UNTAG SMDUNTAG SMD

Kurva S : Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknik SipilKurva S : Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknik Sipil

Sungai Marangkayu terletak di Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara. Hulu sungai terkendala dalam mengoptimalkan pemanfaatan dermaga, akibat pendangkalan sungai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan data bathimetri yang digunakan sebagai acuan perhitungan volume material yang akan dikeruk, disesuaikan dengan rencana kapal yang akan melintas dimana volume tersebut nantinya akan digunakan sebagai dasar penyusunan Rencana Anggaran Biaya pengerukan. Metode yang digunakan bersifat “kuantitatif dan matematis yaitu pengumpulan data yang diperoleh dari hasil pendataan dan pengukuran dilapangan. Dari hasil pengukuran dan perhitungan diketahui kedalaman sungai marangkayu berkisar antara 0.5 s/d 8.0 m LWS. Akan direncanakan untuk dilakukan pengerukan sepanjang 8 km, lebar 60 m dan kedalaman 5.5 m LWS dengan slope yang akan digunakan adalah 1 : 4 didapatkan volume pengerukan sebesar 1.297.117,49 m3 dengan luas area sebesar 26.257,34 m2. Rencana Anggaran Biaya yang dibutuhkan untuk melakukan kegiatan ini adalah sebesar Rp. 137.662.170.000,-.

Survey hidrografi yang meliputi bathimetri, pengukuran posisi dengan DGPS, pengukuran pasang surut, dan pengukuran kecepatan suara telah dilakukan.Hasil analisis menunjukkan volume pengerukan yang diperlukan sebesar 1.257,34 m² agar alur‑pelayaran dapat dilalui kapal tongkang 270 feet.Total rencana anggaran biaya pengerukan diperkirakan sebesar Rp 137.000 (seratus tiga puluh tujuh miliar enam ratus enam puluh dua juta seratus tujuh puluh ribu rupiah).

Penelitian lanjutan dapat menyelidiki bagaimana variasi musiman tingkat sedimentasi memengaruhi volume pengerukan yang dibutuhkan pada alur‑pelayaran Sungai Marangkayu, dengan mengumpulkan data batimetri secara berkala selama setidaknya dua tahun untuk menghasilkan model prediktif yang dapat memandu penjadwalan pengerukan yang lebih efisien serta melibatkan stakeholder lokal dalam menilai implikasi sosial‑ekonomi dari perubahan alur. Selanjutnya, diperlukan studi komparatif mengenai dampak lingkungan dari metode grab dredger yang digunakan dibandingkan dengan teknologi dredger modern seperti cutter suction dredger, yang mencakup evaluasi perubahan kualitas air, keanekaragaman benthos, dan potensi kontaminasi sedimen, sehingga dapat menentukan pendekatan paling berkelanjutan secara ekologis dan ekonomis. Akhirnya, penelitian multidisiplin yang mengintegrasikan analisis biaya‑manfaat dengan simulasi dinamika aliran menggunakan perangkat lunak CFD dapat mengidentifikasi opsi optimal untuk desain alur‑pelayaran, termasuk penentuan lebar, kedalaman, dan kemiringan yang memaksimalkan kapasitas kapal sekaligus meminimalkan kebutuhan pengerukan dan biaya operasional.

Read online
File size577.99 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test