UTPUTP
Journal of Rural and Urban Community StudiesJournal of Rural and Urban Community StudiesArabica coffee is one of the leading plantation commodities in Tegalmulyo Village, Kemalang District, Klaten Regency. Tegal Subur Farmers Group is one of the active farmer groups in Tegalmulyo Village that manages the cultivation and post-harvest of arabica coffee. Studies on the strategy for developing arabica coffee agribusiness by farmer groups are still limited, especially in the Klaten area. The purpose of this research was to determine the internal and external factors that influence the development of Arabica coffee agribusiness in the Tegal Subur Farmers Group and to formulate alternative strategies for developing arabica coffee agribusiness in the Tegal Subur Farmers Group, Tegalmulyo Village, Kemalang District, Klaten Regency. This research is a descriptive qualitative research with primary and secondary data. Determination of respondents by census with a total of 24 members of the Tegal Subur Farmers Group. The analysis tools used include the IFE and EFE Matrices, the IE Matrix and the SWOT Matrix. The results showed that the total score of the IFE Matrix was 2,913, while the total score of the EFE Matrix was 2,886. Analysis of the strategic position with the IE Matrix shows that the strategic position is in cell V, namely the area of implementation of the strategy of maintaining and preserving. Internal and external factors analyzed use SWOT Matrix, produces 11 alternative strategies. The right alternative strategy to be implemented for the development of arabica coffee agribusiness in the Tegal Subur Farmers Group is that the farmer group completes PIRT on the packaging of ground coffee products.
Based on the research results regarding the arabica coffee agribusiness development strategy in the Tegal Subur Farmers Group in Tegalmulyo Village, Kemalang District, Klaten Regency, it can be concluded that the main internal strength is the natural potential in the farming group environment which is very suitable for arabica coffee cultivation and agrotourism.The main weakness is that farmers in this area still cultivate arabica coffee using conventional tools.The main external opportunity is the increasing demand for Sapuangin arabica coffee in the market, while the main threat is that farmer groups in other areas have superiority in terms of labeling.
Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan untuk memperdalam pemahaman mengenai pengembangan agribisnis kopi arabika di Tegal Subur Farmers Group dan wilayah sekitarnya. Pertama, penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk menganalisis secara mendalam mengenai efektivitas penerapan strategi sertifikasi Indikasi Geografis (IG) terhadap peningkatan nilai jual dan daya saing kopi Sapuangin di pasar nasional maupun internasional. Penelitian ini dapat mengkaji proses permohonan sertifikasi IG, biaya yang dibutuhkan, serta dampak positif dan negatifnya terhadap kesejahteraan petani. Kedua, studi komparatif mengenai praktik budidaya kopi arabika berkelanjutan antara Tegal Subur Farmers Group dengan kelompok tani lain yang telah menerapkan praktik Good Agricultural Practices (GAP) dapat memberikan wawasan berharga. Penelitian ini dapat mengidentifikasi kendala dan tantangan dalam penerapan GAP, serta merumuskan rekomendasi kebijakan untuk mendorong adopsi praktik berkelanjutan oleh petani kopi. Ketiga, penelitian mengenai pengembangan model bisnis agrowisata kopi yang terintegrasi dengan potensi wisata alam dan budaya di Desa Tegalmulyo perlu dilakukan. Penelitian ini dapat mengkaji preferensi wisatawan, potensi pasar agrowisata, serta strategi pemasaran yang efektif untuk menarik wisatawan dan meningkatkan pendapatan petani kopi.
