UNIPASUNIPAS

LocusLocus

Pembangunan Nasional yang menjadi prioritas negara salah satunya adalah dalam bidang pendidikan. Salah satu penghambat dalam hal pendidikan yakni masalah ekonomi yang menyebabkan ketidakmampuan orang tua dalam memenuhi kebutuhan sekolah anak. Sebagai upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut, pemerintah melalui kebijakan yang dapat membantu meringankan beban keluarga kurang mampu yaitu pemberian bantuan beasiswa miskin berupa Program Indonesia, peneliti merumuskan masalah: 1) Bagaimanakah dampak pemberian beasiswa miskin Program Indonesia Pintar (PIP) di Sekolah Menengah Pertama Negeri 4 Sawan Kec. Sawan, Kab. Buleleng? 2) Bagaimana pemecahan masalah terhadap dampak negatif dari pemberian beasiswa miskin program Indonesia Pintar (PIP) di Sekolah Menengah Pertama Negeri 4 Sawan Kec. Sawan, Kab. Buleleng? Untuk mengkaji masalah penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yaitu mengumpulkan dan mengolah data hasil wawancara dengan hasil observasi dan hasil dokumentasi serta menjelaskan dengan mendeskripsikan hasil pengolahan data tersebut sehingga mudah dipahami. Analisis data menggunakan analisis kualitatif. Analisis ini dilakukan sepanjang berlangsungnya penelitian dan dilakukan secara terus-menerus dari awal sampai akhir penelitian.

Penelitian menunjukkan bahwa pemberian beasiswa miskin Program Indonesia Pintar (PIP) di SMP Negeri 4 Sawan memberikan dampak positif seperti tercapainya wajib belajar 12 tahun, peningkatan motivasi dan prestasi belajar, serta akses pendidikan yang lebih luas, sekaligus mencegah putus sekolah.Namun, terdapat dampak negatif termasuk ketidakpuasan orang tua yang tidak menerima beasiswa, penggunaan dana yang belum sepenuhnya optimal, kecemburuan sosial antar siswa, serta motivasi dan prestasi yang masih rendah.Untuk mengatasi dampak negatif tersebut, disarankan dilakukan sosialisasi sebelumnya, penetapan kuota yang lebih tepat, serta monitoring penggunaan dana beasiswa agar tepat sasaran.

Penelitian selanjutnya dapat menguji efektivitas sistem digital untuk memantau penggunaan dana beasiswa miskin, dengan menilai sejauh mana transparansi dan akuntabilitas meningkat serta dampaknya terhadap kepatuhan penggunaan dana. Selanjutnya, studi komparatif antara proses seleksi berbasis komunitas (misalnya melibatkan banjar atau desa adat) dengan seleksi pusat dapat mengungkap apakah pendekatan lokal meningkatkan keadilan distribusi beasiswa serta mengurangi kecemburuan sosial di antara siswa. Terakhir, analisis longitudinal terhadap lulusan PIP dibandingkan dengan non‑penerima selama lima hingga sepuluh tahun dapat menilai kontribusi beasiswa terhadap pencapaian akademik, peluang kerja, dan mobilitas sosial, sehingga memberikan bukti empiris bagi kebijakan peningkatan atau penyesuaian program di masa depan.

Read online
File size597.25 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test