EBSINAEBSINA
Jurnal Kesehatan Komunitas IndonesiaJurnal Kesehatan Komunitas IndonesiaLatar Belakang: Manajemen nyeri pascaoperasi yang efektif sangat penting untuk meningkatkan pemulihan, mengurangi komplikasi, dan meningkatkan kenyamanan pasien setelah operasi abdominal besar seperti laparotomi. Intervensi non-farmakologis menawarkan pelengkap yang aman untuk analgesia konvensional, terutama dalam pengaturan manajemen nyeri yang hemat sumber daya atau multimodal. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas teknik relaksasi genggaman jari dalam mengurangi intensitas nyeri pada pasien pasca-laparotomi. Metode: Studi kasus deskriptif dilakukan dengan dua pasien wanita yang didiagnosis menderita kanker kolon yang menjalani laparotomi elektif di Ruang Flamboyan 5, Rumah Sakit Umum Dr. Moewardi, Surakarta, Indonesia. Intensitas nyeri dinilai menggunakan Skala Peringkat Numerik (NRS; 0–10) sebelum dan sesudah intervensi. Teknik relaksasi genggaman jari, metode sederhana yang dapat dilakukan sendiri yang melibatkan genggaman dan pelepasan jari secara ritmis, diterapkan sekali sehari selama tiga hari berturut-turut, dengan setiap sesi berlangsung 20 menit. Hasil: Kedua pasien menunjukkan penurunan klinis yang signifikan dalam intensitas nyeri setelah intervensi. Skor NRS pasien A menurun dari 4 menjadi 2, dan skor pasien S menurun dari 6 menjadi 3, yang menunjukkan pergeseran dari tingkat nyeri sedang ke ringan. Tidak ada efek samping yang diamati. Kesimpulan: Teknik relaksasi genggaman jari adalah strategi tambahan yang layak, non-invasif, dan berbiaya rendah untuk mengelola nyeri pascaoperasi akut setelah laparotomi. Temuan awal ini mendukung integrasi pendekatan ini ke dalam protokol manajemen nyeri multimodal. Namun, uji coba terkontrol yang lebih besar diperlukan untuk mengkonfirmasi efikasi, menentukan dosis optimal, dan menilai penerapan klinis yang lebih luas.
Teknik relaksasi genggaman jari adalah strategi tambahan yang layak, non-invasif, dan berbiaya rendah untuk mengelola nyeri pascaoperasi akut setelah laparotomi.Temuan awal ini mendukung integrasi pendekatan ini ke dalam protokol manajemen nyeri multimodal.Namun, uji coba terkontrol yang lebih besar diperlukan untuk mengkonfirmasi efikasi, menentukan dosis optimal, dan menilai penerapan klinis yang lebih luas.
Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dengan melibatkan jumlah partisipan yang lebih besar dan beragam untuk memastikan generalisasi hasil. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada penentuan dosis optimal dan durasi intervensi teknik relaksasi genggaman jari untuk mencapai efektivitas maksimal dalam mengurangi nyeri pascaoperasi. Ketiga, penelitian dapat mengeksplorasi kombinasi teknik relaksasi genggaman jari dengan modalitas terapi lain, seperti aromaterapi atau musik, untuk meningkatkan efek sinergis dalam manajemen nyeri pascaoperasi. Dengan demikian, penelitian lanjutan ini diharapkan dapat memberikan bukti yang lebih kuat mengenai efektivitas dan optimalisasi teknik relaksasi genggaman jari sebagai bagian dari pendekatan manajemen nyeri multimodal pada pasien pascaoperasi laparotomi.
