UMNUMN

Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada MasyarakatAmaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat

Di tengah upaya membangun budaya literasi, Sanggar Genius Ar Rasyid sejatinya telah menjadi ruang yang hangat bagi anak-anak untuk belajar dan tumbuh. Namun, realitas pascapandemi menunjukkan penurunan yang cukup signifikan dalam minat baca mereka. Anak-anak mulai jarang berkunjung. Suasana membaca menjadi monoton, kegiatan terasa kurang menarik, dan sarana yang tersedia belum mampu memancing rasa ingin tahu mereka. Banyak di antara mereka yang merasa bosan, dan semangat literasi perlahan memudar. Melihat kondisi ini, muncul kesadaran bahwa anak-anak membutuhkan sesuatu yang lebih dari sekadar buku dan bacaan biasa. Mereka perlu sentuhan imajinasi, warna, dan keterlibatan yang hidup. Maka, solusi yang ditawarkan adalah menghadirkan media Pop-Up Book bertema cerita rakyat, dipadukan dengan teknik read aloud sebuah cara membacakan cerita yang menghidupkan kata-kata lewat intonasi, ekspresi, dan interaksi hangat. Pelatihan pembuatan Pop-Up Book untuk para pengurus sanggar pun menjadi titik awal perubahan. Hasilnya menggembirakan: kreativitas pengurus meningkat, ide-ide segar bermunculan, dan yang paling penting, anak-anak kembali bersemangat. Mereka tak hanya membaca, tapi juga mendengar, membayangkan, mengingat, dan berbagi cerita bersama. Teknik read aloud menjadikan momen membaca lebih personal, membangun kedekatan, dan menumbuhkan rasa cinta terhadap buku. Kini, membaca bukan lagi aktivitas yang membosankan. Dengan Pop-Up Book dan cerita rakyat yang dekat dengan keseharian mereka, anak-anak Sanggar Genius Ar Rasyid kembali menemukan keasyikan dalam dunia literasi sebuah awal baru untuk menyalakan kembali semangat belajar yang sempat redup.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media pembelajaran Pop Up Book di Sanggar Genius Ar Rasyid efektif untuk meningkatkan keterampilan membaca nyaring peserta didik.Hasil analisis data menunjukkan bahwa nilai rata – rata peserta didik meningkat dari 65 pada pre test menjadi 82,5 pada post test, dengan selisih peningkatan 17,5 poin.Peningkatan ini mencerminkan efektivitas media pop Up Book dalam mendukung literasi.Peserta didik tidak hanya menunjukkan peningkatan keterampilan dalam literasi tetapi juga melatih peserta didik untuk mengalami perubahan positif dalam sikap dan keterlibatan mereka selama kegiatan.

Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan saran penelitian lanjutan, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang baru: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menginvestigasi pengaruh penggunaan Pop-Up Book dan teknik Read Aloud terhadap kemampuan pemahaman cerita anak-anak dari berbagai latar belakang sosial-ekonomi, dengan tujuan untuk memahami apakah pendekatan ini efektif untuk semua anak atau memerlukan penyesuaian. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model pelatihan yang lebih komprehensif bagi para pengurus sanggar atau guru, yang tidak hanya mencakup pembuatan Pop-Up Book, tetapi juga strategi Read Aloud yang efektif dan adaptif terhadap berbagai gaya belajar anak. Ketiga, penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi potensi integrasi Pop-Up Book dan Read Aloud dengan teknologi digital, seperti aplikasi atau platform interaktif, untuk menciptakan pengalaman literasi yang lebih kaya dan menarik bagi anak-anak di era digital ini. Dengan menggabungkan elemen-elemen kreatif, interaktif, dan adaptif, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan minat baca dan kemampuan literasi anak-anak, serta memperkaya praktik pendidikan di Sanggar Genius Ar Rasyid dan lembaga pendidikan lainnya.

  1. PENGARUH MEDIA POP UP BOOK BERBASIS LITERASI DIGITAL UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA SISWA... doi.org/10.47971/mjpgmi.v3i1.208PENGARUH MEDIA POP UP BOOK BERBASIS LITERASI DIGITAL UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA SISWA doi 10 47971 mjpgmi v3i1 208
Read online
File size514.62 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test