UNTAG SMDUNTAG SMD

JMA: JURNAL MANAJEMEN DAN AKUNTANSIJMA: JURNAL MANAJEMEN DAN AKUNTANSI

Penelitian ini untuk bertujuan mengetahui jumlah persediaan pupuk pada PT. Kalimantan Mandiri di Samarinda. Dari penelitian yang telah dilakukan dengan membandingkan kebijakan pengelolaan persediaan pupuk yang sekarang berlaku di perusahaan dengan metode EOQ, maka dapat diperoleh hasil bahwa dengan menggunakan metode EOQ lebih optimal. Hal ini dapat dilihat dengan jumlah kebutuhan rata-rata sebesar 1.540 Sak setiap kali pesan dengan jumlah pemesanan 12 kali dalam setahun dan biaya persediaannya sebesar Rp 5.695.740, sedangkan bila menggunakan metode EOQ jumlah pemesanannya sebesar 3.761 Sak dengan jumlah pemesanan 5 kali dalam setahun. Jumlah biaya yang dikeluarkan adalah Rp 3.994.464,04. Untuk mengantisipasi hal - hal yang tidak diinginkan berkaitan dengan persediaan pupuk, metode EOQ memberikan saran kepada perusahaan untuk menyediakan persediaan pengaman sebesar 11 Sak dan melakukan pemesanan pupuk kembali sebesar 11.292 Sak. Dengan metode EOQ ini dapat menghindari terjadinya keterlambatan penyediaan pupuk, karena penyediaan pupuk dapat dipastikan konstan dan sesuai lead time. Maka untuk mencapai tujuan penelitian, perusahaan sebaiknya menggunakan metode EOQ ROP dan Safety Stock untuk menghindari adanya kekurangan stok maupun kelebihan atau penumpukkan stok barang dagang.

Berdasarkan hipotesis yang menunjukkan bahwa jumlah pesanan pupuk yang biasa dilakukan PT.Kalimantan Mandiri belum mencapai titik optimal (ekonomis), sehingga merugikan PT.Kalimantan Mandiri karena total biaya persediaan yang keluarkan perusahaan lebih besar dibandingkan jika perusahaan menggunakan metode EOQ.Dengan menggunakan metode EOQ, penghematan biaya yang dapat diperoleh adalah sebesar Rp 1.Kalimantan Mandiri tidak menetapkan adanya persediaan pengaman dalam kebijakannya, sedangkan dalam metode EOQ, perusahaan harus mengadakan persediaan pengaman untuk memperlancar proses jual beli dengan jumlah 11 sak.Adanya titik pemesanan kembali dalam metode EOQ untuk mengantisipasi keterlambatan pengiriman pupuk.Menurut metode EOQ, perusahaan harus melakukan pemesanan pupuk kembali saat persediaan pupuk berada pada tingkat jumlah sebesar 11.

Untuk mengembangkan manajemen persediaan, penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi penggunaan model inventori lain seperti Just-In-Time (JIT) dan membandingkan efektivitasnya dengan EOQ di industri pupuk. Penelitian juga bisa fokus pada pengaruh perubahan lead time terhadap keputusan pemesanan dengan mempertimbangkan variabilitas pasokan dari supplier. Selain itu, studi tentang integrasi teknologi seperti sistem manajemen persediaan berbasis AI dapat dilakukan untuk meningkatkan akurasi prediksi kebutuhan dan mengurangi risiko stockout. Ketiga saran ini memberikan arah penelitian yang lebih luas dan inovatif, berdasarkan temuan bahwa metode EOQ lebih efisien daripada pendekatan tradisional.

Read online
File size379.25 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test