KEMENDAGRIKEMENDAGRI

Jurnal Bina PrajaJurnal Bina Praja

Pengembangan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan merupakan pendekatan penting dan relevan untuk diterapkan di berbagai wilayah Indonesia, termasuk daerah yang sedang dalam proses menjadi wilayah otonom baru, yaitu Kabupaten Sukabumi Utara. Pendekatan ini bertujuan menciptakan pertumbuhan ekonomi yang tidak hanya meningkatkan pendapatan tetapi juga memastikan manfaat dirasakan oleh semua lapisan masyarakat, termasuk kelompok marginal, sambil menjaga keseimbangan ekosistem dan menciptakan generasi masa depan yang lebih baik. Penelitian ini menganalisis subsektor ekonomi potensial sebagai sektor unggulan untuk mendorong pembangunan ekonomi inklusif dan berkelanjutan, dengan pemilihan subsektor menggunakan metode Promethee, sebuah teknik analisis multi‑kriteria berbasis outranking yang mengandalkan indeks preferensi; sebanyak 12 kriteria dipertimbangkan, dan data diperoleh melalui kuesioner kepada sejumlah pakar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan subsektor Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Industri Makanan dan Minuman merupakan sektor potensial yang direkomendasikan untuk memajukan pembangunan ekonomi inklusif dan berkelanjutan.

Analisis mendalam diperlukan untuk membenarkan pembentukan wilayah otonom baru, dan studi ini memberikan bukti ilmiah bagi otonomi Kabupaten Sukabumi Utara.Pengembangan subsektor Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Industri Makanan dan Minuman terbukti strategis sebagai sektor unggulan untuk mendorong pembangunan ekonomi inklusif dan berkelanjutan, meskipun menghadapi tantangan yang harus diatasi melalui teknologi, akses informasi, dan kerja sama pemangku kepentingan.Dengan pendekatan tersebut, wilayah otonom baru diharapkan menjadi mandiri secara ekonomi, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta menjaga keberlanjutan lingkungan bagi generasi mendatang.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi model skenario alternatif untuk pengembangan subsektor utama di Kabupaten Sukabumi Utara dengan memperhitungkan dampak perubahan iklim dan ketahanan pangan, sehingga menyediakan dasar kebijakan adaptif terhadap kondisi lingkungan yang dinamis; selanjutnya, studi empiris tentang efektivitas platform digital ekstensi pertanian untuk petani hortikultura dan tanaman pangan perlu dilakukan, guna menilai bagaimana teknologi informasi dapat meningkatkan akses pengetahuan, produktivitas, dan pemasaran produk secara berkelanjutan; terakhir, penelitian mengenai integrasi kearifan lokal dan praktik ekonomi sirkular dalam industri makanan dan minuman dapat mengidentifikasi manfaat sosial‑ekonomi serta kontribusi terhadap pelestarian lingkungan, sehingga memperkuat strategi pembangunan ekonomi inklusif yang berkelanjutan di wilayah otonom baru.

  1. The Priorities of Leading Sub-Sector in The Sector of Agriculture, Forestry, and Fisheries in Economic... doi.org/10.18196/agraris.v7i2.11615The Priorities of Leading Sub Sector in The Sector of Agriculture Forestry and Fisheries in Economic doi 10 18196 agraris v7i2 11615
  2. Beyond Growth: A Provincial-Level Assessment of the Doughnut Economy's Potential in Indonesia |... ecsdev.org/ojs/index.php/ejsd/article/view/1591Beyond Growth A Provincial Level Assessment of the Doughnut Economys Potential in Indonesia ecsdev ojs index php ejsd article view 1591
  3. Pengembangan Produk Unggulan UMKM Kabupaten Sukabumi | TRIKONOMIKA. pengembangan produk unggulan umkm... doi.org/10.23969/trikonomika.v13i2.611Pengembangan Produk Unggulan UMKM Kabupaten Sukabumi TRIKONOMIKA pengembangan produk unggulan umkm doi 10 23969 trikonomika v13i2 611
  4. Analisis Penentuan Sektor Unggulan Perekonomian di Kabupaten Kubu Raya | Hajeri | Jurnal Ekonomi Bisnis... jurnal.untan.ac.id/index.php/JJ/article/view/12485Analisis Penentuan Sektor Unggulan Perekonomian di Kabupaten Kubu Raya Hajeri Jurnal Ekonomi Bisnis jurnal untan ac index php JJ article view 12485
Read online
File size2.13 MB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test