UNIPASUNIPAS

Jnana KaryaJnana Karya

Saat ini Indonesia sedang berada pada masa-masa perkembangan era digital yang sangat pesat. Jumlah penduduk di Indonesia sebesar 276,4 juta. Perangkat mobile yang terhubung 353,8 juta, pengguna internet 212,9 juta, selanjutnya pengguna media sosial aktif 167 juta (60,4% dari total populasi) pada awal tahun 2024 yang dikutip dari dataindonesia.id. Seperti yang diketahui perkembangan media sosial dapat membawa pengaruh positif dan juga pengaruh negatif, berdasarkan hal tersebut diharapkan penggunaan media sosial bagi siswa-siswa tidak luput dari perhatian orang tua dan sekolah. Perhatian ini merupakan salah satu bentuk bagian pola asuh yang mampu diimplementasikan oleh orang tua, jika pola asuh kurang tepat maka siswa akan sangat mudah terpengaruh. Pada pengabdian ini, pengabdi mencoba untuk mengangkat judul mengenai dampak pola asuh terhadap penggunaan media sosial terhadap sikap agresif siswa. Pengabdian ini dilakukan dengan beberapa tahapan, tahap pertama dilakukan dengan memberikan sosialisasi kepada orang tua dan murid terkait dengan “Pola Asuh dan Dampaknya pada Perilaku Agresif. Pada tahap kedua dilakukan dengan memberikan sosialisasi tentang “Pengaruh Media Sosial Terhadap Emosi dan Agresif. Tahap ketiga yaitu membentuk kelompok antara orang tua dan anak untuk melakukan diskusi bersama dengan didampingi oleh dosen dan mahasiswa. Setelah melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dihasilkan berbagai luaran yang mampu dicapai. Salah satunya yaitu adanya peningkatan pemahaman dari peserta yang dapat dilihat dari proses maupun hasil pelaksanaan kegiatan. Peningkatan pemahaman dapat diketahui melalui antusias peserta dalam mengikuti kegiatan baik dari pemberian materi, diskusi, dan pendampingan kelompok.

Pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh tim dosen dan mahasiswa di SMP LAB Undiksha menunjukkan bahwa pola asuh orang tua dan penggunaan media sosial memiliki peran signifikan dalam membentuk perilaku agresif anak.Pola asuh yang tidak tepat, terutama jika bersifat permisif, dapat meningkatkan risiko perilaku agresif pada anak, terlebih di era digital saat ini di mana media sosial menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan anak-anak.Melalui kegiatan sosialisasi, pelatihan, dan diskusi kelompok, program ini berhasil meningkatkan pemahaman orang tua dan siswa tentang pentingnya penerapan pola asuh yang tepat dan penggunaan media sosial yang bijak.Hasil evaluasi menunjukkan tingkat kepuasan yang tinggi dari peserta terhadap materi, narasumber, dan dampak kegiatan, yang tercermin dalam peningkatan antusiasme dan komitmen untuk menerapkan perubahan perilaku dalam kehidupan sehari-hari.Secara keseluruhan, kegiatan ini efektif dalam memberikan wawasan dan membentuk kesadaran akan pentingnya pengawasan serta pembinaan perilaku anak dalam menghadapi tantangan perkembangan teknologi dan informasi.

Berdasarkan hasil pengabdian masyarakat ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih mendalam tentang dampak media sosial terhadap perilaku agresif anak, khususnya dalam konteks Indonesia. Penelitian ini dapat mengeksplorasi bagaimana media sosial mempengaruhi pola pikir dan perilaku anak, serta strategi yang dapat diterapkan untuk mengurangi dampak negatifnya. Kedua, penting untuk meneliti lebih lanjut tentang pola asuh yang efektif dalam era digital. Penelitian ini dapat fokus pada strategi yang dapat diterapkan oleh orang tua dan guru untuk mengawasi dan membimbing anak dalam menggunakan media sosial dengan bijak, serta bagaimana pola asuh yang tepat dapat mencegah perilaku agresif. Terakhir, penelitian lanjutan dapat berfokus pada pengembangan program intervensi dan pelatihan bagi orang tua dan guru untuk meningkatkan kesadaran dan kemampuan mereka dalam mengarahkan anak-anak dalam menggunakan media sosial secara positif dan bertanggung jawab.

Read online
File size370.35 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test