BALIMEDICALJOURNALBALIMEDICALJOURNAL
BMJBMJPendahuluan: Penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan patch capsaicin aurikular berukuran 1×1 cm selama 30 menit menghasilkan penurunan rata-rata denyut jantung sebesar 16,3 bpm pada 52 subjek sehat. Respons ini konsisten antar individu, menunjukkan efek fisiologis akut yang kuat. Temuan tersebut menyiratkan bahwa stimulasi kimia pada daerah aurikular mengaktifkan jalur aferen yang memproyeksikan ke nucleus tractus solitarius (NTS), meningkatkan tonus vagal dan mengurangi aktivitas simpatik. Ini merupakan bukti pertama bahwa stimulasi non‑elektrik secara topikal pada saraf vagus aurikular dapat memodulasi regulasi kardiorespiratori pada individu sehat. Intervensi ini toleran dengan baik, tanpa kejadian merugikan serius. Hasil ini mendukung potensi capsaicin aurikular sebagai alat neuromodulasi praktis dan non‑invasif, yang memerlukan penelitian lebih lanjut melalui uji klinis terkontrol secara acak. Metode Penelitian: Subjek yang memenuhi syarat (n=52) memiliki denyut jantung tercatat. Patch Salonpas Hot (1×1 cm, mengandung 0,025% capsaicin) kemudian diterapkan pada bagian dalam telinga selama 30 menit setelah penjelasan tentang anatomi saraf vagus aurikular. Saraf vagus aurikular bilateral diperlakukan dengan patch capsaicin, dan denyut nadi diukur pada masing-masing subjek. Dua puluh enam subjek direkrut dan menyelesaikan studi ini. Kesimpulan: Rata‑rata denyut jantung 52 subjek turun dari 94,0/‑5,3 menjadi 77,7/ 6,9 bpm (penurunan 16,3 bpm; t = 39,4; df = 51; p < 0,0001) setelah penggunaan patch capsaicin (1×1 cm) pada daerah aurikular mereka. Hal ini merupakan bukti modulasi otonom akut menuju peningkatan tonus parasimpatis. Hasil ini memberikan bukti kemungkinan bahwa stimulasi cabang aurikular vagus yang dimediasi TRPV1 dapat menghasilkan efek relaksasi kardiovaskular akut, dan menuntut RCT lebih lanjut, penilaian HRV, serta studi longitudinal untuk mengkonfirmasi mekanisme aksi dan keamanan pada penggunaan jangka panjang.
Penerapan patch capsaicin 1×1 cm pada area aurikular pada 52 subjek menghasilkan penurunan rata-rata denyut jantung dari 94,0 menjadi 77,7 bpm (penurunan 16,3 bpm, SD ±2,9) dengan perbedaan signifikan secara statistik (t=39,4.Hasil menunjukkan modulasi autonomik akut dengan peningkatan tonus parasimpatis yang tercermin dalam penurunan denyut jantung.protokol skrining hipersensitivitas dan pemantauan reaksi kulit diterapkan, sehingga intervensi dapat ditoleransi dengan baik pada populasi sehat.
Penelitian selanjutnya dapat melakukan uji klinis terkontrol acak dengan kelompok sham menggunakan patch tidak mengandung capsaicin untuk memastikan bahwa penurunan denyut jantung disebabkan oleh efek farmakologis dan bukan faktor psikologis; selanjutnya, studi longitudinal yang mengukur variabilitas denyut jantung (HRV), biomarker inflamasi, dan respons imun dapat memperluas pemahaman tentang dampak autonomik dan imunologis dari stimulasi aurikular capsaicin, sekaligus menilai keamanan jangka panjang; akhirnya, penelitian dosis‑respons yang mengevaluasi konsentrasi capsaicin, ukuran patch, durasi paparan, dan efek akumulatif pada repetisi penggunaan dapat mengidentifikasi parameter optimal serta potensi desensitisasi, sehingga dapat mengembangkan protokol standar untuk aplikasi klinis yang efektif dan aman.
| File size | 349.51 KB |
| Pages | 5 |
| DMCA | Report |
Related /
POLKESBANPOLKESBAN Ditambah tren global, seperti universal health coverage (UHC), pemanfaatan teknologi kesehatan (e-health), dan tantangan kesehatan akibat perubahan iklim.Ditambah tren global, seperti universal health coverage (UHC), pemanfaatan teknologi kesehatan (e-health), dan tantangan kesehatan akibat perubahan iklim.
