RCIPUBLISHERRCIPUBLISHER

Indonesian Journal of Health and MedicalIndonesian Journal of Health and Medical

Makanan kariogenik merupakan makanan manis yang mengandung gula dan sukrosa, yang dapat menyebabkan terjadinya penyakit karies gigi atau gigi berlubang. Karies gigi adalah penyakit jaringan gigi yang ditandai dengan kerusakan jaringan, dimulai dari permukaan gigi meluas ke arah pulpa. Masalah penelitian ini adalah tingginya angka DMF‑T anak usia 10‑12 tahun di TPQ Al‑Jihad Kejawan Putih Tambak Surabaya Tahun 2021. Tujuan penelitian ini adalah diketahuinya pengetahuan tentang makanan kariogenik anak usia 10‑12 tahun di TPQ Al‑Jihad Kejawan Putih Tambak Surabaya, yang meliputi pengetahuan tentang pengertian makanan kariogenik, pengetahuan tentang jenis makanan kariogenik, pengetahuan tentang makanan yang baik untuk kesehatan gigi, pengetahuan tentang dampak mengkonsumsi makanan kariogenik. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Sasaran dalam penelitian ini adalah anak usia 10‑12 tahun di TPQ Al‑Jihad Kejawan Putih Tambak Surabaya berjumlah 47 anak selama bulan Desember 2021 hingga Maret 2022. Instrumen yang digunakan berupa lembar kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan adalah persentase dan disajikan dalam bentuk tabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan tentang makanan kariogenik anak usia 10‑12 tahun di TPQ Al‑Jihad Kejawan Putih Tambak Surabaya dalam kategori baik.

Pengetahuan anak usia 10‑12 tahun di TPQ Al‑Jihad Kejawan Putih Tambak Surabaya tentang pengertian makanan kariogenik termasuk dalam kategori baik.Pengetahuan mereka mengenai jenis makanan kariogenik serta makanan yang baik untuk kesehatan gigi juga termasuk dalam kategori baik.Selain itu, pengetahuan tentang dampak mengkonsumsi makanan kariogenik termasuk baik, meskipun prevalensi karies masih tinggi.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki faktor-faktor yang memengaruhi kesenjangan antara pengetahuan baik dan praktik perilaku kesehatan gigi pada anak, misalnya dengan menguji efektivitas program edukasi berbasis permainan interaktif di lingkungan TPQ. Selanjutnya, studi longitudinal dapat dilakukan untuk memantau perubahan pengetahuan dan status karies selama periode satu hingga tiga tahun, sehingga dapat menilai dampak intervensi pendidikan jangka panjang. Terakhir, penelitian kualitatif dengan wawancara mendalam kepada orang tua dan guru dapat mengidentifikasi hambatan struktural, seperti ketersediaan sarana kesehatan gigi dan persepsi budaya, yang dapat diintegrasikan ke dalam kebijakan kesehatan daerah untuk meningkatkan pencegahan karies pada anak.

  1. Perilaku dan Keterampilan Menyikat Gigi terhadap Timbulnya Karies Gigi pada Anak di Kota Jambi | Jurnal... ejournal.poltekkes-smg.ac.id/ojs/index.php/jkg/article/view/5479Perilaku dan Keterampilan Menyikat Gigi terhadap Timbulnya Karies Gigi pada Anak di Kota Jambi Jurnal ejournal poltekkes smg ac ojs index php jkg article view 5479
  2. Pelatihan Deteksi Dini Karies Dalam Upaya Meningkatkan Pengetahuan Orang Tua dalam Menjaga Kesehatan... doi.org/10.31983/jkg.v7i2.6565Pelatihan Deteksi Dini Karies Dalam Upaya Meningkatkan Pengetahuan Orang Tua dalam Menjaga Kesehatan doi 10 31983 jkg v7i2 6565
Read online
File size735.54 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test