UMSUMS
Forum GeografiForum GeografiTutupan lahan sangat penting untuk pengelolaan pulau, tetapi kurangnya data penginderaan jauh yang mudah diakses dan beresolusi tinggi telah mengurangi investigasi di pulau-pulau kecil, termasuk identifikasi tutupan lahan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi tutupan lahan menggunakan teknologi Unmanned Aerial Vehicle (UAV) yang menyediakan citra beresolusi sangat tinggi. Klasifikasi dan deliniasi dilakukan menggunakan segmentasi otomatis diikuti oleh reinterpretasi manual dan verifikasi visual. Hasil penelitian menunjukkan 14 kelas tutupan, terdiri dari 8 kategori bervegetasi dan 6 kategori non-vegetasi. Tutupan hutan di Pulau Mansinam mencakup 75,5% atau 302,4 ha, yang terdistribusi secara merata. Selanjutnya, hutan primer menutupi 31,91% atau 127,74 ha, dan hutan sekunder menutupi 43,63% atau 174,68 ha. Klasifikasi mencapai akurasi keseluruhan 96% dan koefisien kappa 0,94. UAV berbiaya rendah secara efektif menghasilkan citra udara beresolusi tinggi di pulau-pulau kecil untuk identifikasi tutupan lahan. Oleh karena itu, studi di masa depan direkomendasikan untuk mempertimbangkan apakah segmentasi dapat secara andal membedakan antara hutan primer dan sekunder, serta menilai dampak ketinggian penerbangan terhadap akurasi segmentasi menggunakan titik kontrol tanah. Hasil penelitian juga diharapkan dapat mendukung perencanaan spasial atau pengelolaan hutan dan lingkungan berkelanjutan di Pulau Mansinam.
UAV berbiaya rendah, khususnya DJI Phantom 3 Pro, terbukti efektif untuk klasifikasi tutupan lahan di pulau-pulau kecil dengan menghasilkan citra beresolusi sangat tinggi (8,7 cm/piksel), mencapai akurasi keseluruhan 96% dan koefisien kappa 0,94.Penelitian ini menunjukkan tutupan lahan Pulau Mansinam pada tahun 2020 didominasi oleh hutan (75,5% atau 302,4 ha), terdiri dari 31,91% hutan primer dan 43,63% hutan sekunder, serta mengidentifikasi 95 area deforestasi baru seluas 15,2 ha yang sebagian diubah menjadi lahan pertanian.Kombinasi segmentasi otomatis dan reinterpretasi manual sangat penting untuk menghasilkan data tutupan lahan yang akurat dan relevan bagi pengelolaan berkelanjutan, serta mendukung studi lanjutan mengenai perubahan tutupan pulau, pemetaan pesisir, dan mitigasi bencana dengan peningkatan akurasi menggunakan titik kontrol tanah.
Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi beberapa arah penting untuk memaksimalkan potensi teknologi UAV berbiaya rendah di pulau-pulau kecil. Pertama, perlu diselidiki secara mendalam bagaimana integrasi data sensor tambahan, seperti citra multispektral atau fitur tekstur yang lebih kompleks dari citra RGB, dapat meningkatkan kemampuan segmentasi otomatis untuk membedakan kategori tutupan lahan yang serupa namun krusial, seperti hutan primer dengan hutan sekunder, atau lahan pertanian aktif dengan lahan kosong yang baru diubah. Pendekatan ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan pada reinterpretasi manual dan meningkatkan efisiensi klasifikasi. Kedua, penting untuk mengembangkan panduan praktis mengenai strategi penempatan titik kontrol tanah (GCP) dan variasi ketinggian penerbangan UAV yang optimal. Hal ini tidak hanya untuk menilai dampaknya terhadap akurasi geometris dan tematik, tetapi juga untuk menciptakan protokol standar yang dapat diterapkan secara efisien di kondisi lapangan pulau kecil yang menantang, sembari menjaga biaya operasional tetap rendah. Ketiga, mengingat keterbatasan jangkauan UAV berbiaya rendah, studi masa depan bisa fokus pada pengembangan model pemantauan tutupan lahan hibrida. Model ini akan secara strategis menggabungkan survei UAV beresolusi sangat tinggi untuk area-area dinamis atau spesifik (misalnya, zona deforestasi baru atau ekosistem pesisir sensitif seperti mangrove) dengan citra satelit beresolusi lebih rendah (misalnya Sentinel-2) yang lebih luas. Tujuannya adalah untuk menciptakan sistem deteksi perubahan tutupan lahan yang berkelanjutan dan hemat biaya di seluruh wilayah pulau kecil, memberikan informasi yang komprehensif tanpa harus mengorbankan detail yang tinggi di area-area kunci. Dengan demikian, pemanfaatan UAV dapat lebih efektif dalam mendukung perencanaan spasial dan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