BALIMEDICALJOURNALBALIMEDICALJOURNAL Studi ini bertujuan untuk menganalisis penelitian global yang melibatkan partisipasi PharmD dalam AMS dan inisiatif kesehatan masyarakat dari tahun 2000Studi ini bertujuan untuk menganalisis penelitian global yang melibatkan partisipasi PharmD dalam AMS dan inisiatif kesehatan masyarakat dari tahun 2000
POLTEKKES JAKARTA 3POLTEKKES JAKARTA 3 This quantitative, cross-sectional study investigated the relationship between knowledge, fluid intake management, and dry body weight in 75 outpatientsThis quantitative, cross-sectional study investigated the relationship between knowledge, fluid intake management, and dry body weight in 75 outpatients
BALIMEDICALJOURNALBALIMEDICALJOURNAL Sebagian besar peserta menyadari suntikan GLP-1 tetapi menunjukkan pengetahuan sedang mengenai tujuan dan keamanannya. Sikap umumnya mendukung efektivitasSebagian besar peserta menyadari suntikan GLP-1 tetapi menunjukkan pengetahuan sedang mengenai tujuan dan keamanannya. Sikap umumnya mendukung efektivitas
BALIMEDICALJOURNALBALIMEDICALJOURNAL Simultaneous implementation of Level 1 – Predisposing: Changing Knowledge, Attitudes, and Perceptions; Level 2 – Enabling: Facilitating Access; andSimultaneous implementation of Level 1 – Predisposing: Changing Knowledge, Attitudes, and Perceptions; Level 2 – Enabling: Facilitating Access; and
BALIMEDICALJOURNALBALIMEDICALJOURNAL Modalitas pencitraan non-invasif seperti tomografi terkomputasi (CT) dan pencitraan resonansi magnetik (MRI) banyak digunakan, tetapi kinerja diagnostikModalitas pencitraan non-invasif seperti tomografi terkomputasi (CT) dan pencitraan resonansi magnetik (MRI) banyak digunakan, tetapi kinerja diagnostik
BALIMEDICALJOURNALBALIMEDICALJOURNAL Penelitian telah menunjukkan bahwa alkaline phosphatase (ALP) serum terlibat dalam proses patofisiologis stroke. Sementara itu, tes NINDS-CSN 5 menit dapatPenelitian telah menunjukkan bahwa alkaline phosphatase (ALP) serum terlibat dalam proses patofisiologis stroke. Sementara itu, tes NINDS-CSN 5 menit dapat
BALIMEDICALJOURNALBALIMEDICALJOURNAL Penelitian ini menunjukkan bahwa masih ada kesenjangan dalam pengetahuan dan kepercayaan masyarakat tentang obat generik di Arab Saudi. Kepercayaan padaPenelitian ini menunjukkan bahwa masih ada kesenjangan dalam pengetahuan dan kepercayaan masyarakat tentang obat generik di Arab Saudi. Kepercayaan pada
Useful /
BINUSBINUS Oleh karena itu, diperlukan upaya serius untuk meningkatkan kualitas publikasi dan memperkuat komunitas epistimik HI di Indonesia agar dapat memberikanOleh karena itu, diperlukan upaya serius untuk meningkatkan kualitas publikasi dan memperkuat komunitas epistimik HI di Indonesia agar dapat memberikan
BALIMEDICALJOURNALBALIMEDICALJOURNAL Hasil: Kelompok tidak bertahan hidup menunjukkan nilai signifikan lebih tinggi pada usia, skor CCI, kadar laktat, skor SOFA, Age SI, dan skor APACHE IIHasil: Kelompok tidak bertahan hidup menunjukkan nilai signifikan lebih tinggi pada usia, skor CCI, kadar laktat, skor SOFA, Age SI, dan skor APACHE II
BALIMEDICALJOURNALBALIMEDICALJOURNAL 3. Hasil: Dari 185 studi pada pencarian awal, hanya empat studi kohort yang memenuhi syarat, mencakup analisis 567 pasien dewasa di seluruh dunia. Analisis3. Hasil: Dari 185 studi pada pencarian awal, hanya empat studi kohort yang memenuhi syarat, mencakup analisis 567 pasien dewasa di seluruh dunia. Analisis
SMARTPUBLISHERSMARTPUBLISHER Data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Bank Indonesia (BI). Analisis dilakukan menggunakan perangkatData yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Bank Indonesia (BI). Analisis dilakukan menggunakan perangkat