ITATSITATS
Journal of Applied Sciences, Management and Engineering TechnologyJournal of Applied Sciences, Management and Engineering TechnologyAnalisis sedimen asal telah dilakukan untuk mengungkapkan perkembangan tektonik selama deposisi Formasi Semilir di Pegunungan Selatan Yogyakarta, menggunakan sampel esensial dari observasi lapangan, analisis petrografi, dan metode penghitungan titik. Pengamatan dan pengambilan sampel di dua titik observasi mengungkapkan fitur litologis yang berbeda, termasuk pasir dan lumpur dengan struktur lumpur dan struktur slump yang tercampur dengan siderit. Analisis petrografi menggunakan metode penghitungan titik menentukan komposisi mineral dari empat sampel: 1A, 1B, 2A, dan 2B. Sampel 1A dan 1B dikategorikan sebagai Lithic Wacke, 2A Feldspathic Wacke, dan 2B Lithic Wacke. Analisis asal, yang penting untuk memahami sejarah sedimentasi dan merekonstruksi peristiwa geologi sebelum deposisi sedimen, mengidentifikasi bahwa pasir di daerah Ngoro-oro sebagian besar masuk ke dalam kategori busur magmatik. Oleh karena itu, berdasarkan analisis kami, perkembangan tektonik selama deposisi Formasi Semilir terkait dengan peristiwa konvergensi pertama subduksi di selatan Jawa, yang memiliki pengaruh vulkanik besar dan morfologi lereng yang umum di daerah vulkanik. Temuan studi ini berkontribusi pada pemahaman yang lebih mendalam tentang proses tektonosedimentasi dan sejarah geologi daerah Ngoro-oro. Pendekatan terpadu dari analisis petrografi dan asal memberikan pandangan komprehensif tentang pembentukan dan evolusi batuan sedimen, memperkaya pengetahuan geologi di daerah tersebut.
Petrografi penghitungan titik Formasi Semilir mengungkapkan komposisi yang didominasi oleh lithic wacke (sampel 1A, 1B, dan 2B) dan feldspathic wacke (sampel 2A).Kerangka kerja ditandai dengan melimpahnya litik vulkanik dan plagioklas, yang mencerminkan pasokan sedimen dari sumber busur magmatik yang tidak terpotong hingga transisional.Tanda-tanda petrografi ini menunjukkan bahwa Formasi Semilir merekam detritus yang berasal dari busur pada awal Miocene yang terkait dengan subduksi aktif di sepanjang Jawa Selatan.
Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan analisis lebih lanjut tentang hubungan antara komposisi sedimen dan evolusi tektonik di daerah tersebut. Studi ini dapat berfokus pada pemetaan lebih detail dan analisis stratigrafi Formasi Semilir untuk memahami lebih lanjut tentang hubungan antara sedimentasi dan aktivitas tektonik. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi pengaruh aktivitas vulkanik pada distribusi dan komposisi sedimen di daerah tersebut. Dengan menggabungkan analisis petrografi, geokimia, dan data stratigrafi, penelitian lanjutan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang interaksi antara vulkanisme, sedimentasi, dan perkembangan tektonik di Formasi Semilir dan daerah sekitarnya.
