ITATSITATS
Journal of Applied Sciences, Management and Engineering TechnologyJournal of Applied Sciences, Management and Engineering TechnologyTekstur batuan sedimen merupakan aspek fundamental dari sedimentasi, yang mencerminkan sifat fisik partikel dan hubungannya. Memahami tekstur batuan sangat penting untuk menginterpretasikan mekanisme dan lingkungan pengendapan. Kematangan butir mewakili properti kunci dalam tekstur sedimen. Formasi Semilir Miosen Awal ditandai dengan endapan turbidit dengan litologi tufaseus; namun, mekanisme transportasinya masih belum jelas. Studi ini bertujuan untuk menganalisis proses sedimentasi Formasi Semilir dengan mengamati kematangan butir. Analisis granulometri dilakukan pada tiga sampel batuan dari area Ngoro-oro, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta. Sampel digiling, dipisahkan menjadi fraksi ukuran, dan dievaluasi secara statistik untuk menentukan kuartil, diameter median, koefisien pengurutan, kemiringan, dan kurtosis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Formasi Semilir terdiri dari batuan sedimen butir yang belum matang, yang mengindikasikan bahwa sedimen diendapkan dalam kondisi energi sedang hingga tinggi. Temuan ini menunjukkan bahwa endapan berasal dari sumber terdekat dan sangat dipengaruhi oleh lereng vulkanik dan aktivitas vulkanik bawah laut.
Analisis terintegrasi menunjukkan bahwa Formasi Semilir Miosen Awal di Ngoro-oro merupakan suksesi turbidit vulkaniklastik yang belum matang yang diendapkan di kipas sedimen bawah laut dalam kondisi energi tinggi.Statistik ukuran butir menunjukkan bahwa batuan pasir berukuran sedang hingga kasar, kurang hingga sedang terurut, dan menampilkan kemiringan dan kurtosis yang bervariasi, yang mengindikasikan input sedimen yang cepat dengan sedikit perombakan.Plot bivariate (Visher, Passega) secara konsisten menempatkan sampel dalam bidang suspensi–saltasi, yang mengkonfirmasi pengendapan dari aliran kerapatan energi tinggi daripada proses litoral atau dekat pantai.Interpretasi ini diperkuat oleh dominasi tempat tidur bergradasi, laminasi sejajar, dan tidak adanya struktur yang dihasilkan oleh gelombang atau pasang.
Berdasarkan latar belakang penelitian yang menyoroti keterbatasan data tentang kematangan butir dan proses sedimen Formasi Semilir, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengidentifikasi sumber vulkanik yang tepat dari Formasi Semilir melalui analisis geokimia dan isotopik sedimen, yang akan memberikan wawasan lebih lanjut tentang dinamika tektonik dan vulkanik di cekungan tersebut. Kedua, penyelidikan struktural yang lebih rinci, termasuk pemetaan patahan dan analisis deformasi, dapat membantu memahami bagaimana kontrol struktural memengaruhi penyebaran material vulkaniklastik dan evolusi cekungan. Ketiga, studi paleokorrentologi yang komprehensif, menggunakan data sedimen dan analisis seismik, dapat memberikan pemahaman yang lebih baik tentang arah dan intensitas aliran turbidit, serta hubungannya dengan topografi dasar laut. Dengan menggabungkan temuan dari penelitian ini, kita dapat memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif tentang proses sedimentasi dan evolusi cekungan di wilayah Gunungkidul, yang berkontribusi pada pemahaman yang lebih luas tentang sistem vulkaniklastik di Indonesia.
