JOURNAL JPSJOURNAL JPS
Journal of Pharmaceutical and SciencesJournal of Pharmaceutical and SciencesBerdasarkan data dari Global Tuberculosis Report WHO tahun 2021, terdapat penurunan kasus tuberkulosis dari 7,1 juta pada tahun 2019 menjadi 5,8 juta pada tahun 2020, yaitu penurunan 17%. Negara-negara yang berkontribusi terhadap penurunan ini termasuk India, Indonesia, dan Filipina. Penurunan akses terhadap diagnosis dan pengobatan tuberkulosis mengakibatkan peningkatan kematian akibat tuberkulosis, diperkirakan mencapai 1,3 juta kematian pada tahun 2020. Kasus tuberkulosis di Kabupaten Tasikmalaya masih tinggi, yaitu 45%, dengan 36% kasus TB RO (43 orang). Penemuan kasus suspek tuberkulosis juga belum mencapai target, baru 40%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara suhu rumah dan kontak dengan penderita terhadap kejadian tuberkulosis di Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya. Penelitian menggunakan desain case control, dilakukan pada bulan Maret 2024, dengan sampel sebanyak 128 responden. Variabel independen meliputi suhu rumah dan kontak penderita, sedangkan variabel dependen adalah insiden penularan tuberkulosis paru. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi dan dianalisis dengan uji chi square menggunakan SPSS. Penelitian ini menerapkan prinsip kerahasiaan, informasi yang bermanfaat, dan pengembangan ilmu pengetahuan. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara suhu rumah (OR=2,15; 95% CI; 1,05-4,37) dan kontak penderita (OR=4,31; 95% CI; 2,04-9,11) dengan kejadian penularan tuberkulosis di rumah. Kesimpulannya, terdapat hubungan antara suhu rumah dan kontak penderita dengan kejadian tuberkulosis di Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya. Penderita tuberkulosis dan keluarga pasien dapat mengambil langkah-langkah pencegahan untuk mencegah penularan penyakit tuberkulosis.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara suhu rumah dan kontak penderita dengan kejadian penularan tuberkulosis di Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya.Temuan ini mengindikasikan bahwa kondisi lingkungan rumah dan interaksi dengan penderita tuberkulosis berperan penting dalam penyebaran penyakit.Oleh karena itu, upaya pencegahan dan pengendalian tuberkulosis perlu mempertimbangkan faktor-faktor ini untuk mencapai efektivitas yang optimal.
Berdasarkan hasil penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan studi lebih mendalam mengenai mekanisme bagaimana suhu rumah mempengaruhi viabilitas dan penularan Mycobacterium tuberculosis, termasuk pengaruh kelembaban dan ventilasi. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada efektivitas intervensi berbasis masyarakat untuk meningkatkan ventilasi dan menjaga suhu rumah yang optimal dalam mencegah penularan tuberkulosis. Ketiga, penting untuk meneliti peran faktor sosial ekonomi, seperti kepadatan penduduk dan akses terhadap layanan kesehatan, dalam memoderasi hubungan antara suhu rumah, kontak penderita, dan kejadian tuberkulosis. Penelitian-penelitian ini dapat memberikan bukti empiris yang lebih kuat untuk merumuskan kebijakan dan program penanggulangan tuberkulosis yang lebih efektif dan berkelanjutan, serta meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga lingkungan rumah yang sehat untuk mencegah penyebaran penyakit ini. Dengan demikian, upaya pencegahan dan pengendalian tuberkulosis dapat ditingkatkan secara signifikan, mengurangi beban penyakit dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
- "Faktor Risiko Kejadian Tuberkulosis di Indonesia" by Sesar Dayu Pralambang and Sona Setiawan.... doi.org/10.51181/bikfokes.v2i1.4660Faktor Risiko Kejadian Tuberkulosis di Indonesia by Sesar Dayu Pralambang and Sona Setiawan doi 10 51181 bikfokes v2i1 4660
- Hubungan Riwayat Kontak dengan Pasien Tuberkulosis Paru pada Kejadian TB-DM di Wilayah Kerja Puskesmas... doi.org/10.14710/mkmi.21.3.184-189Hubungan Riwayat Kontak dengan Pasien Tuberkulosis Paru pada Kejadian TB DM di Wilayah Kerja Puskesmas doi 10 14710 mkmi 21 3 184 189
- Journal of Pharmaceutical and Sciences. journal sciences quick jump page content main navigation sidebar... doi.org/10.36490/journal-jps.comJournal of Pharmaceutical and Sciences journal sciences quick jump page content main navigation sidebar doi 10 36490 journal jps
