UYPUYP

JURNAL HERITAGEJURNAL HERITAGE

Pasuruan terkenal sebagai kawasan industri dan pariwisata yang kompleks dan banyak desa-desa terpencil di Pasuruan yang memiliki potensi lokal dan beraneka macam kebudayaannya. Namun, banyaknya potensi yang dimiliki oleh desa-desa terpencil Kabupaten Pasuruan tidak berimbang dengan sumber daya manusia setempat sehingga potensi tersebut tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi komunikasi Pemerintah Kabupaten Pasuruan dalam meningkatkan potensi lokal melalui Program Desa Maslahat dan untuk mengetahui penyebab perbedaan keberhasilan antara satu desa dengan yang lainnya. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini merupakan kualitatif dengan teknik analisis data triangulasi yang bertujuan untuk melakukan pendalaman penafsiran dan analisis data. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teknik wawancara tidak terstruktur kepada Pemerintah Kabupaten Pasuruan, Aparatur Desa dan Masyarakat Aktif yang menjalankan program Desa Maslahat. Hasil penelitian menunjukkan 1. Strategi pada Pemerintah Kabupaten Pasuruan menggunakan Pembagian Kerja, Struktur dan Pengawasan. Sedangkan pada Desa, seluruh komponen dalam teori klasik berjalan yakni adanya Pembagian Kerja, Hierarki, Struktur serta Pengawasan. 2. Faktor-faktor penyebab tidak meratanya keberhasilan Desa Maslahat adalah ketidakberimbangnya perhatian dari Pemerintah Kabupaten Pasuruan pada seluruh desa.

Berdasarkan hasil penelitian tentang Strategi Komunikasi Pemerintah Kabupaten Pasuruan Dalam Meningkatkan Potensi Lokal Desa Melalui Program Desa Maslahat, serta analisis dengan menggunakan teori klasik serta teori pemasaran terpadu yang telah peneliti uraikan pada bab-bab sebelumnya bahwa.Strategi pada Pemerintah Kabupaten Pasuruan menggunakan Pembagian Kerja, Struktur dan Pengawasan.Sedangkan pada Desa seluruh komponen dalam teori klasik berjalan yakni adanya Pembagian Kerja, Hierarki, Struktur serta Pengawasan sehingga membuat program Desa Maslahat tersebut berjalan dengan baik.Faktor-faktor yang membuat keberhasilan program Desa Maslahat tidak merata adalah ketidakberimbangnya perhatian dari Pemerintah Kabupaten Pasuruan pada seluruh desa.Pada Desa Kalipucang serta Desa Podokoyo, sosialisasi serta evaluasi oleh Pemerintah Kabupaten Pasuruan rutin dilakukan.Sedangkan pada Desa Jatiarjo, Desa Jatirejo serta Desa Legowok sosialisasi serta evaluasi jarang sekali dilakukan sehingga membuat masyarakat kurang maksimal dalam menjalankan program Desa Maslahat.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada evaluasi dampak penggunaan media sosial dalam promosi produk Desa Maslahat terhadap peningkatan kunjungan wisatawan. Selain itu, studi tentang peran kepala desa dalam memfasilitasi kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam pelaksanaan program Desa Maslahat juga relevan. Terakhir, penelitian tentang pengembangan model pariwisata berkelanjutan yang mengintegrasikan potensi lokal dan kearifan budaya Desa Maslahat dapat menjadi arah studi baru.

Read online
File size186.25 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test