STISAPAMEKASANSTISAPAMEKASAN

An-Nawazil: Jurnal Hukum dan Syariah KontemporerAn-Nawazil: Jurnal Hukum dan Syariah Kontemporer

Pendapatan ekonomi masyarakat sangat penting untuk ditumbuh kembangkan sebagai penupang utama dalam pemenuhan kebutuhannya. Di samping itu, kegiatan usaha ini merupakan salah satu pendukung yang menentukan maju mundurnya perekonomian karena bidang usahanya mempunyai kebebasan untuk berkarya. Masyarakat yang tinggal di pedesaan mulai mengembangkan usaha yang dikenal dengan UMKM, disebabkan beberapa faktor seperti penyempitan lahan pertanian secara terus menerus dan bertambahnya tenaga kerja di pedesaan. Tentunya banyak hambatan dalam pengelolaan mikro usaha kecil dan menengah, sebagai usaha yang dikelola rata-rata masyarakat pedesaan yang pengalaman mengelola usahanya sangat minim. UMKM yang dikembangkan masyarakat di Desa Kelbung Kecamatan Sepulu berupa kerajinan tangan tas rajut, sebagai salah satu wirausaha yang berada di desa dengan potensi keuntungan yang sangat besar bagi masyarakat sebagai pelakunya. Namun yang menjadi kendala dalam masyarakat adalah modal yang masih sedikit dan ketergantungan kepada orang lain, SDM yang masih rendah serta pengetahuan masyarakat dalam mengelola kerajinan tas masih minim baik sebagai produsen maupun distributor. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode jenis empiris dengan pendekatan kasus yang terjadi di tengah‑tengah masyarakat desa Kelbung Kecamatan Sepulu. Objek ini penting untuk dikaji untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi UMKM bagi masyarakat pedesaan. Pengembangan Usaha Mikro Kecil Dan Menengah (UMKM) dalam meningkatkan usaha kerajinan tangan menggunakan sistem usaha bersama, strategi pengelolahan tersebut meliputi: keuangan/modal, peningkatan sumber daya masyarakat dengan melakukan pelatihan terhadap para karyawan untuk meningkatkan kualitas produksi dari segi kreativitas, inovasi maupun jumlah produk, serta memperluas pemasaran dengan mempromosikan hasil usaha melalui pameran‑pameran dan media online serta menitipkan produk di gerai‑gerai kerajinan tangan yang ada.

Penelitian ini menunjukkan bahwa keterbatasan modal, sumber daya manusia, dan pengetahuan manajerial menjadi penghambat utama pengembangan UMKM kerajinan tas rajut di Desa Kelbung.Implementasi strategi sistem usaha bersama yang mencakup penyediaan modal, pelatihan sumber daya manusia, dan pemasaran daring dapat meningkatkan produktivitas serta daya saing produk.Oleh karena itu, kebijakan yang mendukung akses pembiayaan syariah, program pelatihan berbasis komunitas, dan pemanfaatan platform digital sangat diperlukan untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi UMKM di wilayah pedesaan.

Penelitian selanjutnya dapat menguji efektivitas model usaha bersama pada UMKM di beberapa desa dengan pendekatan campuran, sehingga dapat memperluas generalisasi temuan. Selanjutnya, studi eksperimental mengenai dampak pelatihan pemasaran digital terhadap peningkatan penjualan tas rajut dapat memberikan bukti empiris tentang kontribusi media online dalam memperluas pasar. Akhirnya, penelitian kualitatif‑kuantitatif tentang peran instrumen keuangan syariah dalam menyediakan modal yang mudah diakses bagi pelaku UMKM dapat mengidentifikasi faktor‑faktor keberhasilan dan tantangan implementasi finansial berbasis nilai Islam.

Read online
File size212.95 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test