UMAUMA

Jurnal AnalitikaJurnal Analitika

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pengkajian prevalensi kekerasan seksual di perguruan tinggi sebagai data eksplorasi awal berdasarkan data dari saksi atau individu yang pernah melihat atau mengetahui adanya kekerasan seksual pada civitas akademika kampus. Responden dalam penelitian ini adalah dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan, masyarakat umum yang berada di lingkungan salah satu perguruan tinggi dengan total 101 responden yang pernah melihat atau menjadi saksi dari kekerasan seksual. Penelitian ini menggunakan incidental sampling. Metodologi yang digunakan adalah metode kuantitatif deskriptif. Analisis data menggunakan SPSS 24. Korban kekerasan seksual didominasi oleh perempuan, kekerasan seksual paling banyak terjadi dalam bentuk verbal dan fisik, Kekerasan seksual paling banyak terjadi di luar lingkungan kampus dibandingkan di dalam kampus meskipun korbannya civitas akademika kampus, Implikasi dari penelitian ini adalah edukasi dan kesadaran civitas akademika terhadap pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di perguruan tinggi terutama pada mahasiswa agar tidak menjadi korban. Selain itu, para saksi dari kekerasan seksual agar lebih berani melapor dan menyuarakan adanya tindakan kekerasan seksual untuk kampus yang lebih aman serta bebas dari kekerasan seksual.

Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa kekerasan seksual di lingkungan kampus yang berasal dari data sekunder (saksi) menunjukkan.1) Kekerasan seksual didominasi oleh perempuan yang merupakan korban, kekerasan seksual paling banyak terjadi dalam bentuk verbal dan fisik, yaitu menyentuh bagian tubuh sensitif.2) Kekerasan seksual paling sering terjadi di luar lingkungan kampus dibandingkan di dalam kampus meskipun korban merupakan civitas akademika.3) Kekerasan seksual paling sering terjadi pada siang dan malam hari, dan kekerasan seksual berdasarkan penelitian ini lebih sering dilakukan oleh warga di luar kampus terhadap komunitas akademik.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji efektivitas program perlindungan saksi dalam mengurangi kekerasan seksual di kampus, mengeksplorasi peran media sosial sebagai alat pelaporan kekerasan seksual secara anonim, serta mengevaluasi dampak kebijakan kampus terhadap pengurangan insiden kekerasan seksual. Selain itu, perlu diteliti bagaimana pendidikan seksual yang inklusif dapat meningkatkan kesadaran dan pencegahan kekerasan seksual di kalangan mahasiswa. Penelitian juga dapat fokus pada pengembangan strategi konseling psikologis untuk korban kekerasan seksual di lingkungan perguruan tinggi.

  1. Paradigma Pemahaman Mahasiswa Mengenai Pelecehan Seksual di Lingkungan Kampus | Maulydia | Strukturasi:... doi.org/10.31289/strukturasi.v5i1.1629Paradigma Pemahaman Mahasiswa Mengenai Pelecehan Seksual di Lingkungan Kampus Maulydia Strukturasi doi 10 31289 strukturasi v5i1 1629
  2. Jurnal Analitika. prevalence sexual violence higher education institutions based witness testimony analitika... ojs.uma.ac.id/index.php/analitika/article/view/10266Jurnal Analitika prevalence sexual violence higher education institutions based witness testimony analitika ojs uma ac index php analitika article view 10266
  3. "Cyber-Sexual Assault" by Kelley R. Holladay, W. Bryce Hagedorn et al.. cyber sexual assault... doi.org/10.34296/02021026Cyber Sexual Assault by Kelley R Holladay W Bryce Hagedorn et al cyber sexual assault doi 10 34296 02021026
Read online
File size323.43 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test