Model for Commuters in Indonesia | MDPI. tour based mode choice model commuters... mdpi.com/2071-1050/11/3/788A Tour Based Mode Choice Model for Commuters in Indonesia MDPI tour based mode choice model commuters mdpi 2071 1050 11 3 788
- Analisis Pengaruh Variabel Ekonomi Makro terhadap Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) periode 2016... doi.org/10.33476/j.e.b.a.v4i1.1235Analisis Pengaruh Variabel Ekonomi Makro terhadap Indeks Saham Syariah Indonesia ISSI periode 2016 doi 10 33476 j e b a v4i1 1235
- Analisis Tingkat Pencemaran Udara Kendaraan Bermotor di Area Parkir Selatan Universitas Muhammadiyah... doi.org/10.33084/mitl.v8i1.4680Analisis Tingkat Pencemaran Udara Kendaraan Bermotor di Area Parkir Selatan Universitas Muhammadiyah doi 10 33084 mitl v8i1 4680
- PENYULUHAN USAHA PENINGKATAN JUMLAH PENUMPANG PADA USAHA JASA ANGKUTAN UMUM RAJAWALI SUMATERA UTARA DI... doi.org/10.31764/jpmb.v6i2.7027PENYULUHAN USAHA PENINGKATAN JUMLAH PENUMPANG PADA USAHA JASA ANGKUTAN UMUM RAJAWALI SUMATERA UTARA DI doi 10 31764 jpmb v6i2 7027
| File size | 347.23 KB |
| Pages | 19 |
| DMCA | Report |
Related /
ITENASITENAS Berdasarkan analisis trendline, strategi yang perlu dilakukan adalah meningkatkan luas RTH sebesar 50 Ha setiap tahun agar nilai ISPU di tahun 2030 menjadiBerdasarkan analisis trendline, strategi yang perlu dilakukan adalah meningkatkan luas RTH sebesar 50 Ha setiap tahun agar nilai ISPU di tahun 2030 menjadi
PAPANDAPAPANDA dalam evaluasi pembelajaran terbukti efektif dalam mengukur kemampuan berpikir kritis siswa. Tingkat validitas dan kepraktisan yang tinggi, ditambah sifatdalam evaluasi pembelajaran terbukti efektif dalam mengukur kemampuan berpikir kritis siswa. Tingkat validitas dan kepraktisan yang tinggi, ditambah sifat
PAPANDAPAPANDA Peserta didik dengan kemampuan rendah secara umum mengalami kesulitan dalam memahami konsep dasar, menyusun model matematika, menerapkan metode penyelesaian,Peserta didik dengan kemampuan rendah secara umum mengalami kesulitan dalam memahami konsep dasar, menyusun model matematika, menerapkan metode penyelesaian,
PAPANDAPAPANDA Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XII IPA SMA Al-Hasanah Pamulang yang terdiri dari tiga kelas. Sampel penelitian diambil satu kelas menggunakanPopulasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XII IPA SMA Al-Hasanah Pamulang yang terdiri dari tiga kelas. Sampel penelitian diambil satu kelas menggunakan
PAPANDAPAPANDA Aplikasi ini menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan interaktif melalui fitur-fitur gamifikasi. Quizizz juga meningkatkan penguasaan materi danAplikasi ini menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan interaktif melalui fitur-fitur gamifikasi. Quizizz juga meningkatkan penguasaan materi dan
PAPANDAPAPANDA Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembelajaran menggunakan Discovery Learning dapat meningkatkan pemahaman konsep matematis siswa kelas VIII SMP NegeriPenelitian ini menyimpulkan bahwa pembelajaran menggunakan Discovery Learning dapat meningkatkan pemahaman konsep matematis siswa kelas VIII SMP Negeri
PAPANDAPAPANDA Instrumen penelitian terdiri dari lembar validasi ahli media dan ahli materi, serta lembar kepraktisan bagi guru dan siswa. Analisis data dilakukan denganInstrumen penelitian terdiri dari lembar validasi ahli media dan ahli materi, serta lembar kepraktisan bagi guru dan siswa. Analisis data dilakukan dengan
PAPANDAPAPANDA Penelitian dilakukan dengan metode kepustakaan menggunakan pendekatan interpretatif dan hermeneutika. Data dikumpulkan melalui literatur dengan bantuanPenelitian dilakukan dengan metode kepustakaan menggunakan pendekatan interpretatif dan hermeneutika. Data dikumpulkan melalui literatur dengan bantuan
Useful /
UNIPMAUNIPMA Penelusuran literatur dilakukan pada database Scopus, SAGE, ScienceDirect, dan SpringerLink terhadap artikel yang dipublikasikan pada tahun 2020–2025.Penelusuran literatur dilakukan pada database Scopus, SAGE, ScienceDirect, dan SpringerLink terhadap artikel yang dipublikasikan pada tahun 2020–2025.
PAPANDAPAPANDA Sebaliknya, pengaruh sosial seperti rekomendasi dari teman atau senior tidak memberikan dampak signifikan terhadap pemilihan. Temuan ini mengindikasikanSebaliknya, pengaruh sosial seperti rekomendasi dari teman atau senior tidak memberikan dampak signifikan terhadap pemilihan. Temuan ini mengindikasikan
PAPANDAPAPANDA Model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) bertujuan untuk mengetahui apakah model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dan gaya belajar secaraModel pembelajaran Problem Based Learning (PBL) bertujuan untuk mengetahui apakah model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dan gaya belajar secara
PAPANDAPAPANDA Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan model Discovery Learning efektif dalam meningkatkan ketuntasan hasil belajar siswa kelas VII SMP Negeri SumberHasil penelitian menunjukan bahwa penerapan model Discovery Learning efektif dalam meningkatkan ketuntasan hasil belajar siswa kelas VII SMP Negeri Sumber