DAARULHUDADAARULHUDA
Media Hukum Indonesia (MHI)Media Hukum Indonesia (MHI)Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kesesuaian regulasi Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 pada prinsip asas non-diskriminatif dalam praktik penanganan anak-anak korban bullying. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian kepustakaan. Hasil penelitian pada pembahasan pertama menunjukkan bahwa Pasal 76C Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 secara normatif memberikan perlindungan hukum terhadap anak korban bullying karena bullying dikategorikan sebagai bentuk kekerasan fisik maupun psikis, dengan cakupan perlindungan yang luas meliputi pelaku dan pihak yang terlibat. Namun keefektivitas perlindungan masih bergantung pada konsistensi penegakan hukum dan implementasi yang adil serta non-diskriminatif. Pada pembahasan kedua dapat disimpulkan bahwa beberapa ketentuan dalam Pasal 76C dan sanksinya belum sepenuhnya selaras dengan indikator non-diskriminatif.
Pasal 76C Undang‑Undang Nomor 35 Tahun 2014 memberikan dasar hukum yang kuat untuk melarang segala bentuk kekerasan terhadap anak, termasuk bullying, namun efektivitas perlindungan tersebut masih sangat dipengaruhi oleh konsistensi penegakan yang adil dan non‑diskriminatif.Ketentuan sanksi pada pasal tersebut belum sepenuhnya memenuhi prinsip non‑diskriminatif karena tidak mencakup kelompok korban di luar anak serta tidak proporsional dengan tingkat keparahan.Oleh karena itu, diperlukan revisi regulasi yang menyelaraskan sanksi dengan indikator non‑diskriminatif serta memperluas cakupan perlindungan bagi semua korban kekerasan.
Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi efektivitas program intervensi anti‑bullying digital yang diintegrasikan dengan ketentuan UU No.35 di lingkungan sekolah, dengan mengukur perubahan perilaku dan kepatuhan hukum di antara siswa. Selanjutnya, studi komparatif dapat meneliti dampak perbedaan status sosial‑ekonomi terhadap akses korban bullying terhadap mekanisme perlindungan hukum, guna mengidentifikasi kesenjangan dan faktor pemberdayaan. Terakhir, analisis perbandingan hukum internasional dapat diusulkan untuk merumuskan rekomendasi revisi kerangka sanksi Pasal 76C sehingga lebih selaras dengan indikator non‑diskriminatif, termasuk penambahan ketentuan yang melindungi kelompok rentan selain anak, seperti penyandang disabilitas dan orang dewasa yang menjadi korban perundungan.
| File size | 320.68 KB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
DAARULHUDADAARULHUDA Hak atas privasi yang dijamin oleh DUHAM, ICCPR, UUD 1945, serta diperjelas melalui General Comment No. 16 menempatkan kehidupan domestik sebagai wilayahHak atas privasi yang dijamin oleh DUHAM, ICCPR, UUD 1945, serta diperjelas melalui General Comment No. 16 menempatkan kehidupan domestik sebagai wilayah
DAARULHUDADAARULHUDA Kasus Rohingya dikategorikan sebagai konflik bersenjata non-internasional dengan dugaan pelanggaran HAM berat, termasuk genosida, kejahatan terhadap kemanusiaan,Kasus Rohingya dikategorikan sebagai konflik bersenjata non-internasional dengan dugaan pelanggaran HAM berat, termasuk genosida, kejahatan terhadap kemanusiaan,
DAARULHUDADAARULHUDA Penelitian ini mengidentifikasi konflik preferensi antara hak mendahului negara atas utang pajak dan hak didahulukan pemegang Hak Tanggungan sebagai akibatPenelitian ini mengidentifikasi konflik preferensi antara hak mendahului negara atas utang pajak dan hak didahulukan pemegang Hak Tanggungan sebagai akibat
DAARULHUDADAARULHUDA Sebagai kreditor konkuren, mereka berada pada prioritas terakhir dalam pembagian harta pailit dan terikat pada rencana perdamaian, yang mengubah hak penagihanSebagai kreditor konkuren, mereka berada pada prioritas terakhir dalam pembagian harta pailit dan terikat pada rencana perdamaian, yang mengubah hak penagihan
DAARULHUDADAARULHUDA Pencatatan riwayat kriminal anak harus dipisahkan dari orang dewasa dengan tujuan memberikan kepastian hukum dan menjamin hak-hak anak, sehingga masa laluPencatatan riwayat kriminal anak harus dipisahkan dari orang dewasa dengan tujuan memberikan kepastian hukum dan menjamin hak-hak anak, sehingga masa lalu
DAARULHUDADAARULHUDA Di antara bentuk ungkapan yang ditemukan adalah lafaz muṭlaq dan muqayyad. Pemahaman yang tepat terhadap keduanya sangat diperlukan, sebab sering kaliDi antara bentuk ungkapan yang ditemukan adalah lafaz muṭlaq dan muqayyad. Pemahaman yang tepat terhadap keduanya sangat diperlukan, sebab sering kali
UNUSAUNUSA Sebanyak 25 ekor tikus dibagi menjadi lima kelompok masing‑masing lima ekor: kelompok kontrol positif (K ) diberi pakan tinggi kolesterol dan air, kelompokSebanyak 25 ekor tikus dibagi menjadi lima kelompok masing‑masing lima ekor: kelompok kontrol positif (K ) diberi pakan tinggi kolesterol dan air, kelompok
UNISAYOGYAUNISAYOGYA Metode penelitian Quasi Experiment dengan Pretest-Posttest Control Group. Teknik sampel dalam penelitian menggunakan purposive sampling. Analisis dataMetode penelitian Quasi Experiment dengan Pretest-Posttest Control Group. Teknik sampel dalam penelitian menggunakan purposive sampling. Analisis data
Useful /
DAARULHUDADAARULHUDA Studi ini menganalisis penerapan prinsip penegakan hukum lingkungan hidup sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009, dengan fokus padaStudi ini menganalisis penerapan prinsip penegakan hukum lingkungan hidup sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009, dengan fokus pada
DAARULHUDADAARULHUDA Artikel ini menyajikan solusi praktis: menguatkan identitas Indonesia sekaligus memerangi misinformasi melalui integrasi literasi digital kritis, kesadaranArtikel ini menyajikan solusi praktis: menguatkan identitas Indonesia sekaligus memerangi misinformasi melalui integrasi literasi digital kritis, kesadaran
UMSRAPPANGUMSRAPPANG Krenova dihadirkan di tengah masyarakat Dagan sebagai solusi alternatif bagi permasalahan tersebut. Krenova merupakan alat pembakar sampah minim asap yangKrenova dihadirkan di tengah masyarakat Dagan sebagai solusi alternatif bagi permasalahan tersebut. Krenova merupakan alat pembakar sampah minim asap yang
ATMAJAYAATMAJAYA Dari pembahasan, Peneliti menyimpulkan bahwa Undang-Undang Perlindungan Anak dapat digunakan untuk mengadili pelaku kekerasan seksual terhadap anak korbanDari pembahasan, Peneliti menyimpulkan bahwa Undang-Undang Perlindungan Anak dapat digunakan untuk mengadili pelaku kekerasan seksual terhadap anak korban