ISI DPSISI DPS

Segara Widya : Jurnal Penelitian SeniSegara Widya : Jurnal Penelitian Seni

Dharmagita sebagai nyanyian (tembang) berkaitan dengan upacara agama Hindu di Bali tergerus oleh seni-seni modern. Generasi muda kurang berminat terhadap seni yang dianggap arkais ini. Fenomena ini juga terjadi di Br. Mukti, Desa Singapadu, Sukawati, Gianyar. Banyak seniman senior yang telah meninggal menjadi salah satu faktor timbulnya kesenjangan antar generasi. Kehadiran Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini diharapkan menjadi solusi pemecahan masalah yag dihadapi masyarakat Banjar Mukti. Metode yang diterapkan adalah pembelajaran inovatif berbasis Struktur Analisis Sintesis dengan pendekatan wiraga, wirama, wirasa dan wiguna. Metode ini juga menerapkan pembelajaran blendid antara metode membaca notasi dingdong, maguru kuping (mendengarkan), nuutin (imitasi), dengan memanfaatkan media teknologi informasi untuk merekam, membagikan di media sosial seperti WAG, instagram sebagai upaya mempercepat proses pembelajaran. Hasil dari kegiatan PKM telah menghasilkan konstruksi baru tentang Seka Kidung dengan peserta Ibu-Ibu PKK berumur antara 25-45 tahun. Para peserta disamping memiliki pemahaman teks dan konteks juga telah berhasil menguasai Kidung Bremara Ngisep Sari, Bremara Sangupati, Kawitan Wargasari, Pangawak Wargasari, Jerum, Aji kembang dan Wargasirang. Selain itu peserta juga memahami tentang teknik olah vokal, teknik penyajian, dan makna kidung sesuai dengan konteks upacara. Adapun luaran dari kegiatan PKM ini adalah Teaser Kidung, Video, Draft Buku Ajar, Artikel pada Prosiding Seminar Nasional Ber-ISBN, dan Draft HKI.

Pelatihan Dharmagita di Banjar Mukti Singapadu mampu menjadi momentum kebangkitan Kidung oleh generasi penerus terutama kaum ibu-ibu muda.Metode pembelajaran inovatif berbasis PAKEM, memanfaatkan kemajuan teknologi informasi serta penerapan konsep metode wiraga, wirama, wirasa, dan wiguna yang hibrid dengan metode pembelajaran modern berpayung SAS (struktur analisis sintesis) menjadi metode pembelajaran yang efektif serta telah menunjukkan keberhasilan signifikan baik secara kuantitatif maupun kualitatif.Secara kuantitatif materi yang berhasil dikuasai meliputi Kidung Bremara Ngisepsari, Bremara Sangupati, Kawitan Wargasari, Pengawak Wargasari, Kidung Jerum, Aji Kembang, dan Kidung Turun Tirta.Dalam kurun waktu yang relatif singkat peserta telah mampu menguasai tujuh varian kidung, dan tentu hal ini menjadi hal yang cukup menggembirakan sekaligus membanggakan.Penguasaan materi tersebut mampu difungsikan secara kontekstual kaitan teks dengan konteks dalam rangkaian pelaksanaan Karya Agung Ngusaba Desa Ngusaba Nini di Desa Adat Kebon Singapadu.Kidung sebagai bagian dari pancagita memiliki makna teologis filosofis untuk meningkatkan kualitas yadnya, menginvestasikan modal simbolik, mengakumulasikan pahala mulia dan menebarkan vibrasi kesucian lingkungan agar memperoleh kesucian yang harmonis.

Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, dan keterbatasan penelitian ini, berikut adalah saran penelitian lanjutan: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang efektivitas metode pembelajaran inovatif yang diterapkan dalam pelatihan Dharmagita, khususnya dalam hal peningkatan minat dan keterampilan generasi muda dalam seni tradisional. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan metode pembelajaran yang lebih interaktif dan menarik, dengan memanfaatkan teknologi informasi dan media sosial, untuk meningkatkan partisipasi dan pemahaman peserta tentang teks dan konteks Dharmagita. Ketiga, penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi lebih dalam tentang makna teologis dan filosofis dari kidung dalam upacara agama Hindu, serta bagaimana kidung dapat menjadi sarana untuk meningkatkan kualitas yadnya dan menebarkan vibrasi kesucian lingkungan.

Read online
File size293.47 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test