UNIMAUNIMA

Jurnal Ilmiah Desain Sains Arsitektur (DeSciArs)Jurnal Ilmiah Desain Sains Arsitektur (DeSciArs)

Spiritualitas merupakan kesadaran ilahiah tertinggi manusia sejak purba, kemudian berkembang sedemikian rupa hingga sekarang. Sejak purba arsitektur merupakan komponen fisik sebagai sarana manusia mengekspresikan spiritualitas mereka. Tradisi serta praktik ini begitu sarat akan simbolisme dan pemaknaan yang terekspresi dari perkembangan kesadaran serta pencerahan. Persebaran populasi serta dinamika kehidupan berbudaya umat manusia membentuk tradisi spiritual masing-masing yang berbeda. Perbedaan ini membentuk keragaman yang kaya serta otentik. Untuk menuju keharmonisan peradaban tentunya arsitektur salah satu komponen yang paling indah dalam mewujudkan ekspresi yang dapat memicu kesadaran ilahi ini. Indonesia merupakan negara kaya akan keindahan alam, suku, serta tradisi, dibutuhkan kesadaran melestarikan ini, khususnya di belahan utara yaitu Kota Manado serta Tomohon. Keharmonisan sosial di Daerah tersebut dibutuhkan apresiasi penting lewat penyediaan sarana spiritual yang mencakup secara universal. Gagasan perancangan arsitektur ini sebagai gambaran ide serta menjadi sumbangan gagasan untuk adanya sebuah fasilitas spiritual yang mengangkat makna serta simbolisme yang otentik dari masing-masing tradisi keagamaan yang ada di Indonesia.

“Perancangan Spiritual Center dengan Pendekatan Arsitektur Simbolik di Kota Tomohon merupakan salah satu karya ilmiah yang memadukan kesadaran pengetahuan dengan kreativitas.Sekiranya dengan karya ini dapat menjadi salah satu sumbangsih referensi bagi akademisi serta instansi pemerintahan dalam menanggapi isu sosial, masyarakat melalui arsitektur.Dengan penerapan pendekatan Simbolik dalam Arsitektur, sekiranya dapat menambah kesadaran tantang pemaknaan keyakinan masing-masing dalam merenungi pengalaman Spiritual.

Penelitian selanjutnya dapat mengkaji bagaimana pengalaman pengguna di Spiritual Center memengaruhi persepsi spiritualitas antarumat beragama melalui metode survei kualitatif dan observasi partisipatif. Selanjutnya, studi komparatif antara arsitektur simbolik yang diterapkan di Tomohon dengan pusat spiritual serupa di wilayah lain dapat menilai kontribusi desain terhadap tingkat toleransi antaragama secara kuantitatif. Penelitian ketiga dapat mengembangkan model parametris berbasis data simbolik untuk merancang ruang sakral yang responsif terhadap kebutuhan ritual masing‑masing agama, lalu menguji efektivitasnya melalui simulasi 3‑D dan uji lapangan. Ide-ide tersebut diharapkan memperluas pemahaman tentang peran arsitektur simbolik dalam memperkuat kohesi sosial, sekaligus memberikan panduan praktis bagi perancang dan pembuat kebijakan. Setiap kajian harus melibatkan partisipasi aktif komunitas agama, ilmuwan sosial, dan arsitek guna memastikan hasil yang inklusif dan aplikatif. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi ilmiah yang signifikan terhadap pengembangan ruang spiritual yang harmonis dan berkelanjutan.

  1. POLA INTERAKSI PEDAGANG MUSLIM DAN NON MUSLIM DALAM MENDORONG SIKAP TOLERANSI DI PASAR BESEHATI KOTA... ejournal.mandalanursa.org/index.php/JIME/article/view/2855POLA INTERAKSI PEDAGANG MUSLIM DAN NON MUSLIM DALAM MENDORONG SIKAP TOLERANSI DI PASAR BESEHATI KOTA ejournal mandalanursa index php JIME article view 2855
Read online
File size1.14 MB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test