STIE MUTTAQIENSTIE MUTTAQIEN

Eqien - Jurnal Ekonomi dan BisnisEqien - Jurnal Ekonomi dan Bisnis

Sektor manufaktur sangat penting bagi pembangunan ekonomi dalam hal pertumbuhan ekonomi, nilai tambah, ekspor, dan lapangan kerja. Artikel ini membandingkan peran sektor manufaktur pada perekonomian di empat provinsi di Pulau Jawa, Indonesia, yaitu Provinsi Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Artikel ini menggunakan data sekunder dalam hal Tabel Input Output secara umum dan rasio efek keterkaitan ke belakang dan rasio efek keterkaitan ke depan secara khusus. Dengan demikian, artikel ini membahas sektor-sektor unggulan dalam subsektor manufaktur. Tabel Input Output diterbitkan oleh BPS pada tahun 2021 yang mewakili data tahun 2016. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lima industri manufaktur memainkan peran penting sebagai sektor unggulan, yaitu makanan dan minuman, tekstil dan garmen, kertas dan percetakan, kimia dan farmasi, serta karet dan plastik. Sebaliknya, pengolahan tembakau, pengilangan batu bara dan minyak, serta logam dasar merupakan tiga subsektor manufaktur yang tidak termasuk dalam sektor-sektor kunci di sebagian besar provinsi. Secara umum, lebih banyak sektor manufaktur memiliki rasio efek keterkaitan ke belakang yang lebih kuat daripada rasio efek keterkaitan ke depan. Pemerintah provinsi dapat menggunakan informasi tentang sektor-sektor unggulan dalam perencanaan pembangunan, seperti Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dalam upaya mencapai pembangunan yang lebih berkelanjutan.

Penelitian ini mengidentifikasi sektor industri makanan dan minuman, tekstil dan pakaian jadi, kertas dan percetakan, kimia dan farmasi, serta karet dan plastik sebagai sektor unggulan di empat provinsi di Pulau Jawa.Sementara itu, pengolahan tembakau, pengilangan batu bara dan minyak, serta logam dasar tidak termasuk dalam kategori sektor unggulan.Hasil ini menunjukkan pentingnya sektor manufaktur dalam perekonomian regional dan dapat menjadi dasar bagi pemerintah provinsi dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang lebih efektif.Dengan fokus pada pengembangan sektor unggulan, diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dengan menggunakan data Tabel Input Output yang lebih baru untuk memperbarui analisis sektor unggulan dan mengidentifikasi perubahan struktur ekonomi di Pulau Jawa. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada analisis dampak kebijakan pemerintah terhadap sektor industri pengolahan, seperti insentif fiskal, regulasi perdagangan, dan pengembangan infrastruktur. Ketiga, studi komparatif dapat dilakukan dengan membandingkan kinerja sektor industri pengolahan di Pulau Jawa dengan wilayah lain di Indonesia atau negara-negara ASEAN lainnya untuk mengidentifikasi praktik terbaik dan peluang peningkatan. Penelitian ini dapat menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif, termasuk survei, wawancara, dan analisis data sekunder. Dengan demikian, penelitian lanjutan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan bagi pengembangan sektor industri pengolahan yang lebih berkelanjutan dan berdaya saing.

  1. Daya Penyebaran dan Derajat Kepekaan Sektor Pertanian dalam Pembangunan Ekonomi di Provinsi Jawa Tengah... agraris.umy.ac.id/index.php/agraris/article/view/991Daya Penyebaran dan Derajat Kepekaan Sektor Pertanian dalam Pembangunan Ekonomi di Provinsi Jawa Tengah agraris umy ac index php agraris article view 991
  2. ANALISIS PERANAN SEKTOR INDUSTRI TERHADAP PEREKONOMIAN JAWA TENGAH TAHUN 2000 DAN TAHUN 2004 (ANALISIS... doi.org/10.23917/jep.v9i2.1021ANALISIS PERANAN SEKTOR INDUSTRI TERHADAP PEREKONOMIAN JAWA TENGAH TAHUN 2000 DAN TAHUN 2004 ANALISIS doi 10 23917 jep v9i2 1021
Read online
File size453.1 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test