| File size | 637 KB |
| Pages | 14 |
| DMCA | Report |
Related /
PRISMAPRISMA Penelitian ini mengenai geologi gunungapi, khususnya fasies Gunungapi Awu, dilakukan di daerah Bungalawang, Kecamatan Tahuna. Metode yang digunakan adalahPenelitian ini mengenai geologi gunungapi, khususnya fasies Gunungapi Awu, dilakukan di daerah Bungalawang, Kecamatan Tahuna. Metode yang digunakan adalah
PRISMAPRISMA Luas wilayah daerah penelitian yakni 4x4 km2. Desa maen terletak di daerah yang memiliki potensi di bidang sumberdaya energi dan mineral. Stratigrafi daerahLuas wilayah daerah penelitian yakni 4x4 km2. Desa maen terletak di daerah yang memiliki potensi di bidang sumberdaya energi dan mineral. Stratigrafi daerah
ITNYITNY Karakteristik seam batubara pada daerah penelitian adalah. Dijumpai 2 seam batubara di daerah penelitian, seam S3 dengan rata-rata ketebalan 1,5 meterKarakteristik seam batubara pada daerah penelitian adalah. Dijumpai 2 seam batubara di daerah penelitian, seam S3 dengan rata-rata ketebalan 1,5 meter
ITATSITATS Boxplot menyoroti variabilitas yang lebih besar pada fasies yang kaya lumpur, sedangkan grainstone menunjukkan distribusi yang lebih sempit. PengujianBoxplot menyoroti variabilitas yang lebih besar pada fasies yang kaya lumpur, sedangkan grainstone menunjukkan distribusi yang lebih sempit. Pengujian
MEDIAPUBLIKASIMEDIAPUBLIKASI Ketangguhan jaringan pasok global telah menjadi prioritas utama bagi organisasi dalam era globalisasi, kemajuan teknologi cepat, dan keterhubungan yangKetangguhan jaringan pasok global telah menjadi prioritas utama bagi organisasi dalam era globalisasi, kemajuan teknologi cepat, dan keterhubungan yang
MEDIAPUBLIKASIMEDIAPUBLIKASI Budaya perusahaan positif memperkuat komitmen dan menciptakan harmoni, sehingga perusahaan harus memperhatikan faktor-faktor tersebut untuk memaksimalkanBudaya perusahaan positif memperkuat komitmen dan menciptakan harmoni, sehingga perusahaan harus memperhatikan faktor-faktor tersebut untuk memaksimalkan
MEDIAPUBLIKASIMEDIAPUBLIKASI Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan manajemen proyek informatika memainkan peran penting dalam menentukan keberhasilan atau kegagalan proyek.Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan manajemen proyek informatika memainkan peran penting dalam menentukan keberhasilan atau kegagalan proyek.
UNHAJUNHAJ Permasalahan gizi yang dihadapi remaja salah satunya adalah masalah anemia. Anemia didefinisikan sebagai penurunan kadar hemoglobin (Hb) darah dibawahPermasalahan gizi yang dihadapi remaja salah satunya adalah masalah anemia. Anemia didefinisikan sebagai penurunan kadar hemoglobin (Hb) darah dibawah
Useful /
STAINUPASTAINUPA Analisis tematik mengikuti kerangka Miles & Huberman serta Braun & Clarke dengan triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Temuan mengungkap tiga bottleneckAnalisis tematik mengikuti kerangka Miles & Huberman serta Braun & Clarke dengan triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Temuan mengungkap tiga bottleneck
UNHAJUNHAJ Kesimpulan webinar ini memberikan pandangan menyeluruh tentang pentingnya pencegahan plagiat dan meningkatkan kesadaran akan konsekuensi hukum dan akademisKesimpulan webinar ini memberikan pandangan menyeluruh tentang pentingnya pencegahan plagiat dan meningkatkan kesadaran akan konsekuensi hukum dan akademis
POLTEKKES MAMUJUPOLTEKKES MAMUJU Pengetahuan ibu balita mengenai cuci tangan pakai sabun sebagian besar baik, dengan 60. Sikap ibu balita terhadap cuci tangan pakai sabun juga sebagianPengetahuan ibu balita mengenai cuci tangan pakai sabun sebagian besar baik, dengan 60. Sikap ibu balita terhadap cuci tangan pakai sabun juga sebagian
POLTEKKES MAMUJUPOLTEKKES MAMUJU Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa pengetahuan masyarakat tentang 5 pilar STBM kurang baik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengetahuan masyarakatKesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa pengetahuan masyarakat tentang 5 pilar STBM kurang baik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengetahuan masyarakat