UMJ PremiumUMJ Premium

KonstruksiaKonstruksia

Pembangunan yang meningkat di wilayah desa maupun perkotaan berdampak pada kebutuhan moda transportasi yang juga meningkat. Salah satu aspek penting dalam merancang jalan raya adalah perencanaan persimpangan, di mana masalah lalu lintas seperti kecelakaan dan kemacetan umumnya terjadi di simpang. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan pada simpang empat tak bersinyal Mabes Hankam dengan pengumpulan data lalu lintas pada pagi, siang, dan sore hari. Data lalu lintas diperoleh dengan mencatat jumlah kendaraan yang melewati simpang setiap 15 menit. Analisis dilakukan berdasarkan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) 1997. Hasil analisis menunjukkan bahwa derajat kejenuhan (DS) pada kondisi eksisting adalah 1,36. Setelah diterapkan rekayasa lalu lintas berupa ganjil genap, nilai DS menurun menjadi 1,06. Penerapan ganjil genap terbukti efektif dalam mereduksi nilai DS.

Berdasarkan penelitian pada simpang empat tak bersinyal Jalan Raya Mabes Hankam - Jalan Raya Setu, diperoleh kesimpulan sebagai berikut.Pada kondisi eksisting, derajat kejenuhan (DS) mencapai 1,36.Setelah diberlakukan ganjil genap, DS turun menjadi 1,06.Penerapan ganjil genap terbukti efektif dalam mengurangi nilai DS.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan analisis lebih mendalam mengenai dampak penerapan ganjil genap terhadap kinerja simpang tak bersinyal. Selain itu, studi komparatif antara simpang bersinyal dan tak bersinyal juga dapat dilakukan untuk memahami perbedaan kinerja dan efektivitas masing-masing jenis simpang. Terakhir, penelitian dapat dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas rekayasa lalu lintas lainnya, seperti penerapan lampu lalu lintas atau penambahan lajur, dalam mengurangi derajat kejenuhan pada simpang tak bersinyal.

Read online
File size906 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test