- Radware Bot Manager Captcha. radware bot manager captcha apologize ensure keep safe please confirm human... iopscience.iop.org/article/10.1088/1742-6596/2123/1/012010Radware Bot Manager Captcha radware bot manager captcha apologize ensure keep safe please confirm human iopscience iop article 10 1088 1742 6596 2123 1 012010
- Rekognisi MBKM bentuk free form dalam riset tematik pemanfaatan lahan oleh masyarakat di Pulau Mansinam... doi.org/10.46549/igkojei.v4i1.358Rekognisi MBKM bentuk free form dalam riset tematik pemanfaatan lahan oleh masyarakat di Pulau Mansinam doi 10 46549 igkojei v4i1 358
| File size | 1.38 MB |
| Pages | 14 |
| DMCA | Report |
Related /
UIN SGDUIN SGD Pendekatan ini memungkinkan desain intervensi yang lebih responsif terhadap dinamika sosial-ekonomi masyarakat setempat. Lebih lanjut, proses pembentukanPendekatan ini memungkinkan desain intervensi yang lebih responsif terhadap dinamika sosial-ekonomi masyarakat setempat. Lebih lanjut, proses pembentukan
UYRUYR Kegiatan dilaksanakan pada 14-15 September 2025 dengan pendekatan partisipatif yang melibatkan 11 peserta PMI Purna dalam seluruh tahapan, mulai dari identifikasiKegiatan dilaksanakan pada 14-15 September 2025 dengan pendekatan partisipatif yang melibatkan 11 peserta PMI Purna dalam seluruh tahapan, mulai dari identifikasi
UMSJUMSJ Selain itu, penelitian ini menemukan indikasi adanya penyimpangan kewenangan dan kelalaian administratif yang berpotensi dikualifikasikan sebagai perbuatanSelain itu, penelitian ini menemukan indikasi adanya penyimpangan kewenangan dan kelalaian administratif yang berpotensi dikualifikasikan sebagai perbuatan
JK RISKJK RISK Sejauh ini, TOF hanya dapat ditangani dengan koreksi bedah. Dalam kebanyakan kasus, pasien TOF paska koreksi dapat mentoleransi kehamilan dengan baik.Sejauh ini, TOF hanya dapat ditangani dengan koreksi bedah. Dalam kebanyakan kasus, pasien TOF paska koreksi dapat mentoleransi kehamilan dengan baik.
MEDIAPUBLIKASIMEDIAPUBLIKASI Sedangkan perkebunan, lahan terbuka, awan, dan badan air berubah luasnya atau berkurang luasnya. Perubahan ini merupakan dampak dari aktivitas yang dilakukanSedangkan perkebunan, lahan terbuka, awan, dan badan air berubah luasnya atau berkurang luasnya. Perubahan ini merupakan dampak dari aktivitas yang dilakukan
UHOUHO Hasil penelitian menunjukkan adanya tujuh spesies lamun, yaitu Enhalus acoroides (Ea), Thalasia hemprichii (Th), Halodule uninervis (Hu), Syringodium isoetifoliumHasil penelitian menunjukkan adanya tujuh spesies lamun, yaitu Enhalus acoroides (Ea), Thalasia hemprichii (Th), Halodule uninervis (Hu), Syringodium isoetifolium
APTKLHIAPTKLHI Secara teknis, kelestarian hutan masyarakat dapat diartikulasikan tidak hanya dari tiga aspek, yaitu ekonomi (ECO), sosial budaya (SOC), ekologi (EGY),Secara teknis, kelestarian hutan masyarakat dapat diartikulasikan tidak hanya dari tiga aspek, yaitu ekonomi (ECO), sosial budaya (SOC), ekologi (EGY),
UADUAD Namun di sisi lain, diskresi apabila tidak digunakan sesuai dengan prosedur dan persyaratan yang telah ditentukan akan membuka peluang terjadinya penyalahgunaanNamun di sisi lain, diskresi apabila tidak digunakan sesuai dengan prosedur dan persyaratan yang telah ditentukan akan membuka peluang terjadinya penyalahgunaan
Useful /
UHOUHO Pembentangan transek kuadrat berukuran 1x1 m tiap 10 m pada transek garis dimulai dari 0 m sampai 100 m di setiap stasiun dengan pengulangan setiap stasiunPembentangan transek kuadrat berukuran 1x1 m tiap 10 m pada transek garis dimulai dari 0 m sampai 100 m di setiap stasiun dengan pengulangan setiap stasiun
APTKLHIAPTKLHI DAN Coptotermes curvignathus Holmgren). Sirsak hutan (Annona glabra L. ) tergolong family Annonaceae. Biji A. glabra mengandung bahan bioaktif yang bersifatDAN Coptotermes curvignathus Holmgren). Sirsak hutan (Annona glabra L. ) tergolong family Annonaceae. Biji A. glabra mengandung bahan bioaktif yang bersifat
UINUIN UU No. 42/2009 tentang Pajak Pertambahan Nilai dan beberapa amandemen berikutnya telah membebaskan bank syariah dari pajak pertambahan nilai (PPN) padaUU No. 42/2009 tentang Pajak Pertambahan Nilai dan beberapa amandemen berikutnya telah membebaskan bank syariah dari pajak pertambahan nilai (PPN) pada
UHOUHO Sedangkan aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi cakram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak aseton spons Haliclona sp. teridentifikasiSedangkan aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi cakram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak aseton spons Haliclona sp. teridentifikasi