UMNYARSIUMNYARSI

Journal of Public Administration and Management StudiesJournal of Public Administration and Management Studies

Studi ini fokus pada pengambilan obat non racikan dan kepuasan pasien di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Ibnu Sina Bukittinggi. Dengan meningkatnya keluhan pasien terhadap waktu tunggu yang lama, memahami faktor yang memengaruhi keterlambatan dan dampaknya terhadap kepuasan pasien sangat penting. Studi kuantitatif ini melibatkan 100 responden yang dipilih secara acak dan menggunakan survei yang diberikan kepada pasien rawat jalan di apotek rumah sakit. Data waktu tunggu dikumpulkan dan dianalisis menggunakan uji Chi-square untuk mengevaluasi hubungan antara waktu tunggu dan kepuasan pasien. Hasil menunjukkan bahwa kebanyakan pasien tidak puas jika waktu tunggu melebihi standar rumah sakit 30 menit. Analisis statistik menunjukkan korelasi kuat antara waktu tunggu yang lama dan skor kepuasan pasien yang lebih rendah, terutama selama jam sibuk. Rekomendasi untuk meningkatkan kepuasan pasien meliputi penambahan staf selama jam sibuk dan penerapan sistem antrean untuk mengelola alur pasien. Tingkat kepuasan pasien rata-rata adalah 77%, dengan dimensi Tangible mencapai 80% dan dimensi Reliability hanya 63%. Uji Chi-square menunjukkan hubungan signifikan antara waktu tunggu pengambilan obat dan kepuasan pasien (p = 0,001).

Studi ini menunjukkan korelasi signifikan antara waktu tunggu pengambilan obat non racikan dan kepuasan pasien di Instalasi Farmasi RS Islam Ibnu Sina Bukittinggi tahun 2024 (p=0,001).Sebagian besar pasien (54%) mengalami waktu tunggu melebihi standar 30 menit, terutama pada jam sibuk, yang berdampak negatif pada kepuasan pasien.Meskipun kepuasan pasien secara keseluruhan mencapai 77%, dimensi Reliability menunjukkan skor terendah (63%), menunjukkan perlunya peningkatan efisiensi pelayanan.Rekomendasi untuk meningkatkan kepuasan pasien meliputi penambahan staf pada jam sibuk dan implementasi sistem antrean yang efektif.

Berdasarkan hasil penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dikembangkan. Pertama, penelitian perlu dilakukan untuk mengevaluasi dampak perbedaan standar waktu tunggu antar rumah sakit di berbagai daerah, terutama yang memiliki fasilitas dan sumber daya berbeda. Kedua, studi lebih lanjut diperlukan untuk mengkaji pengaruh faktor non-waktu tunggu, seperti kualitas komunikasi petugas atau ketersediaan informasi obat, terhadap kepuasan pasien. Ketiga, penelitian dapat fokus pada pengembangan teknologi digital untuk memprediksi dan mengoptimalkan alur antrean berbasis data historis, yang dapat meningkatkan efisiensi pelayanan farmasi secara berkelanjutan.

  1. PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT UMUM BINA KASIH MEDAN... ejournal.ust.ac.id/index.php/JIMB_ekonomi/article/view/1740PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT UMUM BINA KASIH MEDAN ejournal ust ac index php JIMB ekonomi article view 1740
  2. EVALUASI WAKTU TUNGGU RESEP OBAT TERHADAP KEPUASAN PASIEN RAWAT JALAN DI INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT... publikasiilmiah.unwahas.ac.id/index.php/Farmasi/article/view/6682EVALUASI WAKTU TUNGGU RESEP OBAT TERHADAP KEPUASAN PASIEN RAWAT JALAN DI INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT publikasiilmiah unwahas ac index php Farmasi article view 6682
  3. Pengaruh Kualitas Jasa Dan Nilai Pelanggan Terhadap Minat Kunjungan Ulang Melalui Kepuasan Pasien Di... ejournal.undip.ac.id/index.php/jmki/article/view/13596Pengaruh Kualitas Jasa Dan Nilai Pelanggan Terhadap Minat Kunjungan Ulang Melalui Kepuasan Pasien Di ejournal undip ac index php jmki article view 13596
  4. Waktu Tunggu Pelayanan Rawat Jalan dengan Kepuasan Pasien Terhadap Pelayanan di Rawat Jalan RSUD Kabupaten... journal.ugm.ac.id/jkesvo/article/view/27576Waktu Tunggu Pelayanan Rawat Jalan dengan Kepuasan Pasien Terhadap Pelayanan di Rawat Jalan RSUD Kabupaten journal ugm ac jkesvo article view 27576
Read online
File size385.37 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test