ACTAMEDINDONESACTAMEDINDONES
Acta Medica IndonesianaActa Medica IndonesianaLatar belakang: Depresi dan kecemasan sangat umum pada pasien dengan lupus eritematosus sistemik (SLE), dan mikroba usus mungkin menjadi faktor kontributor. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi karakteristik klinis, asupan makanan, dan profil mikrobioma usus pasien SLE dengan kecemasan atau depresi. Metode: Analisis data sekunder dilakukan. Studi primer dilakukan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta, Indonesia, pada 2017–2018. Kriteria inklusi: diagnosis SLE, usia 18–60 tahun, dan gejala gastrointestinal. Data yang dikumpulkan meliputi data klinis, asupan makanan, skor kecemasan dan depresi, aktivitas penyakit SLE, dan sampel feses. Sekuensing gen 16S rRNA dilakukan untuk memprofilkan mikrobioma usus menggunakan DNA yang diekstraksi dari sampel feses. Hasil: Setelah mengeluarkan data yang tidak lengkap, 41 pasien dianalisis. Dari subjek, 53,66% dan 14,63% mengalami kecemasan dan depresi, masing-masing. Pasien SLE dengan kecemasan lebih mungkin memiliki Bacteroides dibandingkan yang tidak memiliki kecemasan (33,45% vs. 9,78%; p=0,02) dan memiliki tingkat komplement C3 yang lebih rendah (78,72 vs. 100,85 mg/dL; p=0,03). Pasien SLE dengan kecemasan atau depresi memiliki asupan lemak yang signifikan lebih rendah dibandingkan yang tidak memiliki kondisi tersebut (38,78 vs. 48,43 g/hari; p=0,04, dan 31,48 vs. 45,27 g/hari; p=0,04). Korelasi signifikan diamati antara proporsi Bacteroides dan aktivitas penyakit SLE (p=0,02). Kesimpulan: Pasien SLE dengan kecemasan menunjukkan proporsi Bacteroides yang signifikan lebih tinggi dan tingkat C3 yang lebih rendah dibandingkan yang tidak memiliki kecemasan. Asupan lemak lebih rendah pada pasien SLE dengan kecemasan atau depresi dibandingkan yang tidak memiliki kondisi tersebut.
Pasien SLE dengan kecemasan menunjukkan proporsi Bacteroides yang jauh lebih tinggi dan tingkat C3 yang lebih rendah dibandingkan dengan yang tidak memiliki kecemasan.Konsumsi lemak jauh lebih rendah pada pasien SLE dengan kecemasan atau depresi dibandingkan dengan yang tidak memiliki kondisi tersebut.
Saran penelitian lanjutan yang baru: Pertama, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi peran faktor sosial ekonomi dalam memengaruhi kecemasan dan depresi pada pasien SLE, mengingat keterbatasan dalam penelitian ini. Kedua, studi longitudinal dapat dilakukan untuk memantau perubahan mikrobioma usus pada pasien SLE sepanjang waktu dan hubungannya dengan aktivitas penyakit. Ketiga, penelitian tentang efektivitas intervensi diet yang ditargetkan dalam mengatur mikrobioma usus dan meningkatkan hasil kesehatan mental pasien SLE dapat dikembangkan, terutama mengingat korelasi signifikan antara asupan makanan dan kondisi psikologis yang ditemukan dalam studi ini.
