UMBUMB

SINERGISINERGI

Telekomunikasi telah mengalami peningkatan luar biasa dalam hal kecepatan data dan lebar pita yang memerlukan alokasi frekuensi yang cukup serta ketersediaan spektrum lebar. Jalur frekuensi milimeter‑wave merupakan salah satu solusi untuk kebutuhan tersebut. Namun, komunikasi pada pita ini menghadapi tantangan baru terkait pengaruh iklim terhadap propagasi saluran. Pada makalah ini, kami mengusulkan model saluran 5G yang mempertimbangkan efek kelembapan berdasarkan karakteristik lingkungan alami kota Palembang. Model saluran direpresentasikan oleh level daya dan delay yang disebut Power Delay Profile (PDP) dan diturunkan melalui serangkaian simulasi komputer menggunakan parameter alam di Palembang. Model saluran 5G penting untuk memperoleh kinerja outage yang dapat dijadikan acuan teoretis kinerja 5G di Palembang karena melibatkan Teorema Kapasitas Saluran Shannon. Kami melakukan serangkaian simulasi komputer untuk mengevaluasi validitas model saluran yang diusulkan serta karakteristiknya. Hasil menunjukkan bahwa kelembapan memengaruhi kinerja, dimana kelembapan tinggi membuat kinerja outage dan BER sedikit lebih buruk, meskipun efeknya dapat diabaikan untuk beberapa aplikasi. Hasil makalah ini diharapkan menjadi referensi bagi pengembangan dan implementasi jaringan 5G khususnya pada pita mm‑Wave di Palembang.

Penelitian ini mengevaluasi pengaruh kelembapan terhadap kinerja 5G pada model saluran Palembang pada frekuensi 28 GHz melalui serangkaian simulasi komputer dan menghasilkan model saluran dengan delapan lintasan pada kondisi H‑max dan H‑min.Hasil menunjukkan bahwa perbedaan kinerja antara kelembapan tinggi dan rendah tidak signifikan.kelembapan tinggi hanya menurunkan sedikit kinerja outage dan BER, sehingga efeknya dapat diabaikan pada aplikasi yang tidak sensitif.Perbandingan dengan model saluran Bandung mengindikasikan bahwa karakteristik lahan dan iklim yang berbeda memengaruhi model saluran serta kinerjanya.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki pengaruh faktor iklim lain, seperti suhu dan intensitas hujan, terhadap model saluran 5G pada wilayah dataran rendah untuk memperluas pemahaman tentang variabilitas lingkungan. Studi lanjutan juga dapat menguji model yang sama pada frekuensi yang lebih tinggi, misalnya 60 GHz, untuk menilai apakah efek kelembapan tetap tidak signifikan atau menjadi lebih jelas pada pita gelombang milimeter yang lebih tinggi. Selain itu, pengembangan skema modulasi dan coding adaptif yang secara dinamis menyesuaikan parameter transmisi berdasarkan perubahan kelembapan dapat meningkatkan keandalan komunikasi 5G di daerah tropis, sehingga aplikasi sensitif masih dapat berjalan optimal meskipun kondisi iklim berubah.

  1. Path loss models for 5G millimeter wave propagation channels in urban microcells | IEEE Conference Publication... doi.org/10.1109/GLOCOM.2013.6831690Path loss models for 5G millimeter wave propagation channels in urban microcells IEEE Conference Publication doi 10 1109 GLOCOM 2013 6831690
  2. Wideband Millimeter-Wave Propagation Measurements and Channel Models for Future Wireless Communication... ieeexplore.ieee.org/document/7109864Wideband Millimeter Wave Propagation Measurements and Channel Models for Future Wireless Communication ieeexplore ieee document 7109864
  3. 28 GHz propagation measurements for outdoor cellular communications using steerable beam antennas in... doi.org/10.1109/ICC.2013.665539928 GHz propagation measurements for outdoor cellular communications using steerable beam antennas in doi 10 1109 ICC 2013 6655399
  4. Study on channel model for Indonesia 5G networks | IEEE Conference Publication | IEEE Xplore. study channel... ieeexplore.ieee.org/document/8372650Study on channel model for Indonesia 5G networks IEEE Conference Publication IEEE Xplore study channel ieeexplore ieee document 8372650
Read online
File size648.24 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test