- The relationship between house temperature and patient contact with the incidence of tuberculosis in... doi.org/10.36490/journal-jps.com.v7i2.505The relationship between house temperature and patient contact with the incidence of tuberculosis in doi 10 36490 journal jps v7i2 505
| File size | 553.69 KB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
YMPAIYMPAI Temuan ini perlu ditafsirkan secara hati-hati karena keterbatasan ukuran sampel dan potensi bias pada pengisian kuesioner, terutama pada anak usia 5–9Temuan ini perlu ditafsirkan secara hati-hati karena keterbatasan ukuran sampel dan potensi bias pada pengisian kuesioner, terutama pada anak usia 5–9
POLTEKKES JAKARTA 3POLTEKKES JAKARTA 3 Terdapat beberapa factor yang dapat mempengaruhi hipertensi, diantaranya adalah pola makan dan obesitas yang dapat diukur dengan perhitungan indeks massaTerdapat beberapa factor yang dapat mempengaruhi hipertensi, diantaranya adalah pola makan dan obesitas yang dapat diukur dengan perhitungan indeks massa
WYMWYM Penerapan e-filing dan sanksi menjadi faktor eksternal yang mempengaruhi niat berperilaku patuh pada Generasi Z, sedangkan pengetahuan perpajakan merupakanPenerapan e-filing dan sanksi menjadi faktor eksternal yang mempengaruhi niat berperilaku patuh pada Generasi Z, sedangkan pengetahuan perpajakan merupakan
STIBSASTIBSA Penelitian ini menelisik sejauh mana jaringan distribusi, jaminan keamanan produk, serta keberadaan label halal memengaruhi kecenderungan konsumen dalamPenelitian ini menelisik sejauh mana jaringan distribusi, jaminan keamanan produk, serta keberadaan label halal memengaruhi kecenderungan konsumen dalam
STIKESADVAITAMEDIKASTIKESADVAITAMEDIKA Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan masyarakat dengan perilaku pencegahan pada kejadian DBD di wilayah kerjaTujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan masyarakat dengan perilaku pencegahan pada kejadian DBD di wilayah kerja
MARANATHAMARANATHA Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan durasi penggunaan gawai dengan CVS pada mahasiswa kedokteran Fakultas Kedokteran dan Ilmu KesehatanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan durasi penggunaan gawai dengan CVS pada mahasiswa kedokteran Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
UPERTISUPERTIS Sampel penelitian sebanyak 19 orang di Puskesmas Plus Mandiangin London pada tahun 2016. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh kombinasi pereganganSampel penelitian sebanyak 19 orang di Puskesmas Plus Mandiangin London pada tahun 2016. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh kombinasi peregangan
UNIVMEDUNIVMED Uji korelasi Pearson digunakan untuk menganalisis data. Tidak ada korelasi signifikan antara hematokrit (r=0,11; p=0,301), albumin serum (r=0,003; p=0,981),Uji korelasi Pearson digunakan untuk menganalisis data. Tidak ada korelasi signifikan antara hematokrit (r=0,11; p=0,301), albumin serum (r=0,003; p=0,981),
Useful /
YMPAIYMPAI Sistem MAPAN memerlukan perbaikan, terutama dalam kemudahan penggunaan, tampilan antarmuka, dan ketepatan informasi. Penelitian ini memberikan kontribusiSistem MAPAN memerlukan perbaikan, terutama dalam kemudahan penggunaan, tampilan antarmuka, dan ketepatan informasi. Penelitian ini memberikan kontribusi
YMPAIYMPAI Penelitian ini menggunakan survey analitik dengan desain cross sectional. Sampel penelitian adalah seluruh ibu hamil trimester 1-3 berjumlah 80 orang.Penelitian ini menggunakan survey analitik dengan desain cross sectional. Sampel penelitian adalah seluruh ibu hamil trimester 1-3 berjumlah 80 orang.
UPERTISUPERTIS semakin tinggi dukungan, lansia lebih mudah menerima dan menyesuaikan diri dengan layanan posyandu. Dukungan keluarga dapat diwujudkan melalui partisipasisemakin tinggi dukungan, lansia lebih mudah menerima dan menyesuaikan diri dengan layanan posyandu. Dukungan keluarga dapat diwujudkan melalui partisipasi
UPERTISUPERTIS Uji organoleptik dilakukan pada 20 panelis dan analisis laboratorium meliputi kandungan abu, air, protein, lemak, karbohidrat, dan kalsium pada biskuit.Uji organoleptik dilakukan pada 20 panelis dan analisis laboratorium meliputi kandungan abu, air, protein, lemak, karbohidrat, dan kalsium pada biskuit.