ATIDEWANTARAATIDEWANTARA

SINGKERRUSINGKERRU

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kepemimpinan ibu-ibu pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kecamatan Ponrang Selatan melalui penguatan soft skill leadership. Permasalahan utama yang diidentifikasi adalah rendahnya keterampilan komunikasi, pengambilan keputusan, dan manajemen waktu yang menjadi penghambat berkembangnya usaha mikro secara berkelanjutan. Metode pelaksanaan mencakup pelatihan interaktif, diskusi kelompok, simulasi kasus, serta pendampingan praktik usaha. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan signifikan dalam kepercayaan diri, kemampuan berbicara di depan umum, dan kemampuan manajerial peserta, yang diukur melalui evaluasi pre dan post-test serta observasi lapangan. Program ini berhasil membentuk embrio komunitas wirausaha perempuan yang solid dan kolaboratif. Temuan ini menegaskan pentingnya pendekatan pelatihan soft skill sebagai fondasi dalam pemberdayaan ekonomi perempuan berbasis komunitas.

Program Penguatan Soft Skill Leadership bagi Ibu–Ibu Penggerak Usaha Mikro di Ponrang Selatan telah berhasil dilaksanakan dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kapasitas personal dan sosial peserta, khususnya dalam hal keterampilan kepemimpinan, komunikasi, dan pengambilan keputusan.Hal yang baru dari kegiatan ini adalah pendekatan pelatihan yang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga dilengkapi dengan pendampingan praktik langsung yang mendorong peserta untuk mengimplementasikan soft skill dalam konteks usaha mikro dan komunitas.Manfaat bagi masyarakat terlihat dari tumbuhnya rasa percaya diri, kemandirian, dan semangat kolaborasi di kalangan ibu-ibu pelaku usaha.Mereka tidak hanya menjadi pelaku usaha yang lebih produktif, tetapi juga mulai mengambil peran sebagai pemimpin dalam kelompoknya.Dari sisi kontribusi teoritik, kegiatan ini membuktikan bahwa penerapan teori kepemimpinan transformasional dan pemberdayaan perempuan (empowerment) dapat diadaptasi secara kontekstual pada kelompok masyarakat lokal dengan pendekatan berbasis partisipasi dan praktik langsung.

Berdasarkan hasil penelitian ini, kami menyarankan beberapa arah penelitian lanjutan yang dapat dilakukan untuk mengembangkan dan memperkuat program pemberdayaan perempuan melalui soft skill leadership. Pertama, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi lebih lanjut dampak jangka panjang dari program ini terhadap pertumbuhan usaha mikro dan keberlanjutan ekonomi komunitas. Kedua, studi komparatif dapat dilakukan untuk membandingkan efektivitas program ini dengan pendekatan pelatihan soft skill lainnya, terutama dalam hal peningkatan keterampilan kepemimpinan dan kolaborasi. Ketiga, penelitian dapat berfokus pada pengembangan model pemberdayaan perempuan berbasis komunitas yang dapat diterapkan di wilayah lain dengan karakteristik serupa, dengan mempertimbangkan faktor-faktor lokal dan dinamika sosial yang unik.

Read online
File size451.68 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test