STAIDHISTAIDHI

Dharma: Jurnal Pengabdian MasyarakatDharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat

Desa Wisata Cilember adalah destinasi wisata yang berada di wilayah administratif Desa Cilember, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor. Desa Wisata Cilember diinisiasi pada awal tahun 2015 oleh kelompok sadar wisata masyarakat Desa Cilember. Pada perkembangannya Desa Wisata Cilember masih mengalami berbagai macam kendala dalam mewujudkan desa wisata yang berkelanjutan, di antaranya adalah terkait kurangnya pemahaman pengelola desa wisata mengenai tata kelola desa wisata. Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan tujuan untuk memberikan pemahaman mengenai tata kelola desa wisata. Adapun sasaran pengabdian kepada masyarakat ini adalah pengelola Desa Wisata Cilember. Metode pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat yang digunakan adalah dengan menggunakan ceramah, diskusi dan praktek. Hasil pengabdian kepada masyarakat diperoleh, bahwa peserta kegiatan mudah memahami materi pelatihan yang diberikan. Peserta kegiatan juga memberikan penilaian kepada pelaksana pengabdian kepada masyarakat mampu mengakomodir pertanyaan serta diskusi yang dilakukan. Adapun saran dari kegiatan ini adalah perlunya tambahan waktu kegiatan serta kegiatan studi tiru ke desa yang sudah maju dan menerapkan tata kelola yang baik. Adapun saran untuk kegiatan pelatihan selanjutnya adalah peningkatan kapasitas tata kelola homestay di desa wisata.

Berdasarkan kegiatan pengabdian, 98% pengurus POKDARWIS telah memahami tata kelola desa wisata dan peserta menunjukkan persepsi positif serta mampu menyusun potensi wisata menjadi atraksi.Masyarakat Desa Wisata Cilember berhasil membuat peta jalan sederhana untuk pengembangan desa, meskipun tingkat pendidikan dan pemahaman menjadi tantangan dalam penyampaian materi.Tantangan utama selanjutnya adalah mencari solusi untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengembangan desa wisata.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi penggunaan platform digital interaktif untuk perencanaan partisipatif desa wisata, sehingga memungkinkan warga berkontribusi secara real‑time dalam penyusunan rencana pengembangan; selanjutnya, studi longitudinal diperlukan untuk menilai dampak jangka panjang pelatihan tata kelola homestay terhadap pendapatan rumah tangga dan kesejahteraan ekonomi masyarakat setempat, dengan membandingkan kelompok yang menerima pelatihan dan yang tidak; terakhir, penelitian dapat mengembangkan model wisata berbasis komunitas yang terintegrasi antara homestay, agrowisata, dan warisan budaya, kemudian mengukur keberlanjutan model tersebut melalui indikator lingkungan, sosial, dan ekonomi, guna memberikan rekomendasi kebijakan yang mendukung pengembangan desa wisata yang inklusif dan berkelanjutan.

Read online
File size298.43 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test