STKIP MODERN NGAWISTKIP MODERN NGAWI
Jurnal Pendidikan ModernJurnal Pendidikan ModernPenelitian ini bertujuan untuk membandingkan tingkat kebugaran jasmani siswa Sekolah Menengah Pertama yang bersekolah di kawasan perkotaan dengan siswa yang bersekolah di daerah aliran Sungai Kahayan di Palangka Raya. Metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan desain studi komparatif. Sampel terdiri dari 60 siswa yang dipilih menggunakan teknik cluster random sampling, masing-masing dari SMP Muhammadiyah Palangka Raya (kota) dan MTS Darul Ulum Palangka Raya (aliran sungai). Instrumen yang digunakan adalah Tes Kebugaran Siswa Indonesia (TKSI), yang mencakup lima komponen: daya ledak (Standing Broad Jump), kekuatan otot (Sit-up), daya tahan kardiorespirasi (Beep Test), koordinasi (Hand-Eye Coordination), dan kelincahan (T-Test). Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa di daerah aliran sungai memiliki tingkat kebugaran jasmani yang lebih baik dibandingkan siswa di perkotaan, terutama pada aspek daya ledak, daya tahan, dan kelincahan.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa lingkungan tempat tinggal memiliki peran penting dalam membentuk tingkat kebugaran jasmani siswa.Siswa yang bersekolah di daerah aliran Sungai Kahayan menunjukkan performa yang lebih unggul dibandingkan siswa yang bersekolah di kawasan perkotaan.Hal ini mengindikasikan perlunya sinergi antara sekolah, pemerintah, dan orang tua untuk meningkatkan kebugaran jasmani siswa secara merata.
Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran untuk penelitian lanjutan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih mendalam mengenai faktor-faktor spesifik di lingkungan aliran sungai yang berkontribusi terhadap tingkat kebugaran jasmani siswa yang lebih baik, seperti jenis aktivitas fisik yang dominan dilakukan, pola makan, dan dukungan sosial. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan intervensi yang efektif untuk meningkatkan kebugaran jasmani siswa di daerah perkotaan, dengan mempertimbangkan keterbatasan fasilitas dan gaya hidup yang cenderung pasif. Intervensi ini dapat berupa program olahraga di sekolah yang lebih intensif, penyediaan fasilitas olahraga yang memadai, atau edukasi mengenai pentingnya aktivitas fisik dan pola makan sehat. Ketiga, penelitian lanjutan dapat menginvestigasi dampak jangka panjang dari perbedaan tingkat kebugaran jasmani antara siswa perkotaan dan pedesaan terhadap kesehatan fisik dan mental mereka, serta prestasi akademik. Penelitian ini dapat memberikan informasi penting bagi perumusan kebijakan pendidikan dan kesehatan yang lebih efektif dalam meningkatkan kualitas hidup generasi muda.
| File size | 337.67 KB |
| Pages | 11 |
| DMCA | Report |
Related /
POLTEKKES JAKARTA 3POLTEKKES JAKARTA 3 Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur yang menilai penggunaan media sosial untuk informasi parenting dan EDPS yang menilai gejala blues postpartum.Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur yang menilai penggunaan media sosial untuk informasi parenting dan EDPS yang menilai gejala blues postpartum.
POLTEKKES JAKARTA 3POLTEKKES JAKARTA 3 Penelitian ini menunjukkan adanya hubungan signifikan antara intensitas penggunaan media sosial dan regulasi emosional pada remaja, di mana remaja denganPenelitian ini menunjukkan adanya hubungan signifikan antara intensitas penggunaan media sosial dan regulasi emosional pada remaja, di mana remaja dengan
STKIP PESSELSTKIP PESSEL Dalam menghadapi tantangan yang dihadapi siswa dalam membaca, guru perlu proaktif memberikan bimbingan untuk membantu mereka mengatasi kendala yang menghambatDalam menghadapi tantangan yang dihadapi siswa dalam membaca, guru perlu proaktif memberikan bimbingan untuk membantu mereka mengatasi kendala yang menghambat
STKIP SINGKAWANGSTKIP SINGKAWANG Dorongan penelitian ini berasal dari observasi yang menunjukkan tingkat kebugaran jasmani yang rendah di kalangan siswa, yang kemungkinan disebabkan olehDorongan penelitian ini berasal dari observasi yang menunjukkan tingkat kebugaran jasmani yang rendah di kalangan siswa, yang kemungkinan disebabkan oleh
OJSOJS Penerapan model Problem Based Learning (PBL) dengan pendekatan Teaching at the Right Level (TARL) di SD Mukti Harjo Lor menunjukkan efektivitas yang tinggiPenerapan model Problem Based Learning (PBL) dengan pendekatan Teaching at the Right Level (TARL) di SD Mukti Harjo Lor menunjukkan efektivitas yang tinggi
OJSOJS Implikasi dari penelitian ini mencakup pengembangan kurikulum yang mengintegrasikan teknologi, penguatan kompetensi digital guru, dan optimalisasi peranImplikasi dari penelitian ini mencakup pengembangan kurikulum yang mengintegrasikan teknologi, penguatan kompetensi digital guru, dan optimalisasi peran
OJSOJS Dalam penulisan artikel ini menggunakan penelitian Kualitatif dengan metode Studi Literatur pengumpulan dan analisis data dari literatur yang relevan,Dalam penulisan artikel ini menggunakan penelitian Kualitatif dengan metode Studi Literatur pengumpulan dan analisis data dari literatur yang relevan,
OJSOJS Pergeseran dalam pendidikan menuntut pemahaman yang kuat tentang literasi digital di antara para pendidik dan peserta didik, yang memungkinkan mereka untukPergeseran dalam pendidikan menuntut pemahaman yang kuat tentang literasi digital di antara para pendidik dan peserta didik, yang memungkinkan mereka untuk
Useful /
STKIP PESSELSTKIP PESSEL Hal ini membuktikan bahwa response cost efektif digunakan sebagai intervensi untuk mengurangi perilaku agresif pada anak dengan Attention Deficit HyperactivityHal ini membuktikan bahwa response cost efektif digunakan sebagai intervensi untuk mengurangi perilaku agresif pada anak dengan Attention Deficit Hyperactivity
STKIP PESSELSTKIP PESSEL Dengan demikian, siswa yang memiliki kemampuan membaca pemahaman yang baik akan lebih mudah menangkap inti bacaan, mengidentifikasi informasi penting,Dengan demikian, siswa yang memiliki kemampuan membaca pemahaman yang baik akan lebih mudah menangkap inti bacaan, mengidentifikasi informasi penting,
STKIP SINGKAWANGSTKIP SINGKAWANG Hasil penelitian menunjukkan bahwa 68,2% siswa mengalami kecemasan sedang, 18,2% rendah, dan 13,6% tinggi; kecemasan disebabkan oleh kesulitan memahamiHasil penelitian menunjukkan bahwa 68,2% siswa mengalami kecemasan sedang, 18,2% rendah, dan 13,6% tinggi; kecemasan disebabkan oleh kesulitan memahami
STKIP SINGKAWANGSTKIP SINGKAWANG Literasi Digital terbukti paling dominan dalam membentuk Gaya Belajar siswa (β = 0,831), sedangkan Berpikir Kritis berperan sebagai mediator penting padaLiterasi Digital terbukti paling dominan dalam membentuk Gaya Belajar siswa (β = 0,831), sedangkan Berpikir Kritis berperan sebagai mediator penting pada