WDHWDH
EDU RMIK Jurnal Edukasi Rekam Medis Informasi KesehatanEDU RMIK Jurnal Edukasi Rekam Medis Informasi KesehatanKualitas data dan informasi pelayanan kesehatan membutuhkan keakuratan dan konsistensi. Terkait tenaga rekam medis sebagai pemberi kode bertanggung jawab atas keakuratan kode dari suatu diagnosis yang telah ditetapkan oleh tenaga medis. Berdasarkan hasil observasi awal terdapat ketepatan kode pada diagnosis Schizophrenia sebesar 70 (94,6%) kode. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ketepatan pengkodean diagnosis Schizophrenia berdasarkan ICD-10 di RSU Kota Tangerang Selatan. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan retrospektif dan crossectional. Populasi subjek dalam penelitian ini berjumlah 12 orang sedangkan populasi objek berjumlah 923 berkas rekam medis rawat jalan dengan diagnosis Schizophrenia. Sampel dalam penelitian 8 responden dan 90 berkas rekam medis rawat jalan diagnosis Skizophrenia pada bulan Oktober-Desember 2023. Teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel ini adalah Systematic Random Sampling dengan menggunakan perhitungan interval. Instrumen penelitian ini menggunakan observasi dan kuesioner. Hasil penelitian didapatkan bahwa RSU Kota Tangerang Selatan sudah memiliki SPO kodefikasi dengan persentase pelaksanaan 86% terlaksana dan belum dilakukan revisi serta sosialisasi kepada seluruh staff. Dari 90 DRM, 49 (54,4%) diagnosis Schizophrenia kode tepat dan 41 (45,6%) kode tidak tepat, dan penentuan kode diagnosis tidak sesuai peraturan karena dilakukan oleh dokter. Terkait faktor penyebab berdasarkan SDM, 100% petugas koder memiliki latar belakang pendidikan D3/D4/S1 rekam medis dan informasi kesehatan, dengan 100% pengalaman kerja lebih dari 2 tahun, dan 62,5% petugas pernah mengikuti pelatihan coding.
RSU Kota Tangerang Selatan telah memiliki SPO kodefikasi “SPO koding rawat jalan/rawat inap dengan tingkat pelaksanaan 86%, namun belum 100% karena belum revisi dan ada staf yang belum disosialisasikan.Ketepatan kode diagnosis Schizophrenia hanya 54,4% (49/90) karena penetapan kode oleh dokter tanpa verifikasi koder serta sebagian koder belum mendapatkan pelatihan.Tenaga koding terdiri dari 8 koder rawat jalan, 1 kepala rekam medis, dan 3 DPJP poli jiwa, dengan 33,3% responden menolak berpartisipasi, dan 37,5% koder belum mengikuti pelatihan kodefikasi.
Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki apakah penerapan sistem pendukung keputusan berbasis kecerdasan buatan (AI) dapat meningkatkan akurasi penetapan kode diagnosis Schizophrenia oleh dokter dibandingkan dengan metode manual yang saat ini digunakan. Selanjutnya, evaluasi efektivitas program pelatihan berkelanjutan berbasis e‑learning untuk koder dalam meningkatkan ketepatan kode diagnosis gangguan jiwa, serta dampaknya terhadap kepatuhan terhadap SOP yang telah ditetapkan, sangat diperlukan. Terakhir, analisis perbedaan tingkat ketepatan kode antara rumah sakit yang telah merevisi dan mensosialisasikan SPO secara menyeluruh dengan yang belum, serta identifikasi faktor organisasi dan sumber daya manusia yang mempengaruhi konsistensi pelaksanaan SOP, dapat memberikan gambaran yang lebih jelas tentang langkah perbaikan yang optimal.
