UIBUIB
Journal of Nutrition Research in Sustainable HealthJournal of Nutrition Research in Sustainable HealthLatar Belakang: Tren status gizi anak Indonesia di bawah lima tahun menunjukkan peningkatan prevalensi wasting dan underweight, dari 7,1% dan 17,0% pada 2021 menjadi 7,7% dan 17,1% pada 2022. Faktor internal (usia, kondisi infeksi, jenis kelamin, asupan makanan) dan faktor eksternal (pendapatan keluarga, pendidikan, pengetahuan, pekerjaan orang tua, ukuran keluarga, pola konsumsi makanan) dapat memengaruhi status gizi anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara status pekerjaan ibu, pola asuh, dan pola makan dengan status gizi anak usia 24–59 bulan. Metode: Penelitian dengan desain cross‑sectional menggunakan sampel 110 ibu dan anak usia 24–59 bulan yang dipilih melalui random sederhana. Analisis data dilakukan dengan uji chi‑square. Hasil: Sebagian besar responden anak berjenis kelamin perempuan (61 anak; 55,5%) dan mayoritas ibu tidak bekerja (80 ibu; 72,7%). Tidak ditemukan hubungan signifikan antara status pekerjaan ibu dengan status gizi anak (p‑value = 0,229). Kesimpulan: Mayoritas ibu tidak bekerja, dan tidak ada hubungan signifikan antara status pekerjaan ibu dengan status gizi anak usia 24–59 bulan.
Sebagian besar responden anak (55,5% perempuan) berusia 24–47 bulan (61,8%), dan mayoritas ibu (72,7%) tidak bekerja.Analisis statistik menunjukkan tidak ada hubungan signifikan antara status pekerjaan ibu dengan status gizi anak usia 24–59 bulan (p‑value = 0,229).
Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi pengaruh jenis pekerjaan ibu (formal vs informal) terhadap status gizi anak dengan analisis kuantitatif yang memperhitungkan pendapatan rumah tangga dan jam kerja; selanjutnya, studi longitudinal yang melacak perubahan status gizi anak selama periode dua tahun dapat mengidentifikasi efek temporal dari perubahan status pekerjaan ibu serta interaksi dengan dukungan keluarga lain; terakhir, penelitian kualitatif yang mendalami pola asuh dan interaksi ibu‑anak pada keluarga dengan ibu bekerja dapat mengungkap mekanisme psikososial yang memediasi hubungan antara pekerjaan ibu dan gizi anak, memberikan dasar bagi intervensi berbasis komunitas.
| File size | 245.38 KB |
| Pages | 7 |
| DMCA | Report |
Related /
YMPAIYMPAI Sementara itu, peran keluarga berhubungan lemah namun signifikan dengan status gizi (nilai p = 0,016; r = 0,291) dan kondisi psikologis (p = 0,027; r =Sementara itu, peran keluarga berhubungan lemah namun signifikan dengan status gizi (nilai p = 0,016; r = 0,291) dan kondisi psikologis (p = 0,027; r =
POLTEKKESBENGKULUPOLTEKKESBENGKULU Meski memberikan manfaat edukatif, penggunaan gadget yang berlebihan dapat berdampak negatif pada kemampuan anak dalam berinteraksi sosial. BerdasarkanMeski memberikan manfaat edukatif, penggunaan gadget yang berlebihan dapat berdampak negatif pada kemampuan anak dalam berinteraksi sosial. Berdasarkan
POLITEKNIKYAKPERMASPOLITEKNIKYAKPERMAS Hasil: Hasil analisis dengan uji rank spearman menunjukkan bahwa terdapat hubungan pola asuh orang tua dengan kemampuan sosialisasi pada anak usia 4-6Hasil: Hasil analisis dengan uji rank spearman menunjukkan bahwa terdapat hubungan pola asuh orang tua dengan kemampuan sosialisasi pada anak usia 4-6
ALSHOBARALSHOBAR Tahap desain mencakup pembuatan flowchart, storyboard, penyusunan RPP, penyusunan instrumen penilaian media pembelajaran. Pada tahap pengembangan, mediaTahap desain mencakup pembuatan flowchart, storyboard, penyusunan RPP, penyusunan instrumen penilaian media pembelajaran. Pada tahap pengembangan, media
ISTAZISTAZ Rendahnya kemampuan visual-spasial siswa TK Awirrasyidin Sei Mencirim menyebabkan dilakukannya penelitian ini. Anak kesulitan menghafal dan menata bentukRendahnya kemampuan visual-spasial siswa TK Awirrasyidin Sei Mencirim menyebabkan dilakukannya penelitian ini. Anak kesulitan menghafal dan menata bentuk
ISTAZISTAZ Seni tari terbukti dapat meningkatkan kemampuan kinestetik pada anak, hal ini juga terlihat dari hasil wawancara dengan guru di RA Khusnul Hafzhan bahwaSeni tari terbukti dapat meningkatkan kemampuan kinestetik pada anak, hal ini juga terlihat dari hasil wawancara dengan guru di RA Khusnul Hafzhan bahwa
UAIUAI Hal ini dibuktikan dengan peningkatan rata-rata skor tes dari 47,85 menjadi 72,85 setelah intervensi.orang tua menunjukkan antusiasme tinggi dan merasaHal ini dibuktikan dengan peningkatan rata-rata skor tes dari 47,85 menjadi 72,85 setelah intervensi.orang tua menunjukkan antusiasme tinggi dan merasa
STIALANSTIALAN Menurut data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 angka prevalensi stunting tercatat 8,7 juta (30,7%) bayi berumur bawah lima tahun (balita) mengalamiMenurut data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 angka prevalensi stunting tercatat 8,7 juta (30,7%) bayi berumur bawah lima tahun (balita) mengalami
Useful /
ISTAZISTAZ Media ini dikembangkan sebagai alternative dalam meningkatkan sikap tanggung jawab anak kelompok B di TK PKK ngadri. Tujuan penelitian dan pengembanganMedia ini dikembangkan sebagai alternative dalam meningkatkan sikap tanggung jawab anak kelompok B di TK PKK ngadri. Tujuan penelitian dan pengembangan
ISTAZISTAZ Berdasarkan hasil penelitian, dari penilaian ahli media diperoleh skor dengan persentase skor 98% berada pada kategori “Sangat Baik atau “Layak untukBerdasarkan hasil penelitian, dari penilaian ahli media diperoleh skor dengan persentase skor 98% berada pada kategori “Sangat Baik atau “Layak untuk
ISTAZISTAZ Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak-anak telah mampu melaporkan berbagai strategi coping, termasuk mencari dukungan, pemecahan masalah, distraksi,Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak-anak telah mampu melaporkan berbagai strategi coping, termasuk mencari dukungan, pemecahan masalah, distraksi,
BUSTANUL ULUMBUSTANUL ULUM Guru menerapkan strategi pemahaman bacaan dalam tiga tahap (pre-reading, during-reading, dan post-reading) dengan menggabungkan berbagai metode sepertiGuru menerapkan strategi pemahaman bacaan dalam tiga tahap (pre-reading, during-reading, dan post-reading) dengan menggabungkan berbagai metode seperti