JK RISKJK RISK

Jurnal Klinik dan Riset KesehatanJurnal Klinik dan Riset Kesehatan

Trombosis vena dalam (TVD) merujuk pada pembekuan darah di vena dalam, sehingga berpotensi menyebabkan gangguan aliran darah ke jantung. Secara anatomis, TVD dibedakan menjadi TVD ekstremitas atas dan bawah. Suatu studi di USA melaporkan sejumlah 375.000-425.000 kasus baru tromboemboli vena terdiagnosis per tahunnya dan 50/100.000 kasus merupakan kejadian TVD. Patofisiologi TVD sesuai dengan teori Trias of Virchow yang mencakup hiperkoagulabilitas, stasis dan cedera dinding pembuluh darah. Penegakkan diagnosis TVD dilakukan melalui temuan manifestasi klinis atau perhitungan skoring probabilitis, disertai pemeriksaan laboratorium seperti D-dimer dan pencitraan mencakup ultrasonografi vena, Computed Tomography Venography (CTV), maupun Magnetic Resonance Venography (MRV). Tatalaksana TVD dapat berdasarkan pada onset gejala, yaitu akut, subakut dan kronik. Sebab, penanganan segera pada fase akut dapat mengurangi insidensi rekurensi, emboli paru dan perdarahan mayor. Jenis tatalaksana TVD dapat dibedakan menjadi tatalaksana non-invasif dan invasif seperti tindakan endovaskular dan pembedahan, di mana tatalaksana non-invasif mencakup terapi antikoagulan sistemik dan terapi kompresi stoking. Jika tidak didapatkan kontraindikasi trombolisis, dapat dilakukan teknik endovaskular, seperti Catheter-directed thrombolysis (CDT); Percutaneous Mechanical Thrombectomy (PMT); Pharmacomecanical Catheter-Directed Thrombolysis (PCDT); pemasangan stent; serta filter IVC/SVC. Teknik operatif menjadi pilihan jika tatalaksana konservatif tidak berhasil dilakukan, adanya risiko emboli paru yang fatal dengan risiko perdarahan rendah, atau mengalami sindrom post-trombotik yang berat. Pilihan teknik pembedahan yaitu: pembedahan trombektomi, pembedahan dekompresi untuk TVD ekstremitas atas serta by-pass vena. Apabila mengetahui teknik diagnostik dan indikasi tindakan invasif, diharapkan dapat direncanakan program tatalaksana yang tepat bagi setiap pasien. Sehingga, akan meningkatkan keberhasilan tindakan dan mengurangi komplikasi intrahospital maupun dalam jangka panjang.

Pada pasien dengan DVT akut, pemberian terapi antikoagulan yang adekuat diperlukan untuk mencegah PE.Namun, antikoagulan saja tidak cukup untuk mengembalikan fungsi katup vena.Dalam studi terkini, tatalaksana evakuasi trombus baik melalui tindakan endovaskular maupun pembedahan dilaporkan mampu mengatasi gejala akut, menjaga struktur pembuluh darah dan mencegah PTS.60,61 Sesuai hasil studi ATTRACT, evakuasi trombus dengan tindakan endovaskular mampu mengurangi insidensi PTS yang berat secara signifikan.67,75 Sehingga, pasien dapat memperoleh manfaat karena meredakan nyeri, pembengkakan tungkai, mengurangi risiko munculnya gangren vena dan meningkatkan kualitas hidup.Oleh karena itu, teknik invasif diharapkan dapat berperan penting dalam pemulihan pasien.

Berdasarkan tinjauan literatur, kami merekomendasikan beberapa saran penelitian lanjutan sebagai berikut:. . 1. Mengembangkan metode diagnostik non-invasif yang akurat untuk menentukan usia trombus, sehingga membantu klinisi menentukan onset gejala seorang individu. Hal ini dapat membantu dalam pemilihan tatalaksana lanjut yang tepat.. . 2. Melakukan studi komparatif yang lebih luas untuk menilai manfaat dan efikasi terapi kompresi lengan elastis pada pasien dengan DVT ekstremitas atas. Studi ini dapat memberikan bukti yang lebih kuat terkait efektivitas terapi kompresi dalam mencegah PTS pada populasi yang lebih besar.. . 3. Meneliti lebih lanjut tentang peran MRV dalam penegakan diagnosis DVT, terutama pada DVT ekstremitas atas. Studi ini dapat membantu menentukan sensitivitas dan spesifisitas MRV dibandingkan dengan metode pencitraan lainnya, serta mengidentifikasi keunggulan dan keterbatasan MRV dalam evaluasi vena regio pelvis atau IVC.. . Dengan mengembangkan metode diagnostik yang lebih akurat, menilai efektivitas terapi kompresi, dan memahami peran MRV dalam diagnosis DVT, diharapkan dapat meningkatkan kualitas penanganan pasien dengan DVT dan mengurangi komplikasi yang mungkin terjadi.

  1. Diagnosis and management of deep vein thrombosis in pregnancy | The BMJ. diagnosis management deep vein... bmj.com/content/357/bmj.j2344Diagnosis and management of deep vein thrombosis in pregnancy The BMJ diagnosis management deep vein bmj content 357 bmj j2344
  2. Thieme E-Journals - Hämostaseologie / Abstract. thieme journals abstract thieme-connect.de/products/ejournals/abstract/10.1055/a-2178-6574Thieme E Journals HyEAmostaseologie Abstract thieme journals abstract thieme connect de products ejournals abstract 10 1055 a 2178 6574
Read online
File size652.79 KB
Pages23
DMCAReport

Related /

ads-block-test