UNIVET BANTARAUNIVET BANTARA
Keraton: Journal of History Education and CultureKeraton: Journal of History Education and CulturePada masa zaman purba bangsa Mesir sudah menulis buku-bukunya pada semacam kertas yang terbuat dari semacam daun tumbuh-tumbuhan yang disebut papyrus. Berawal dari Johannes Gensfleisch zur Laden zum Gutenberg yang berkebangsaan Jerman telah menemukan mesin cetak di 1450-an. Nula-mula diperuntukkan mencetak buku-buku untuk kepentingan keagamaan, sehingga sejarah penerbitan tidak bisa dipisahkan dari keberadaan misionaris. Di Indonesia perkembangan dunia percetakan buku diawali yaitu tahun 1619 saat pemerintah kolonial Belanda menempatkan Batavia menjadi pusat kekuasaan di Hindia Belanda. Politik perbukuan pada masa kolonial Belanda secara formal yaitu pada tanggal 14 September 1908 saat pemerintah mendirikan Commissie voor de Inlandsche School en Volkslectuur (Komisi Bacaan Rakyat). Pada tahun 1910, Komisi Bacaan Rakyat mampu meningkatan kegiatan saat D.A. Rinkes sebagai sekretaris komisi diberi wewenang untuk mengendalikan komisi. D.A. Rinkes melakukan perekrutan ahli bahasa Sunda dan Jawa guna mengawali aktivitas penerjemahan berbagai karya asing. Kemudian berdasarkan Keputusan No. 63 pada tanggal 22 September 1917 menjadi Kantoor voor de Volkslectuur. Bagaimana lembaga ini kemudian diganti nama dan menjadi Balai Poestaka, dengan dipimpin oleh D.A. Rinkes. Pada 1921, Balai Poestaka sudah mempunyai percetakan sendiri, kemudian saat itu dikenal sebagai ukuran gengsi intelektual dikarenakan para pembaca ialah para kaum elite dan juga dikarenakan memakai Bahasa yang tinggi.
Sejarah penerbitan buku di Indonesia berawal dari masa kolonial Belanda dengan peran misionaris dan kebijakan politik perbukuan.Komisi Bacaan Rakyat menjadi fondasi pembentukan Balai Pustaka yang memperluas akses bacaan masyarakat.Penerbitan buku pada masa Pergerakan Nasional Indonesia mencerminkan dinamika kontrol kolonial dan peran lembaga dalam menyebarkan pengetahuan.
1. Penelitian lanjutan dapat mengkaji peran misionaris dalam mendukung pendidikan masyarakat pribumi selama masa kolonial. 2. Analisis lebih mendalam tentang bagaimana Balai Pustaka menjadi alat kontrol politik kolonial melalui distribusi bahan bacaan. 3. Studi tentang perbedaan antara penerbitan buku oleh kalangan Tionghoa dan pribumi di Indonesia pada masa kolonial untuk memahami dinamika kebudayaan dan ekonomi lokal.
| File size | 497.04 KB |
| Pages | 13 |
| DMCA | Report |
Related /
UNIVET BANTARAUNIVET BANTARA Oleh karena itu, komunitas dapat memperkuat komunikasi yang terjadi antara anggota dari budaya yang berbeda, baik secara langsung maupun tidak langsung.Oleh karena itu, komunitas dapat memperkuat komunikasi yang terjadi antara anggota dari budaya yang berbeda, baik secara langsung maupun tidak langsung.
LAKASPIALAKASPIA Penelitian ini menunjukkan bahwa pola komunikasi masyarakat Aceh dalam interaksi dengan warga negara asing cenderung menekankan kesantunan, kehati-hatian,Penelitian ini menunjukkan bahwa pola komunikasi masyarakat Aceh dalam interaksi dengan warga negara asing cenderung menekankan kesantunan, kehati-hatian,
LINTASBUDAYANUSANTARALINTASBUDAYANUSANTARA Penelitian ini menganalisis pengembangan ide kreatif dalam perencanaan program news magazine Satu Indonesia NET. , memperlihatkan bahwa produksi televisiPenelitian ini menganalisis pengembangan ide kreatif dalam perencanaan program news magazine Satu Indonesia NET. , memperlihatkan bahwa produksi televisi
UNARUNAR Hasil analisis tematik menunjukkan lima temuan utama: (1) Terdapat perubahan signifikan dalam sikap masyarakat seperti meningkatnya sikap kritis, ketergantunganHasil analisis tematik menunjukkan lima temuan utama: (1) Terdapat perubahan signifikan dalam sikap masyarakat seperti meningkatnya sikap kritis, ketergantungan
ITENASITENAS Peneliti melakukan eksperimen untuk mengevaluasi kinerja masing-masing model dengan mengukur akurasi dan F1-score. Berdasarkan hasil penelitian, modelPeneliti melakukan eksperimen untuk mengevaluasi kinerja masing-masing model dengan mengukur akurasi dan F1-score. Berdasarkan hasil penelitian, model
UNDIKMAUNDIKMA Kompetensi komunikasi antarbudaya dapat disebarkan ke setiap orang melalui berbagai jenis workshop dan konferensi dengan bantuan lembaga pemerintah, NGOS,Kompetensi komunikasi antarbudaya dapat disebarkan ke setiap orang melalui berbagai jenis workshop dan konferensi dengan bantuan lembaga pemerintah, NGOS,
POLIMEDIAPOLIMEDIA Terakhir, sesi ketiga dilanjutkan dengan berlatih menggunakan berbagai perangkat teknologi yang dapat membantu mempercepat komunikasi Bahasa Inggris pesertaTerakhir, sesi ketiga dilanjutkan dengan berlatih menggunakan berbagai perangkat teknologi yang dapat membantu mempercepat komunikasi Bahasa Inggris peserta
UNIMALUNIMAL Penelitian ini menggunakan teori agama Emile Durkheim. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa masyarakat di dusun Porot selalu mengedepankan sikap toleransiPenelitian ini menggunakan teori agama Emile Durkheim. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa masyarakat di dusun Porot selalu mengedepankan sikap toleransi
Useful /
ITENASITENAS Namun, proses seleksi ini sering kali kompleks karena melibatkan berbagai kriteria yang harus dipertimbangkan secara objektif. Kesalahan dalam pengambilanNamun, proses seleksi ini sering kali kompleks karena melibatkan berbagai kriteria yang harus dipertimbangkan secara objektif. Kesalahan dalam pengambilan
ITENASITENAS Ukuran gambar, panjang pesan dengan kombinasi karakter pada pesan yang sangat mempengaruhi ukuran gambar hasil penyispan pesan terenkripsi. Hasil pengujianUkuran gambar, panjang pesan dengan kombinasi karakter pada pesan yang sangat mempengaruhi ukuran gambar hasil penyispan pesan terenkripsi. Hasil pengujian
POLTEKKES PONTIANAKPOLTEKKES PONTIANAK Pengambilan sampel menggunakan Proportional Random Sampling dengan jumlah sampel yang digunakan sebanyak 300 sampel. Analisis data yang digunakan yaituPengambilan sampel menggunakan Proportional Random Sampling dengan jumlah sampel yang digunakan sebanyak 300 sampel. Analisis data yang digunakan yaitu
POLIMEDIAPOLIMEDIA Para leluhur tanah Minahasa telah mewariskan budaya mapalus sebagai jati diri orang Minahasa yang perlu dijaga dan dilestarikan. Revitalisasi mapalus telahPara leluhur tanah Minahasa telah mewariskan budaya mapalus sebagai jati diri orang Minahasa yang perlu dijaga dan dilestarikan. Revitalisasi mapalus telah