UNSIKAUNSIKA

KREATIF: Jurnal Pengabdian Masyarakat Sains dan TeknologiKREATIF: Jurnal Pengabdian Masyarakat Sains dan Teknologi

Kangkung merupakan sejenis tumbuhan yang termasuk jenis sayur sayuran dan ditanam sebagai makanan. Gabungan Kelompok Tani (GaPokTan) Mekar Jaya Mandiri di Desa Cikupa, Karangnunggal memiliki lahan tani 9 blok yang diisi oleh tanaman kankung sebagai penghasilan utama taninya. Pendistribusian air dibagi menjadi 4 kelompok blok yang dilakukan dengan mekanisme penambahan 4 ball valve sebagai sistem pendistribusian. Penambahan 4 ball valve memunculkan masalah terhadap sikap kerja dari operator. sikap kerja yang muncul ketika ada penambahan 4 ball valve adalah membungkuk ketika membuka katup dan membungkuk ketika membuka katup, sehingga untuk membuka 4 ball valve operator harus melakukan 8 kali sikap membungkuk dipagi hari dan 8 kali sikap membungkuk disore hari total ada 16 kali sikap membungkuk perhari. Perbaikan terhadap resiko ergonomi tersebut dilakukan dengan cara mengembangkan 4 Ball valve yang memilik sistem katup otomatis yang disebut dengan Motor Operated Valve (MOV). Tujuan utama penelitian adalah membandingkan Ergonomics RULA Scores sebelum dan setelah pengembangan pada katup sistem penyiraman tanaman kangkung dengan Motor Operated Valve (MOV). Hasil yang telah diraih pada laporan kemajuan ini adalah mengetahui total RULA Score sebelum perbaikan adalah 4 yang berarti harus diobservasi dan dikembangkan lebih lanjut.

Dari hasil pembahasan di atas, dapat disimpulkan bahwa implementasi Motor Operated Valve (MOV) pada Lahan Kebun Tanaman Kangkung sangat bermanfaat bagi perkembangan kehidupan masyarakat, serta dapat mempermudah para petani melakukan penyiraman kangkung di kebun.Saat Motor Operated Valve (MOV) dipasang, para petani dapat menghemat waktu dalam penyiraman dan mengurangi letihnya punggung saat penyiraman manual dilakukan.

Penelitian ini telah berhasil menunjukkan manfaat signifikan dari implementasi Motor Operated Valve (MOV) dalam mengurangi risiko ergonomi bagi petani kangkung. Untuk memperkaya temuan ini dan mendukung keberlanjutan sektor pertanian, beberapa arah penelitian lanjutan dapat dieksplorasi. Pertama, akan sangat bermanfaat untuk mengembangkan sistem otomatisasi yang lebih komprehensif, tidak hanya berfokus pada penyiraman, tetapi juga mengintegrasikan sensor untuk memantau kelembaban tanah, pH, dan kebutuhan nutrisi spesifik tanaman kangkung. Pendekatan ini akan memungkinkan optimalisasi penuh terhadap penggunaan sumber daya, seperti air dan pupuk, sehingga meningkatkan efisiensi budidaya dan potensi hasil panen secara signifikan. Kedua, studi lanjutan bisa mendalami dampak ekonomi jangka panjang dari penerapan teknologi MOV ini bagi Gabungan Kelompok Tani (GAPOKTAN). Analisis ini dapat mencakup perhitungan penghematan biaya operasional, peningkatan kualitas dan kuantitas panen, serta bagaimana faktor-faktor tersebut berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan petani secara menyeluruh. Penelitian komparatif dengan kelompok tani yang masih mengandalkan metode manual juga dapat memberikan data empiris yang kuat mengenai keuntungan finansial dan sosial. Ketiga, mengingat keberhasilan implementasi awal, penting untuk meneliti kelayakan dan strategi penskalaan sistem MOV ke lahan pertanian yang lebih luas atau adaptasinya untuk jenis tanaman lain yang memiliki kebutuhan irigasi serupa. Ini bisa melibatkan pengembangan modul sistem yang lebih fleksibel, penilaian kelayakan finansial untuk adopsi massal oleh lebih banyak petani, dan perumusan panduan implementasi praktis yang mudah diakses serta diikuti oleh berbagai komunitas pertanian. Dengan demikian, manfaat teknologi ini dapat disebarluaskan, mendorong modernisasi pertanian yang berkelanjutan.

Read online
File size523.32 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test