| File size | 1.64 MB |
| Pages | 11 |
| DMCA | Report |
Related /
STIKESKESDAM4DIPSTIKESKESDAM4DIP Jenis penelitian ini adalah kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah perawat IGD di 2 (dua) Rumah sakit yangJenis penelitian ini adalah kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah perawat IGD di 2 (dua) Rumah sakit yang
STIKESKESDAM4DIPSTIKESKESDAM4DIP Hasil analisis menunjukkan bahwa atribut utama resiliensi perawat mencakup fleksibilitas adaptif, regulasi emosi, strategi koping efektif, efikasi diri,Hasil analisis menunjukkan bahwa atribut utama resiliensi perawat mencakup fleksibilitas adaptif, regulasi emosi, strategi koping efektif, efikasi diri,
UNSULBARUNSULBAR Hasil temuan tersebut berimplikasi agar pimpinan mengevaluasi implementasi beban kerja, kompensasi, dan lingkungan kerja fisik melalui item yang masihHasil temuan tersebut berimplikasi agar pimpinan mengevaluasi implementasi beban kerja, kompensasi, dan lingkungan kerja fisik melalui item yang masih
EBSINAEBSINA Temuan awal ini mendukung integrasi pendekatan ini ke dalam protokol manajemen nyeri multimodal. Namun, uji coba terkontrol yang lebih besar diperlukanTemuan awal ini mendukung integrasi pendekatan ini ke dalam protokol manajemen nyeri multimodal. Namun, uji coba terkontrol yang lebih besar diperlukan
EBSINAEBSINA Soediran Mangun Sumarso, Wonogiri. Metode: Desain penelitian berupa studi kasus deskriptif. Hasil: Penerapan teknik pernapasan dalam lambat selama duaSoediran Mangun Sumarso, Wonogiri. Metode: Desain penelitian berupa studi kasus deskriptif. Hasil: Penerapan teknik pernapasan dalam lambat selama dua
EBSINAEBSINA Temuan ini menunjukkan bahwa dhikr dapat digunakan sebagai intervensi non-farmakologis dan spiritual untuk mendukung kesejahteraan psikologis pasien operasiTemuan ini menunjukkan bahwa dhikr dapat digunakan sebagai intervensi non-farmakologis dan spiritual untuk mendukung kesejahteraan psikologis pasien operasi
UNBARIUNBARI Adanya inkonsistensi antara Pasal 453 dan 454 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan dan Pasal 1169 dan 1170 Peraturan Pemerintah Nomor 28Adanya inkonsistensi antara Pasal 453 dan 454 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan dan Pasal 1169 dan 1170 Peraturan Pemerintah Nomor 28
UNIMMANUNIMMAN Namun demikian, masih terdapat ketidaksesuaian dalam penempatan yang berdampak pada rendahnya mutu pelayanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisisNamun demikian, masih terdapat ketidaksesuaian dalam penempatan yang berdampak pada rendahnya mutu pelayanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis
Useful /
UNIBUNIB Sampel penelitian ini adalah 52 siswa yang diambil dari dua kelas. Kelas eksperimental menerima perlakuan dengan menggunakan video kartun animasi denganSampel penelitian ini adalah 52 siswa yang diambil dari dua kelas. Kelas eksperimental menerima perlakuan dengan menggunakan video kartun animasi dengan
SYEKH NURJATISYEKH NURJATI Analisis data menggunakan teknik meta-analisis, termasuk perhitungan ukuran efek, pengujian heterogenitas, estimasi efek ringkasan menggunakan model efekAnalisis data menggunakan teknik meta-analisis, termasuk perhitungan ukuran efek, pengujian heterogenitas, estimasi efek ringkasan menggunakan model efek
SYEKH NURJATISYEKH NURJATI Dengan menggunakan desain etnografi kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, studi dokumentasi, dan diskusi kelompok terfokus. TriangulasiDengan menggunakan desain etnografi kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, studi dokumentasi, dan diskusi kelompok terfokus. Triangulasi
UNSULBARUNSULBAR Dari keseluruhan hipotesis ini memiliki pengaruh positif kepada produktivitas karyawan dengan nilai 0,511 untuk pelatihan dan 0,067 untuk nilai pengembangan,Dari keseluruhan hipotesis ini memiliki pengaruh positif kepada produktivitas karyawan dengan nilai 0,511 untuk pelatihan dan 0,067 untuk nilai pengembangan,