PELANTARPRESSPELANTARPRESS

SYNERGY: Jurnal Bisnis dan ManajemenSYNERGY: Jurnal Bisnis dan Manajemen

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh faktor-faktor produksi (modal kerja, tenaga kerja, bahan baku, dan teknologi) terhadap output produksi industri kecil pangan serta peran industri kecil pangan dalam pembangunan wilayah di Kecamatan Tuah Madani, Kota Pekanbaru. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi berganda Cobb‑Douglas untuk tujuan pertama, sementara tujuan kedua dianalisis menggunakan Location Quotient (LQ) dan metode efek pengganda. Populasi penelitian terdiri dari 138 unit industri kecil pangan di Kecamatan Tuah Madani, dengan sampel sebanyak 58 unit yang dipilih menggunakan rumus Slovin (taraf signifikan 10%) dan teknik purposive sampling. Hasil menunjukkan keempat faktor produksi secara simultan berpengaruh signifikan terhadap output produksi (F = 386,502; p < 0,001) dengan daya prediksi model R² = 96,7 %. Secara parsial, bahan baku memiliki pengaruh paling signifikan (koefisien 0,635; t = 7,515), diikuti teknologi (koefisien 0,139; t = 3,841). Analisis LQ menghasilkan nilai 2,54 yang menandakan industri kecil pangan merupakan sektor basis di Kecamatan Tuah Madani. Analisis efek pengganda menghasilkan nilai multiplier pendapatan dan multiplier tenaga kerja masing‑masing 4, menunjukkan dampak pengganda yang signifikan terhadap ekonomi wilayah. Industri kecil pangan terbukti berperan penting dalam pembangunan wilayah melalui penyerapan tenaga kerja lokal (70,7 % perempuan), peningkatan pendapatan masyarakat, dan penciptaan efek pengganda ekonomi yang memengaruhi sektor‑sektor lain.

Faktor-faktor produksi (modal kerja, tenaga kerja, bahan baku, dan teknologi) berpengaruh signifikan terhadap hasil produksi industri kecil pangan di Kecamatan Tuah Madani, dengan bahan baku dan teknologi sebagai faktor paling berpengaruh secara parsial (elastisitas 0,657 dan 0,223).Industri kecil pangan berperan penting dalam pengembangan wilayah, terbukti dari nilai LQ 2,54 yang menandakan sektor basis.Multiplier effect yang tinggi menunjukkan kontribusi signifikan terhadap perekonomian wilayah melalui penyerapan tenaga kerja dan peningkatan pendapatan.

Penelitian lanjutan dapat difokuskan pada tiga arah utama. Pertama, menyelidiki dampak adopsi pemasaran digital terhadap jangkauan pasar dan peningkatan pendapatan usaha kecil pangan di Kecamatan Tuah Madani, dengan menguji strategi media sosial, platform e‑commerce, dan pelatihan digital bagi pelaku usaha. Kedua, mengevaluasi efektivitas skema pembiayaan mikro yang menawarkan fleksibilitas pembayaran dalam meningkatkan akses permodalan, pertumbuhan omzet, dan keberlanjutan usaha kecil pangan, serta mengidentifikasi faktor‑faktor risiko yang mempengaruhi keberhasilan program tersebut. Ketiga, mengeksplorasi peran standar produk dan sertifikasi (misalnya halal, SNI) dalam meningkatkan daya saing industri kecil pangan terhadap produk industri besar, dengan menilai peningkatan kepercayaan konsumen, ekspansi pasar, dan kontribusi terhadap efek pengganda ekonomi. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi kebijakan yang lebih tepat untuk memberdayakan industri kecil pangan dan memperkuat kontribusinya terhadap pembangunan wilayah.

  1. Peran Usaha Industri Kecil Pangan Terhadap Pengembangan Wilayah di Kecamatan Tuah Madani Kota Pekanbaru... synergy.pelantarpress.co.id/index.php/synergy/article/view/75Peran Usaha Industri Kecil Pangan Terhadap Pengembangan Wilayah di Kecamatan Tuah Madani Kota Pekanbaru synergy pelantarpress index php synergy article view 75
Read online
File size249.77 KB
Pages4
DMCAReport

Related /

ads-block-test