| File size | 315.46 KB |
| Pages | 14 |
| DMCA | Report |
Related /
UNSURUNSUR Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa usahatani padi pada areal Program SLPTT di Desa Pejaring dengan nilai pendapatan sebesar Rp3. 651.000/LLG atauKesimpulan penelitian menunjukkan bahwa usahatani padi pada areal Program SLPTT di Desa Pejaring dengan nilai pendapatan sebesar Rp3. 651.000/LLG atau
USIUSI Metode yang digunakan yaitu dengan pendekatan analisis secara kuantitatif. Data dianalisis dengan tabulasi dan dengan cara deskripsi. Sedangkan analisisMetode yang digunakan yaitu dengan pendekatan analisis secara kuantitatif. Data dianalisis dengan tabulasi dan dengan cara deskripsi. Sedangkan analisis
TRISAKTITRISAKTI Edukasi mengenai keterampilan pembuatan produk daur ulang seperti kompos, maggot dan kerajinan tangan diharapkan mampu menambah kesejahteraan ekonomi wargaEdukasi mengenai keterampilan pembuatan produk daur ulang seperti kompos, maggot dan kerajinan tangan diharapkan mampu menambah kesejahteraan ekonomi warga
UMNUMN Teknik tersebut adalah dengan cara meluruskan bentuk bambu tersebut sehingga bambu yang sudah diluruskan, bisa digunakan dalam skala yang lebih luas. BambuTeknik tersebut adalah dengan cara meluruskan bentuk bambu tersebut sehingga bambu yang sudah diluruskan, bisa digunakan dalam skala yang lebih luas. Bambu
PNLPNL Hasil penelitian menunjukkan bahwa yang memenuhi standar SNI No. 1/6235/2000 hanya uji kadar abu, kadar volatil, dan uji lama nyala, sedangkan uji kadarHasil penelitian menunjukkan bahwa yang memenuhi standar SNI No. 1/6235/2000 hanya uji kadar abu, kadar volatil, dan uji lama nyala, sedangkan uji kadar
UNIK KEDIRIUNIK KEDIRI Kerapatan tanam 30x30 cm memberikan hasil panen lebih tinggi dibandingkan kerapatan tanam lainnya. Efisiensi penggunaan radiasi (RUE) juga lebih tinggiKerapatan tanam 30x30 cm memberikan hasil panen lebih tinggi dibandingkan kerapatan tanam lainnya. Efisiensi penggunaan radiasi (RUE) juga lebih tinggi
UNIK KEDIRIUNIK KEDIRI 296 Kg gabah kering panen. Rata-rata biaya yang dikeluarkan untuk usahatani padi yang menggunakan pupuk tambahan POC adalah sebesar Rp 18.263.319 per hektar.296 Kg gabah kering panen. Rata-rata biaya yang dikeluarkan untuk usahatani padi yang menggunakan pupuk tambahan POC adalah sebesar Rp 18.263.319 per hektar.
POLBANGTAN GOWAPOLBANGTAN GOWA Hal ini berarti posisi strategi pemberdayaan kelompok tani berada pada kuadran 1 dengan rekomendasi yang diberikan adalah strategi growth, artinya dinasHal ini berarti posisi strategi pemberdayaan kelompok tani berada pada kuadran 1 dengan rekomendasi yang diberikan adalah strategi growth, artinya dinas
Useful /
PNLPNL Hasil penelitian CPO dari Desa Rasau B2 Kecamatan Merangin menunjukkan kadar FFA 2,13, kadar air 1,00, dan DOBI 1,712, sedangkan hasil penelitian CPO dariHasil penelitian CPO dari Desa Rasau B2 Kecamatan Merangin menunjukkan kadar FFA 2,13, kadar air 1,00, dan DOBI 1,712, sedangkan hasil penelitian CPO dari
PDGIPDGI Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan aspek-aspek persepsi diri, psikososial, fungsional, minat, dan pengetahuan mengenai perawatan ortodontik padaPenelitian ini bertujuan untuk menggambarkan aspek-aspek persepsi diri, psikososial, fungsional, minat, dan pengetahuan mengenai perawatan ortodontik pada
PDGIPDGI Tinjauan kasus sistematis ini mengevaluasi efektivitas, hasil, dan komplikasi pascaoperasi dari teknik pisau bedah, elektrosurgi, dan laser dalam bedahTinjauan kasus sistematis ini mengevaluasi efektivitas, hasil, dan komplikasi pascaoperasi dari teknik pisau bedah, elektrosurgi, dan laser dalam bedah
POLBANGTAN GOWAPOLBANGTAN GOWA Usaha penggemukan sapi Bali dengan formula pakan lokal cukup menguntungkan dilaksanakan dengan memberikan kontribusi pendapatan bersih sebesar Rp. 500,-Usaha penggemukan sapi Bali dengan formula pakan lokal cukup menguntungkan dilaksanakan dengan memberikan kontribusi pendapatan bersih sebesar Rp. 500,-