UYPUYP

Teknologi Pangan : Media Informasi dan Komunikasi Ilmiah Teknologi PertanianTeknologi Pangan : Media Informasi dan Komunikasi Ilmiah Teknologi Pertanian

Kerupuk merupakan jenis makanan ringan yang bersifat kering dan renyah, yang umumnya dibuat dari bahan yang mengandung pati tinggi, seperti tepung tapioka. Salah satu alternatif bahan tambahan yang dapat dimanfaatkan adalah kulit udang, yang merupakan limbah hasil pengolahan udang namun masih mengandung nilai gizi seperti protein kasar (25–40%), kalsium karbonat (45–50%), dan kitin (15–20%). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi kulit udang dan tepung tapioka terhadap karakteristik sensoris dan fisikokimia kerupuk daun kelor. Dalam penelitian ini digunakan empat perlakuan substitusi, yaitu KKU0 (0% kulit udang : 100% tapioka), KKU1 (5% : 95%), KKU2 (10% : 90%), dan KKU3 (15% : 85%). Analisis dilakukan melalui uji sensoris (uji hedonik untuk menilai warna, aroma, rasa, dan tekstur) serta uji fisikokimia (daya kembang dan daya serap minyak). Hasil uji sensoris menunjukkan bahwa perlakuan KKU3 (15% kulit udang) memperoleh nilai kesukaan tertinggi dari panelis, yaitu warna 3,84, aroma 4,04, rasa 4,36, dan tekstur 4,52, yang menunjukkan bahwa kerupuk dengan substitusi kulit udang 15% paling disukai. Namun, hasil uji fisikokimia menunjukkan bahwa perlakuan KKU0 (tanpa kulit udang) memiliki daya kembang tertinggi (0,84%) dan daya serap minyak terendah (0,136%), yang menunjukkan bahwa penambahan kulit udang dapat menurunkan sifat fisikokimia tersebut.

Penelitian ini menemukan bahwa substitusi 15 % kulit udang dengan 85 % tepung tapioka (perlakuan KKU3) menghasilkan skor hedonik tertinggi pada warna, aroma, rasa, dan tekstur kerupuk daun kelor.Namun, peningkatan kadar kulit udang secara signifikan menurunkan daya kembang (dari 0,84 % pada KKU0 menjadi 0,31 % pada KKU3) serta daya serap minyak (dari 0,136 % menjadi 0,074 %).Dengan demikian, penambahan kulit udang dapat meningkatkan penerimaan sensorik, namun mengurangi beberapa sifat fisikokimia kerupuk.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi tingkat optimal substitusi kulit udang menggunakan pendekatan respon permukaan untuk memperoleh keseimbangan terbaik antara penerimaan sensorik dan sifat fisikokimia kerupuk. Selain itu, peneliti dapat menambahkan bahan fungsional lain seperti antioksidan alami atau serat pangan bersama kulit udang untuk meningkatkan daya kembang dan mengurangi daya serap minyak tanpa mengorbankan cita rasa. Selanjutnya, penting untuk menilai keamanan dan daya simpan produk dengan mengevaluasi stabilitas mikroba serta perubahan kualitas sensoris kerupuk yang difortifikasi kulit udang di berbagai kondisi penyimpanan dan jenis kemasan.

  1. Home‐based preparation approaches altered the availability of health beneficial components... onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1002/fsn3.462HomeyAAAabased preparation approaches altered the availability of health beneficial components onlinelibrary wiley doi 10 1002 fsn3 462
Read online
File size442.6 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test