| File size | 380.03 KB |
| Pages | 15 |
| DMCA | Report |
Related /
POLTEKBAUBAUPOLTEKBAUBAU Sampel 40 orang diambil dengan teknik purposive sampling. Analisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan terjadi penurunanSampel 40 orang diambil dengan teknik purposive sampling. Analisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan terjadi penurunan
POLTEKBAUBAUPOLTEKBAUBAU Penelitian ini memperoleh kesimpulan bahwa dukungan suami memiliki hubungan moderat dengan tingkat kecemasan pada ibu hamil trimester III. Difusi informasiPenelitian ini memperoleh kesimpulan bahwa dukungan suami memiliki hubungan moderat dengan tingkat kecemasan pada ibu hamil trimester III. Difusi informasi
POLTEKBAUBAUPOLTEKBAUBAU Perancangan sistem ini dibuat sesuai dengan teknik pengumpulan data. Berdasarkan hasil penelitian, proses retensi dokumen rekam medis di Rumah Sakit UmumPerancangan sistem ini dibuat sesuai dengan teknik pengumpulan data. Berdasarkan hasil penelitian, proses retensi dokumen rekam medis di Rumah Sakit Umum
PIKSIPIKSI Penelitian ini merancang dan mengevaluasi sebuah sistem informasi untuk menganalisis kelengkapan informed consent secara terintegrasi, akurat, dan dapatPenelitian ini merancang dan mengevaluasi sebuah sistem informasi untuk menganalisis kelengkapan informed consent secara terintegrasi, akurat, dan dapat
UDBUDB Prediksi statistik kematian menggunakan metode least square pada tahun 2023-2025 menunjukkan kecenderungan penurunan pada sebagian besar indikator, kecualiPrediksi statistik kematian menggunakan metode least square pada tahun 2023-2025 menunjukkan kecenderungan penurunan pada sebagian besar indikator, kecuali
UDBUDB Jenis penelitian ini adalah deskriptif, dengan pendekatan retrospektif. Jumlah populasi 248 dokumen, dan sampel 154 dokumen, dengan teknik pengambilanJenis penelitian ini adalah deskriptif, dengan pendekatan retrospektif. Jumlah populasi 248 dokumen, dan sampel 154 dokumen, dengan teknik pengambilan
UDBUDB Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan analisis berfokus pada data angka yang dapat diolah menggunakan perhitungan statistik. Tujuan penelitianPenelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan analisis berfokus pada data angka yang dapat diolah menggunakan perhitungan statistik. Tujuan penelitian
UDBUDB Aplikasi diharapkan mempercepat pemilahan, mengurangi kesalahan, serta meningkatkan efisiensi dan keamanan data. Aplikasi berbasis PHP–MySQL berfiturAplikasi diharapkan mempercepat pemilahan, mengurangi kesalahan, serta meningkatkan efisiensi dan keamanan data. Aplikasi berbasis PHP–MySQL berfitur
Useful /
WDHWDH Puskesmas Serpong I terhitung sebesar 64 (65.98%) dan 33 (34,02%) kode diagnosis penyakit gigi dan mulut yang tidak tepat. Puskesmas Serpong I belum memilikiPuskesmas Serpong I terhitung sebesar 64 (65.98%) dan 33 (34,02%) kode diagnosis penyakit gigi dan mulut yang tidak tepat. Puskesmas Serpong I belum memiliki
WDHWDH Salah satu kompetensi perekam medis adalah klasifikasi dan kodefikasi penyakit serta masalah-masalah yang berkaitan dengan tindakan kesehatan dan tindakanSalah satu kompetensi perekam medis adalah klasifikasi dan kodefikasi penyakit serta masalah-masalah yang berkaitan dengan tindakan kesehatan dan tindakan
IKIP SILIWANGIIKIP SILIWANGI Penelitian ini juga menjelaskan strategi Sake-Beda untuk mempermudah siswa menyelesaikan masalah operasi pecahan. Selain itu, studi ini juga menunjukkanPenelitian ini juga menjelaskan strategi Sake-Beda untuk mempermudah siswa menyelesaikan masalah operasi pecahan. Selain itu, studi ini juga menunjukkan
UGMUGM Dua peristiwa yang dianalisis meliputi (1) pengumuman reformasi perbankan pada 13 Maret 1999, yang mencakup penutupan 38 bank swasta, pengambilalihan 7Dua peristiwa yang dianalisis meliputi (1) pengumuman reformasi perbankan pada 13 Maret 1999, yang mencakup penutupan 38 bank swasta, pengambilalihan 7