- A Descriptive Study on the Usage of Exploratory Laparotomy for Trauma | OAEM. descriptive study usage... dovepress.com/a-descriptive-study-on-the-usage-of-exploratory-laparotomy-for-trauma--peer-reviewed-fulltext-article-OAEMA Descriptive Study on the Usage of Exploratory Laparotomy for Trauma OAEM descriptive study usage dovepress a descriptive study on the usage of exploratory laparotomy for trauma peer reviewed fulltext article OAEM
- Wellness And Healthy Magazine. wellness healthy magazine current issue journal august research articles... doi.org/10.30604/well.95212020Wellness And Healthy Magazine wellness healthy magazine current issue journal august research articles doi 10 30604 well 95212020
| File size | 366.1 KB |
| Pages | 15 |
| DMCA | Report |
Related /
LLDIKTI13LLDIKTI13 Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas nyeri pre test yaitu mean 5,7 dengan SD 1,592, pada intensitas nyeri post-test diperoleh mean 3,5 denganHasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas nyeri pre test yaitu mean 5,7 dengan SD 1,592, pada intensitas nyeri post-test diperoleh mean 3,5 dengan
JURNALSTIKESINTANMARTAPURAJURNALSTIKESINTANMARTAPURA Nyeri dapat diatasi dengan melaksanakan manajemen nyeri. Manajemen nyeri merupakan salah satu intervensi keperawatan yang dapat diterapkan untuk menurunkanNyeri dapat diatasi dengan melaksanakan manajemen nyeri. Manajemen nyeri merupakan salah satu intervensi keperawatan yang dapat diterapkan untuk menurunkan
JURNALISTIQOMAHJURNALISTIQOMAH Penelitian ini bertujuan untuk melakukan meta-analisis sistematis terhadap berbagai studi yang mengevaluasi efektivitas birth ball dalam mengurangi intensitasPenelitian ini bertujuan untuk melakukan meta-analisis sistematis terhadap berbagai studi yang mengevaluasi efektivitas birth ball dalam mengurangi intensitas
STIKESMUCISSTIKESMUCIS Klien dirawat di Ruang Teratai 2, BLUD Rumah Sakit Banjar. Jenis intervensi yang diberikan adalah inhalasi aromaterapi lavender selama tiga hari mulaiKlien dirawat di Ruang Teratai 2, BLUD Rumah Sakit Banjar. Jenis intervensi yang diberikan adalah inhalasi aromaterapi lavender selama tiga hari mulai
YMPAIYMPAI Penelitian ini menggunakan desain quasi-experiment dengan pretest-posttest control group design. Populasi penelitian adalah seluruh ibu hamil trimesterPenelitian ini menggunakan desain quasi-experiment dengan pretest-posttest control group design. Populasi penelitian adalah seluruh ibu hamil trimester
POLITAPOLITA Metode penelitian: Desain penelitian menggunakan quasi experiment dengan rancangan non-equivalent pre test and post test control group. Sampel terdiriMetode penelitian: Desain penelitian menggunakan quasi experiment dengan rancangan non-equivalent pre test and post test control group. Sampel terdiri
UMLAUMLA Evaluasi menunjukkan penurunan intensitas nyeri dan tidak ditemukan tanda-tanda infeksi. Penerapan terapi foot massage selama tiga hari selama 15-20 menitEvaluasi menunjukkan penurunan intensitas nyeri dan tidak ditemukan tanda-tanda infeksi. Penerapan terapi foot massage selama tiga hari selama 15-20 menit
PEDSCIJPEDSCIJ Pemberian sedasi dan analgesik yang tepat dapat memperpendek masa rawat inap, penggunaan ventilator, serta waktu ekstubasi. keputusan pemberian analgesikPemberian sedasi dan analgesik yang tepat dapat memperpendek masa rawat inap, penggunaan ventilator, serta waktu ekstubasi. keputusan pemberian analgesik
Useful /
EBSINAEBSINA Ada perbedaan hasil skor fungsi kognitif sebelum dan sesudah peserta diberi senam otak, dengan kedua kelompok menunjukkan peningkatan. Peningkatan iniAda perbedaan hasil skor fungsi kognitif sebelum dan sesudah peserta diberi senam otak, dengan kedua kelompok menunjukkan peningkatan. Peningkatan ini
JURNALISTIQOMAHJURNALISTIQOMAH Hasil analisis menunjukkan bahwa vitamin D memiliki hubungan erat dengan kesehatan anak, terutama dalam mendukung sistem muskuloskeletal dan imun. Namun,Hasil analisis menunjukkan bahwa vitamin D memiliki hubungan erat dengan kesehatan anak, terutama dalam mendukung sistem muskuloskeletal dan imun. Namun,
AKBAKB Hasil penelitian menunjukkan bahwa stres dan konflik memiliki pengaruh secara signifikan terhadap semangat kerja dan kinerja karyawan, sebagaimana dinyatakanHasil penelitian menunjukkan bahwa stres dan konflik memiliki pengaruh secara signifikan terhadap semangat kerja dan kinerja karyawan, sebagaimana dinyatakan
UNSULBARUNSULBAR Secara simultan, ketiga variabel independen (kompensasi, kepemimpinan, dan komitmen) berpengaruh signifikan terhadap disiplin kerja. Hasil penelitian menunjukkanSecara simultan, ketiga variabel independen (kompensasi, kepemimpinan, dan komitmen) berpengaruh signifikan terhadap disiplin kerja. Hasil penelitian menunjukkan