- Discrimination between coastal subenvironments using textural characteristics - SUTHERLAND - 1994 - Sedimentology... onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/j.1365-3091.1994.tb01445.xDiscrimination between coastal subenvironments using textural characteristics SUTHERLAND 1994 Sedimentology onlinelibrary wiley doi 10 1111 j 1365 3091 1994 tb01445 x
- Depositional Environment Characteristic of The Late Miocene Kerek Formation in Kendeng Basin: A Case... ejurnal.itats.ac.id/jemt/article/view/4830Depositional Environment Characteristic of The Late Miocene Kerek Formation in Kendeng Basin A Case ejurnal itats ac jemt article view 4830
- Comprehensive Facies Analysis and Depositional Environments of the Kikim Formation, Garba Mountain, South... ejurnal.itats.ac.id/jemt/article/view/5628Comprehensive Facies Analysis and Depositional Environments of the Kikim Formation Garba Mountain South ejurnal itats ac jemt article view 5628
| File size | 528.95 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
PUBLIKASIINDONESIAPUBLIKASIINDONESIA 115,53 per buah (30% HDPE). Dengan demikian, penggunaan limbah HDPE sebagai bahan pengganti menunjukkan potensi yang ramah lingkungan dalam konteks ekonomi115,53 per buah (30% HDPE). Dengan demikian, penggunaan limbah HDPE sebagai bahan pengganti menunjukkan potensi yang ramah lingkungan dalam konteks ekonomi
UNRAMUNRAM Program ini terbukti efektif memberdayakan masyarakat Kulaba dalam mengelola limbah pertanian menjadi biokompos, sehingga dapat mengurangi penggunaan pupukProgram ini terbukti efektif memberdayakan masyarakat Kulaba dalam mengelola limbah pertanian menjadi biokompos, sehingga dapat mengurangi penggunaan pupuk
LMULMU Geometri lereng tunggal yang paling optimal dan memenuhi persyaratan ESDM dalam kondisi statik maupun dinamik adalah sebagai berikut. litologi LimonitGeometri lereng tunggal yang paling optimal dan memenuhi persyaratan ESDM dalam kondisi statik maupun dinamik adalah sebagai berikut. litologi Limonit
UNIKSUNIKS Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi sifat fisik tanah pada berbagai kelas lereng di perkebunan kelapa sawit PTPN III Kebun Aek Nabara Utara,Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi sifat fisik tanah pada berbagai kelas lereng di perkebunan kelapa sawit PTPN III Kebun Aek Nabara Utara,
JPTAMJPTAM Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan melakukan survei dan pengambilan sampel mengunakan metode eksplorasi, yaituMetode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan melakukan survei dan pengambilan sampel mengunakan metode eksplorasi, yaitu
UnmulUnmul Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh manajemen pemeliharaan sapi potong peternakan rakyat di Kutai Barat. Penelitian menggunakan metode surveiPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh manajemen pemeliharaan sapi potong peternakan rakyat di Kutai Barat. Penelitian menggunakan metode survei
UYPUYP Masing-masing diulang sebanyak 3 kali sehingga diperoleh 18 percobaan. Data diperoleh dari pengamatan karakteristik kimia dan organoleptik. Uji kimia meliputiMasing-masing diulang sebanyak 3 kali sehingga diperoleh 18 percobaan. Data diperoleh dari pengamatan karakteristik kimia dan organoleptik. Uji kimia meliputi
MAHADEWAMAHADEWA Makrofauna tanah merupakan bagian dari biodiversitas tanah yang berperan penting dalam perbaikan sifat fisik, kimiawi, dan biologi tanah. Makrofauna tanahMakrofauna tanah merupakan bagian dari biodiversitas tanah yang berperan penting dalam perbaikan sifat fisik, kimiawi, dan biologi tanah. Makrofauna tanah
Useful /
ITATSITATS Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif deskriptif korelasional dengan pendekatan cross‑sectional yang melibatkan 30 tenaga teknisi proyek.Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif deskriptif korelasional dengan pendekatan cross‑sectional yang melibatkan 30 tenaga teknisi proyek.
ITATSITATS Grindulu River di Pacitan merupakan salah satu daerah yang menunjukkan manifestasi alterasi hidrotermal dan mineralisasi logam. Namun, logam berharga yangGrindulu River di Pacitan merupakan salah satu daerah yang menunjukkan manifestasi alterasi hidrotermal dan mineralisasi logam. Namun, logam berharga yang
ITATSITATS Penelitian ini menguji hubungan antara fasies dan stilolitasi pada karbonat Anggota Araej Atas di lepas pantai Abu Dhabi. Analisis inti dan irisan tipisPenelitian ini menguji hubungan antara fasies dan stilolitasi pada karbonat Anggota Araej Atas di lepas pantai Abu Dhabi. Analisis inti dan irisan tipis
LMULMU Pola retak pada semua balok uji berawal dari tumpuan dan bergerak diagonal ke arah beban. Pola keruntuhan yang terjadi pada semua balok uji adalah keruntuhanPola retak pada semua balok uji berawal dari tumpuan dan bergerak diagonal ke arah beban. Pola keruntuhan yang terjadi pada semua balok uji adalah keruntuhan